INSCHOOLINSCHOOL
GHMJ (Global Health Management Journal)GHMJ (Global Health Management Journal)Kurangnya pemberian ASI eksklusif akan meningkatkan kemungkinan kematian ibu dan bayi. Biaya kesehatan yang tinggi, peningkatan kejadian diare, dan infeksi lain juga dapat menyebabkan kematian. Tingkat inisiasi menyusui global relatif tinggi, namun hanya 40% bayi di bawah 6 bulan yang mendapat ASI dan hanya 45% yang disusui hingga 24 bulan. Pada tahun 2025, World Health Assembly (WHA) bertujuan untuk mencapai minimal 50% pemberian ASI eksklusif untuk bayi di bawah 6 bulan (Kemenkes RI, 2018).. . Sebuah wawancara dilakukan di klinik bersalin di Pekanbaru dan ditemukan bahwa hanya 2 dari 10 ibu yang memberikan ASI tanpa susu formula pada tiga hari pertama setelah melahirkan. Sebagian besar ibu pascapersalinan mengklaim mengalami masalah kelancaran menyusui pada minggu pertama setelah melahirkan. Hal ini membuat ibu khawatir jika bayinya tidak mendapatkan cukup ASI sehingga diberikan susu formula. Masalah kelancaran menyusui pada tiga hari pertama setelah melahirkan hanyalah masalah fisiologis tetapi menjadi penyebab utama gagalnya pemberian ASI eksklusif.. . Dukungan pemerintah Indonesia dalam pemberian ASI eksklusif ditunjukkan dengan diterbitkannya Peraturan Pemerintah No.33 Tahun 2012 tentang ASI Eksklusif, khususnya pada Bab III Pasal 6 yang menyatakan bahwa setiap ibu yang melahirkan wajib memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Kewajiban yang sama juga dinyatakan dalam Undang-Undang No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, Pasal 200 yang menyatakan bahwa setiap orang yang dengan sengaja menghalangi program pemberian ASI eksklusif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 128 ayat (2) dipenjara paling lama 1 tahun dan denda paling banyak Rp 100.000.000 (seratus juta rupiah). Di Pekanbaru, Walikota juga sangat mendukung program tersebut dan mengeluarkan Peraturan Walikota No.48 Tahun 2015 tentang ASI eksklusif, yang pada Bab VIII Pasal 10 menyatakan bahwa pemerintah daerah memberikan bantuan dan pengawasan ASI eksklusif dan susu formula bayi. Pada Pasal 11, ditegaskan bahwa setiap petugas kesehatan yang melanggar ketentuan Pasal 10 dikenakan sanksi administratif.. . Upaya untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu setelah melahirkan dapat dilakukan dengan metode farmakologis dan non-farmakologis. Metode farmakologis dilakukan dengan pemberian terapi seperti metoklopramid, klorpromazin, dan domperidon. Meskipun demikian, efektivitas obat-obatan ini dalam meningkatkan produksi ASI tidak dapat dipisahkan dari beberapa efek samping seperti sakit kepala, mulut kering, sering haus, diare, kram perut, dan kemerahan pada kulit (William & Carrey, 2016). Selanjutnya, metode non-farmakologis biasanya diselesaikan secara alami seperti perawatan payudara, kompres hangat, pijat punggung, woolwich, dan pijat endorphin (Bahiyatun, 2008; Rini & Kumala, 2017; Pamuji, 2014).
Pemberian pijat endorfin dapat meningkatkan produksi ASI, yaitu teknik pijat yang dilakukan pada leher, lengan, dan tangan ibu postpartum.Pijat endorfin merangsang saraf tulang belakang untuk melepaskan endorfin dalam tubuh yang kemudian merangsang oksitosin.Saraf payudara terdiri dari banyak saraf dorsal yang terkoordinasi di sepanjang tulang belakang, sehingga saat dipijat, saraf tulang belakang akan mengirimkan sinyal ke otak untuk melepaskan oksitosin yang mengakibatkan kontraksi sel mioepitel yang mendorong pelepasan ASI.
Penelitian selanjutnya dapat menggali lebih dalam efektivitas kombinasi pijat endorfin dengan metode laktasi lainnya, seperti konseling menyusui atau dukungan kelompok, untuk melihat apakah ada efek sinergis dalam meningkatkan produksi ASI dan durasi pemberian ASI eksklusif. Selain itu, studi longitudinal diperlukan untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang dari intervensi pijat endorfin pada kesehatan ibu dan bayi, termasuk pertumbuhan bayi, perkembangan kognitif, dan kesehatan mental ibu. Kemudian, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk mengeksplorasi pengalaman subjektif ibu postpartum yang menerima pijat endorfin, memahami persepsi mereka tentang manfaatnya, dan mengidentifikasi faktor-faktor kontekstual yang memengaruhi keberhasilan intervensi ini.
| File size | 884.71 KB |
| Pages | 4 |
| DMCA | Report |
Related /
HTPHTP Sampel terdiri dari 68 lansia yang tinggal di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL), Kota Bekasi, yang berusia ≥60 tahun, mampu berkomunikasi secara verbal,Sampel terdiri dari 68 lansia yang tinggal di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL), Kota Bekasi, yang berusia ≥60 tahun, mampu berkomunikasi secara verbal,
HTPHTP Optimalisasi promosi kesehatan oleh perawat anak di rumah sakit dan komunitas harus melalui pemberdayaan keluarga sambil memperhatikan stres, kesiapan,Optimalisasi promosi kesehatan oleh perawat anak di rumah sakit dan komunitas harus melalui pemberdayaan keluarga sambil memperhatikan stres, kesiapan,
HTPHTP Standar pelaksanaan K3 sudah diterapkan, namun perlu peningkatan pada beberapa kegiatan yang belum optimal. Diperlukan indikator pencapaian dan analisisStandar pelaksanaan K3 sudah diterapkan, namun perlu peningkatan pada beberapa kegiatan yang belum optimal. Diperlukan indikator pencapaian dan analisis
INSCHOOLINSCHOOL Orang-orang masih ingin beraktivitas luar setelah bekerja dari rumah. Perawat sebagai tenaga kesehatan terdepan menghadapi risiko tinggi. Mereka mengalamiOrang-orang masih ingin beraktivitas luar setelah bekerja dari rumah. Perawat sebagai tenaga kesehatan terdepan menghadapi risiko tinggi. Mereka mengalami
INSCHOOLINSCHOOL Penelitian ini menyarankan perlunya pendekatan holistik yang menyeimbangkan teknologi dan interaksi lingkungan alami dalam proses pendidikan anak selamaPenelitian ini menyarankan perlunya pendekatan holistik yang menyeimbangkan teknologi dan interaksi lingkungan alami dalam proses pendidikan anak selama
INSCHOOLINSCHOOL Modifikasi penyajian dan bahan ikan meningkatkan penerimaan pasien sehingga tidak tersisa makanan. Pendekatan ini dapat diterapkan di rumah sakit tipeModifikasi penyajian dan bahan ikan meningkatkan penerimaan pasien sehingga tidak tersisa makanan. Pendekatan ini dapat diterapkan di rumah sakit tipe
INSCHOOLINSCHOOL Hal ini dapat dicapai dengan menjaga pola makan yang baik dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan makan secara teratur sesuai waktu makan. BerdasarkanHal ini dapat dicapai dengan menjaga pola makan yang baik dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan makan secara teratur sesuai waktu makan. Berdasarkan
POLTEKHARBERPOLTEKHARBER Pemberian informasi kesehatan kepada masyarakat menjadi hal penting. Melalui edukasi masyarakat akan memahami bagaimana cara penularan virus covid-19.Pemberian informasi kesehatan kepada masyarakat menjadi hal penting. Melalui edukasi masyarakat akan memahami bagaimana cara penularan virus covid-19.
Useful /
HTPHTP Diharapkan petugas kesehatan memberikan edukasi mengenai gizi seimbang pada siswa sehingga status gizi optimal bagi remaja dapat diwujudkan. Sebanyak 29,5%Diharapkan petugas kesehatan memberikan edukasi mengenai gizi seimbang pada siswa sehingga status gizi optimal bagi remaja dapat diwujudkan. Sebanyak 29,5%
POLTEKHARBERPOLTEKHARBER Melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Harapan Bersama mengemban tugas untuk meningkatkan pendapatan unit usaha susuMelalui Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Harapan Bersama mengemban tugas untuk meningkatkan pendapatan unit usaha susu
POLTEKHARBERPOLTEKHARBER Tujuan kegiatan ini meningkatkan perekonomian pengrajin batik di Kampung Batik Laweyan sebagai solusi pengentasan kemiskinan dengan melibatkan pihak UniversitasTujuan kegiatan ini meningkatkan perekonomian pengrajin batik di Kampung Batik Laweyan sebagai solusi pengentasan kemiskinan dengan melibatkan pihak Universitas
POLTEKHARBERPOLTEKHARBER Oleh karenanya, potensi panasbumi di daerah Jawa Tengah perlu diketahui sebagai antisipasi kebutuhan energi alternatif di masa depan, selain juga potensiOleh karenanya, potensi panasbumi di daerah Jawa Tengah perlu diketahui sebagai antisipasi kebutuhan energi alternatif di masa depan, selain juga potensi