PELNIPELNI

Jurnal Keperawatan Degeneratif PelniJurnal Keperawatan Degeneratif Pelni

Postpartum merupakan awal permulaan laktasi, yang semestinya bayi baru lahir sudah dapat menyusu pada ibunya. Postpartum adalah 2 jam setelah lahirnya plasenta sampai enam minggu berikutnya. Selama durasi waktu tersebut berlangsung, ibu akan mengalami banyak perubahan, baik secara fisik maupun mental. Masalah yang sering timbul pada masa postpartum yaitu ketidaklancaran ASI. Tujuan peneliti melakukan penelitian ini untuk menganalisis intevensi Massage Rolling Punggung pada ibu Postpartum. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptip dengan pendekatan studi kasus. Sampel yang diteliti sebanyak 2 responden. Responden I berusia 45 tahun P3A0 dan responden II P2A0 berusia 40 tahun, dengan ketidaklancaran ASI. Pengambilan data menggunakan lembar observasi kelancaran ASI dan wawancara. Sebelum dilakukan intervensi diketahui 2 responden mengalami ketidaklancaran ASI yaitu responden 1 sebelum dilakukan massage rolling punggung hasil pre-test score 2 dan setelah diberikan massage rolling punggung hasil post-test score 3 dan responden 2 sebelum dilakukan massage rolling punggung hasil pre-test score 3 dan setelah diberikan massage rolling mengalami kenaikan hasil post-test score 7, yang artinya Massage rolling punggung memberikan manfaat terhadap peningkatan kelancaran ASI. Dengan itu teknik Massage rolling punggung dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan kelancaran ASI.

Karakteristik responden ibu postpartum yang diberikan intervensi Massage Rolling punggung terhadap kelancaran ASI didapatkan sebanyak 2 responden dengan responden I P3A0, berusia 45 tahun, bekerja sebagai ibu rumah tangga dengan masa nifas hari ke 3, dan responden II P2A0, berusia 40 tahun bekerja sebagai ibu rumah tangga dengan masa nifas hari ke 3.Teridentifikasi kelancaran ASI sebelum diberikan intervensi Massage rolling dengan pengukuran pre-test kelancaran ASI yaitu pada responden I hasil score 2 yang dimana hal tersebut artinya ASI tidak lancar.Responden II hasil score 3 yang dimana hal tersebut artinya ASI tidak lancar.Teridentifikasi kelancaran ASI setelah diberikan intervensi Massage rolling punggung selama 5 hari berturut-turut didapatkan hasil pengukuran dengan kuesioner kelancaran ASI.Pada responden I hasil score 3 artinya ASI tidak lancar.Sedangkan pada responden II hasil score 7 artinya ASI lancar banyak.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi efek jangka panjang dari teknik massage rolling punggung terhadap produksi ASI. Penelitian juga bisa membandingkan efektivitas massage rolling punggung dengan metode lain seperti pijat oksitosin atau teknik relaksasi lainnya. Selain itu, penelitian lebih lanjut dapat mengkaji perbedaan respons terapi ini antara ibu dengan berbagai faktor seperti usia, paritas, atau kondisi kesehatan fisik yang berbeda. Penelitian ini juga bisa menggabungkan pendekatan kualitatif untuk memahami pengalaman subjektif ibu dalam menerima intervensi tersebut. Penelitian lanjutan juga bisa mengevaluasi pengaruh teknik ini terhadap kesehatan mental ibu postpartum sekaligus memperkuat bukti ilmiah untuk penerapan di layanan kesehatan. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat memberikan dasar untuk pengembangan kebijakan dan program pemberdayaan ibu menyusui secara lebih komprehensif.

  1. #produksi asi#produksi asi
  2. #terapi okupasi#terapi okupasi
Read online
File size329 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-2vO
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test