INDRAINSTITUTEINDRAINSTITUTE
Journal of Education and CultureJournal of Education and CultureKegiatan pramuka merupakan salah satu kegiatan yang dapat menumbuhkan karakter disiplin peserta didik. Namun, masih banyak peserta didik yang belum paham terhadap pembentukan karakter, belum menerapkan karakter disiplin, dan kurangnya edukasi tentang manfaat kepramukaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembentukan karakter disiplin peserta didik melalui kegiatan pramuka di MTs. Serpong dan faktor pendukung serta penghambat di MTs. Serpong. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan subjek penelitian meliputi kepala madrasah, kesiswaan, pembina pramuka, dan peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik yang aktif mengikuti kegiatan pramuka mulai terbentuk karakter disiplin seperti meningkatnya sikap disiplin waktu, rajin, dan menaati peraturan sekolah. Faktor pendukung dalam kegiatan pramuka adalah dukungan dari kepala sekolah, pembina pramuka yang berpengalaman, dan sarana serta prasarana yang memadai. Sedangkan faktor penghambat adalah kurangnya dukungan dari orang tua dan masih kurangnya pemahaman pentingnya kegiatan pramuka.
Berdasarkan hasil penelitian, peserta didik yang aktif mengikuti kegiatan pramuka mulai terbentuk karakter disiplin seperti meningkatnya sikap disiplin waktu, rajin, dan menaati peraturan sekolah.Sekolah memfasilitasi kegiatan pramuka sebagai penunjang peserta didik agar menjadi lebih berkembang dan terbentuk karakternya terutama karakter disiplin.Pembentukan karakter disiplin pada kegiatan pramuka di MTs.Serpong berjalan dengan baik, yaitu dengan adanya dukungan dari pihak sekolah yang didukung dari kepala sekolah dengan menjadikan pramuka sebagai kegiatan ekstrakulikuler utama yang dapat membentuk karakter disiplin peserta didik, disediakannya sarana dan prasarana yang cukup lengkap dan memfasilitasi pembina pramuka yang berkualitas dan berpengalaman.Faktor penghambat dalam kegiatan pramuka yaitu dukungan dari orang tua, masih kurangnya pemahaman siswa tentang kegiatan pramuka di MTs.Adapun faktor pendukung dalam kegiatan pramuka seperti dukungan dari pihak sekolah terutama kepala sekolah, adanya pembina pramuka yang berpengalaman di bidang kepramukaan, dan tersedianya sarana dan prasarana.
Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara sekolah yang menerapkan kegiatan pramuka secara aktif dengan sekolah yang tidak menerapkan kegiatan pramuka, untuk melihat perbedaan pembentukan karakter disiplin peserta didik di kedua sekolah tersebut. Selain itu, penelitian juga dapat dilakukan untuk mengukur efektivitas kegiatan pramuka dalam meningkatkan disiplin peserta didik, dengan menggunakan metode eksperimen dan kontrol. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor lain yang mempengaruhi pembentukan karakter disiplin peserta didik, seperti peran orang tua dan lingkungan sosial peserta didik.
| File size | 185.91 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
UNYUNY Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistika non parametrik uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan kelompok teknikTeknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistika non parametrik uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan kelompok teknik
ABULYATAMAABULYATAMA Data penelitian diperoleh dari tes, observasi dan angket, yakni menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Teknik analisis data menggunakan statisticData penelitian diperoleh dari tes, observasi dan angket, yakni menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Teknik analisis data menggunakan statistic
ABULYATAMAABULYATAMA Pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah berorientasi pada siswa dengan data kuantitatif yang diperoleh dari tes hasil belajar dan dataPendekatan yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah berorientasi pada siswa dengan data kuantitatif yang diperoleh dari tes hasil belajar dan data
ABULYATAMAABULYATAMA Faktor penghambat dalam peningkatan mutu pendidikan sekolah tidak kelihatan walaupun sekolah tidak memiliki program. Strategi peningkatan mutu pendidikanFaktor penghambat dalam peningkatan mutu pendidikan sekolah tidak kelihatan walaupun sekolah tidak memiliki program. Strategi peningkatan mutu pendidikan
ABULYATAMAABULYATAMA Dalam memahami proses reaksi tersebut sangat dibutuhkan pengetahuan dasar dari ilmu yang lain diantaranya Ilmu Fisika, Ilmu Biologi, dan Ilmu Matematika.Dalam memahami proses reaksi tersebut sangat dibutuhkan pengetahuan dasar dari ilmu yang lain diantaranya Ilmu Fisika, Ilmu Biologi, dan Ilmu Matematika.
KAMPUSMELAYUKAMPUSMELAYU Peneliti juga menggunakan sumber data primer dan data sekunder, serta teknik pengumpulan data yaitu menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. HasilPeneliti juga menggunakan sumber data primer dan data sekunder, serta teknik pengumpulan data yaitu menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil
UINSALATIGAUINSALATIGA NU Salatiga melalui kebijakan dan program yang terstruktur dengan baik. Penelitian ini memberikan implikasi teoretis dengan memperkuat dan memperluas konsepNU Salatiga melalui kebijakan dan program yang terstruktur dengan baik. Penelitian ini memberikan implikasi teoretis dengan memperkuat dan memperluas konsep
AKRABJUARAAKRABJUARA Humanisasi pendidikan adalah proses pendidikan yang ditujukan untuk pengembangan potensi peserta didik sebagai manusia seutuhnya, yang dilakukan secaraHumanisasi pendidikan adalah proses pendidikan yang ditujukan untuk pengembangan potensi peserta didik sebagai manusia seutuhnya, yang dilakukan secara
Useful /
UNYUNY Hasil penelitian menjelaskan bahwa: 1) Faktor penyebab mahasiswa melakukan gaya hidup hedonisme yaitu faktor internal berupa perasaan senang, kepuasanHasil penelitian menjelaskan bahwa: 1) Faktor penyebab mahasiswa melakukan gaya hidup hedonisme yaitu faktor internal berupa perasaan senang, kepuasan
UNYUNY Semakin tinggi intensitas bermain game PUBG siswa maka semakin tinggi pula tingkat perilaku agresif siswa. Dapat pula disimpulkan, semakin rendah intensitasSemakin tinggi intensitas bermain game PUBG siswa maka semakin tinggi pula tingkat perilaku agresif siswa. Dapat pula disimpulkan, semakin rendah intensitas
UINSALATIGAUINSALATIGA Selain itu, metode mengajar yang menekankan pengembangan keterampilan sosial dan emosional, seperti komunikasi efektif dan empati, sangat relevan untukSelain itu, metode mengajar yang menekankan pengembangan keterampilan sosial dan emosional, seperti komunikasi efektif dan empati, sangat relevan untuk
UINSALATIGAUINSALATIGA Penelitian kuantitatif dengan metode ex post facto digunakan untuk mengevaluasi hubungan antara intensitas pelatihan, yang meliputi frekuensi, durasi,Penelitian kuantitatif dengan metode ex post facto digunakan untuk mengevaluasi hubungan antara intensitas pelatihan, yang meliputi frekuensi, durasi,