UPHUPH
Artes Liberales: Journal of Humanities StudiesArtes Liberales: Journal of Humanities StudiesPertanyaan mengenai cara baptisan merupakan salah satu isu utama yang telah dikaji dan diperdebatkan selama kurun waktu yang sangat panjang dalam sejarah gereja. Beberapa denominasi gereja bahkan berani menjadikan isu ini sebagai dasar untuk menerima seseorang ke dalam keanggotaan gereja dan mempraktikkan pembaptisan ulang bagi calon anggota yang sebelumnya tidak dibaptis menurut cara yang dianggap valid atau alkitabiah. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai apa sesungguhnya yang menentukan validitas baptisan. Penulis berusaha menjawab pertanyaan ini dengan memaparkan sebuah tinjauan singkat mengenai esensi dan makna baptisan menurut perspektif teologi Reformed melalui metode studi literatur. Berdasarkan studi yang telah dilakukan, penulis menyimpulkan bahwa pemahaman terhadap esensi dan makna baptisan sebagai sakramen seharusnya menyadarkan kita bahwa validitas baptisan tidak ditentukan oleh penerapan satu cara atau metode baptisan tertentu karena baptisan bukan sekadar simbol atau upacara yang bersifat eksternal, melainkan merupakan tanda dan meterai dari perjanjian anugerah Allah yang tersedia di dalam Kristus bagi mereka yang percaya, yaitu mereka yang mengalami karya kelahiran baru dan penyucian dari Roh Kudus untuk dipersatukan dengan Kristus dan jemaat-Nya di dalam gereja yang kelihatan.
Teologi Reformed percaya bahwa baptisan adalah salah satu dari dua sakramen yang ditetapkan oleh Kristus sendiri dalam Firman-Nya.Sebagai sakramen, baptisan bukan sekadar simbol semata.namun, baptisan juga tidak secara otomatis menyalurkan anugerah keselamatan dari Allah kepada setiap orang yang dibaptis.Sebaliknya, baptisan adalah sarana anugerah, yakni alat penyaluran anugerah Allah yang menyalurkan berkat-berkat keselamatan dari Allah, yang tersedia di dalam Kristus, kepada setiap orang yang menerima-Nya dengan iman yang dikaruniakan oleh Allah berdasarkan kedaulatan-Nya, dan mendatangkan hukuman atau kutuk bagi mereka yang tidak beriman.Pemahaman yang tepat terhadap esensi dan makna baptisan seharusnya menyadarkan kita bahwa validitas baptisan tidak dapat ditentukan semata-mata berdasarkan metode atau cara pelaksanaannya.
Berdasarkan studi ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi lebih lanjut. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada bagaimana teologi Reformed dapat menjembatani perbedaan pandangan mengenai cara baptisan di antara berbagai denominasi Kristen, dengan menekankan kesamaan esensi baptisan daripada perbedaannya. Kedua, studi mendalam mengenai historisitas praktik baptisan dalam gereja mula-mula dapat memberikan perspektif baru mengenai perkembangan dan interpretasi terhadap cara baptisan dalam berbagai konteks budaya dan teologis. Ketiga, penelitian dapat menyelidiki bagaimana pemahaman mengenai baptisan sebagai tanda dan meterai perjanjian anugerah Allah dapat memperkuat identitas Kristen dan mendorong komitmen yang lebih dalam terhadap iman dan pengabdian kepada Kristus.
| File size | 433.05 KB |
| Pages | 21 |
| Short Link | https://juris.id/p-2xu |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
STTBISTTBI Pemimpin yang dipulihkan harus memiliki panggilan yang jelas, karakter yang dewasa, kompetensi yang terasah, kepercayaan diri yang kuat, dan kemampuanPemimpin yang dipulihkan harus memiliki panggilan yang jelas, karakter yang dewasa, kompetensi yang terasah, kepercayaan diri yang kuat, dan kemampuan
STTBERITAHIDUPSTTBERITAHIDUP Penelitian ini menyoroti tiga hal penting dalam dialog antara Walter C. Dan hermeneutika Pentakostal, yaitu (1) Kaiser dengan prinsip analogia antecedentsPenelitian ini menyoroti tiga hal penting dalam dialog antara Walter C. Dan hermeneutika Pentakostal, yaitu (1) Kaiser dengan prinsip analogia antecedents
STTS ABDA AGUNGSTTS ABDA AGUNG Dalam kerangka teologi Reformed, konsep secondary causes Calvin dan relational mutability Ware memberikan landasan koheren untuk memahami bagaimana AllahDalam kerangka teologi Reformed, konsep secondary causes Calvin dan relational mutability Ware memberikan landasan koheren untuk memahami bagaimana Allah
UKRIMUKRIM Melalui pemilihan kata yang cermat, struktur lirik yang teratur, dan makna konotatif yang mengesankan, lirik ini berhasil mengajak pendengar untuk selaluMelalui pemilihan kata yang cermat, struktur lirik yang teratur, dan makna konotatif yang mengesankan, lirik ini berhasil mengajak pendengar untuk selalu
STMISTMI Celengan pada umumnya tidak dapat megetahui berapa nominal yang ditabung oleh pengguna secara berkala, akibatnya pengguna seperti anak sekolah mudah merasaCelengan pada umumnya tidak dapat megetahui berapa nominal yang ditabung oleh pengguna secara berkala, akibatnya pengguna seperti anak sekolah mudah merasa
STT SUSTT SU Namun, umat belum siap untuk menerima dan memenuhi tuntutan tersebut. Kedua, Yesus sebenarnya tidak mempermasalahkan Musa, namun Ia mempermasalahkan orang-orangNamun, umat belum siap untuk menerima dan memenuhi tuntutan tersebut. Kedua, Yesus sebenarnya tidak mempermasalahkan Musa, namun Ia mempermasalahkan orang-orang
STTSIMPSONSTTSIMPSON Terutama pengajaran mengenai keselamatan sebagai doktrin yang sangat penting dalam Alkitab dan bagi gereja karena menyangkut mengenai kekekalan manusiaTerutama pengajaran mengenai keselamatan sebagai doktrin yang sangat penting dalam Alkitab dan bagi gereja karena menyangkut mengenai kekekalan manusia
STTAASTTAA Tulisan ini membahas perdebatan antara Karl Barth dan Erich Przywara tentang konsep analogia entis, yang merupakan konsep inti dalam teologi Katolik. BarthTulisan ini membahas perdebatan antara Karl Barth dan Erich Przywara tentang konsep analogia entis, yang merupakan konsep inti dalam teologi Katolik. Barth
Useful /
JBE UPIYPTKJBE UPIYPTK Sales growth tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap financial distress. Selain itu, struktur corporate governance hanya memperkuat pengaruh profitabilitasSales growth tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap financial distress. Selain itu, struktur corporate governance hanya memperkuat pengaruh profitabilitas
ITTELKOM SBYITTELKOM SBY Perancangan alat penanganan kebakaran otomatis yang dikembangkan menggunakan Arduino Atmega 2560 terbukti berhasil dalam uji coba alat memberikan membantuPerancangan alat penanganan kebakaran otomatis yang dikembangkan menggunakan Arduino Atmega 2560 terbukti berhasil dalam uji coba alat memberikan membantu
STTAASTTAA Gereja harus kembali kepada pemahaman tradisional tentang Alkitab sebagai satu kesatuan wahyu yang utuh, tanpa membagi atau mereduksi bagian-bagiannyaGereja harus kembali kepada pemahaman tradisional tentang Alkitab sebagai satu kesatuan wahyu yang utuh, tanpa membagi atau mereduksi bagian-bagiannya
STTAASTTAA Model sekolah merupakan strategi pendidikan Kristen yang dilakukan oleh gereja untuk pembinaan dan kesaksian iman Kristen di masyarakat. Institusi sekolahModel sekolah merupakan strategi pendidikan Kristen yang dilakukan oleh gereja untuk pembinaan dan kesaksian iman Kristen di masyarakat. Institusi sekolah