UM PalembangUM Palembang
Asabiyah: Jurnal Pengabdian HukumAsabiyah: Jurnal Pengabdian HukumDunia pendidikan pengetahuan dan pemahaman mengenai Penerapan Peraturan K3 yang diberikan oleh instansi pendidikan khususnya Sekolah Menegah Atas pada dasarnya hanya sebatas pengetahuan umum. Penerapan Peraturan K3 sekolah serta pemahamannya terhadap siswa masih sangat kurang. Padahal cakupan Penerapan Peraturan K3 ini sangatlah luas. Dalam instansi pendidikan, simulasi atau sosialisasi terkait K3 sangatlah penting. Sosialisasi terkait K3 ini tersebut dilakukan agar dapat mencegah terjadinya bahaya dan risiko terjadinya kecelakaan pada program belajar mengajar di sekolah. Sudah menjadi kewajiban instansi pendidikan untuk dapat menumbuhkan budaya bersih, indah dan tertib sehingga tercipta lingkungan yang aman dan terkendali. Manfaat K3 disekolah sendiri antara lain dapat meningkatkan konsentrasi belajar di kelas, terciptanya suasana tenang dan nyaman, meningkatkan kepedulian tanggung jawab, dan menumbuhkan kecintaan terhadap kebersihan, keindahan dan ketertiban sekolah. Untuk mendukung penerapan K3 yang baik, perlu adanya perencanaan guna untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam proses kegiatan belajar mengajar. Sosialisasi ini dilaksanakan sebagai pengetahuan tambahan detail bagi siswa sekolah sebagai informasi bagia siswa sekolah untuk mengetahui dan memahami mengenai peraturan dalam penerapan K3 di sekolah. Hasil Sosialisasi menunjukkan bahwa banyak sekali siswa sekolah yang belum mengetahui dampak bahaya apabila tidak mengetahui dan memahami mengenai peraturan dalam penerapan K3 sekolah.
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di SMA Negeri 1 Kikim Barat berhasil terlaksana dengan lancar, di mana para peserta antusias mengikuti paparan mengenai K3 sekolah, potensi bahaya, dan upaya pengendaliannya.Hasil kegiatan ini mencakup peningkatan pengetahuan siswa tentang penerapan peraturan K3 sekolah, kepedulian terhadap potensi bahaya, serta pemahaman mengenai upaya pengendaliannya di lingkungan sekolah.Sebagai tindak lanjut, pihak sekolah berencana untuk memasang rambu K3, mengidentifikasi potensi bahaya, menyusun upaya pengendalian, dan melakukan evaluasi berkala untuk memastikan lingkungan sekolah yang aman.
Saran penelitian lanjutan yang menarik dapat fokus pada bagaimana kita bisa memastikan pengetahuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang sudah disampaikan kepada para siswa SMA dapat benar-benar bertahan dan menjadi kebiasaan baik dalam jangka waktu yang panjang. Studi ini bisa mencoba melihat apakah setelah beberapa bulan atau tahun, para siswa masih ingat dan menerapkan apa yang mereka pelajari tentang K3, serta apakah jumlah kejadian kecil seperti terpeleset atau cedera ringan di sekolah berkurang. Selain itu, penting juga untuk meneliti berbagai cara baru dalam mengajarkan K3 agar lebih menarik dan mudah dipraktikkan, misalnya melalui simulasi langsung menghadapi situasi berbahaya atau dengan melibatkan siswa dalam proyek-proyek sederhana untuk menemukan dan memperbaiki potensi bahaya di lingkungan sekolah mereka sendiri. Pendekatan ini dapat membantu kita memahami metode mana yang paling efektif dalam mengubah pengetahuan menjadi tindakan nyata. Terakhir, penelitian bisa juga mengkaji sejauh mana perubahan pada lingkungan fisik sekolah, seperti pemasangan tanda-tanda bahaya yang jelas, ketersediaan alat pertolongan pertama yang memadai, atau aturan sekolah yang lebih tegas tentang keselamatan, berkontribusi langsung pada terciptanya lingkungan belajar yang lebih aman. Dengan begitu, kita bisa mendapatkan gambaran lengkap tentang faktor-faktor yang paling berpengaruh dalam membentuk budaya K3 yang kuat dan berkelanjutan di sekolah.
| File size | 240.79 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
STAI YPBWISTAI YPBWI Sampel penelitian terdiri dari 30 siswa kelas II SMA Antariksa Surabaya. Data dikumpulkan melalui angket dan wawancara untuk mengidentifikasi alasan siswaSampel penelitian terdiri dari 30 siswa kelas II SMA Antariksa Surabaya. Data dikumpulkan melalui angket dan wawancara untuk mengidentifikasi alasan siswa
STKIP MELAWISTKIP MELAWI Instrumen dalam penelitian ini terdiri dari instrumen tes literasi matematis yang berjumlah 6 butir soal dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkanInstrumen dalam penelitian ini terdiri dari instrumen tes literasi matematis yang berjumlah 6 butir soal dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan
UM MetroUM Metro Data dikumpulkan melalui skala adiksi Instagram, FOMO, dan narsisme, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil menunjukkan bahwa FOMOData dikumpulkan melalui skala adiksi Instagram, FOMO, dan narsisme, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil menunjukkan bahwa FOMO
TSBTSB Penerapan kedua strategi ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan membaca anak, yang kemudian akan mengarah pada pertumbuhan kemampuan menulis dan pemahamanPenerapan kedua strategi ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan membaca anak, yang kemudian akan mengarah pada pertumbuhan kemampuan menulis dan pemahaman
STKIP PASUNDANSTKIP PASUNDAN Instrumen tes kebugaran jasmani yang digunakan meliputi (1) lari cepat 60 meter, (2) sit up 60 detik, (3) push up 60 detik, (4) lompat jauh tanpa awalan,Instrumen tes kebugaran jasmani yang digunakan meliputi (1) lari cepat 60 meter, (2) sit up 60 detik, (3) push up 60 detik, (4) lompat jauh tanpa awalan,
AISYAHUNIVERSITYAISYAHUNIVERSITY Demikian pula, Durasi Merokok (p=0,007) dan Jenis Rokok (p=0,001) juga menunjukkan hubungan signifikan dengan rendahnya daya tahan kardiorespirasi padaDemikian pula, Durasi Merokok (p=0,007) dan Jenis Rokok (p=0,001) juga menunjukkan hubungan signifikan dengan rendahnya daya tahan kardiorespirasi pada
ITKAITKA Indikator fisiologis, psikologis, dan sikap masing-masing pada kategori yang berbeda-beda. Penelitian ini menyarankan perlu adanya pendampingan dari guruIndikator fisiologis, psikologis, dan sikap masing-masing pada kategori yang berbeda-beda. Penelitian ini menyarankan perlu adanya pendampingan dari guru
UNSIKAUNSIKA Proses produksi minyak kelapa di daerah pedesaan masih dilakukan dengan cara tradisional, yaitu diparut kemudian diperas, berikutnya proses itu masih dilakukanProses produksi minyak kelapa di daerah pedesaan masih dilakukan dengan cara tradisional, yaitu diparut kemudian diperas, berikutnya proses itu masih dilakukan
Useful /
TSBTSB Proses mental dalam film Horse Girl didasarkan pada ujaran dan perilaku karakter utama yang pada awalnya tampak normal, namun akhirnya merasa berbeda dariProses mental dalam film Horse Girl didasarkan pada ujaran dan perilaku karakter utama yang pada awalnya tampak normal, namun akhirnya merasa berbeda dari
ECOJOINECOJOIN Variabel sistem pengendalian intern pemerintah berpengaruh positif dan signifikan terhadap iklim etis organisasi. Variabel iklim etis organisasi dapatVariabel sistem pengendalian intern pemerintah berpengaruh positif dan signifikan terhadap iklim etis organisasi. Variabel iklim etis organisasi dapat
ECOJOINECOJOIN Penelitian ini menyoroti pentingnya penerapan mekanisme kesadaran tata kelola perusahaan untuk mengurangi insentif financial shenanigans pada industriPenelitian ini menyoroti pentingnya penerapan mekanisme kesadaran tata kelola perusahaan untuk mengurangi insentif financial shenanigans pada industri
UNSIKAUNSIKA Hasil pengamatan SEM menunjukkan bahwa filler terdistribusi secara merata di dalam matrik komposit dan mengalami pembengkakan dan terbentuknyu void setelahHasil pengamatan SEM menunjukkan bahwa filler terdistribusi secara merata di dalam matrik komposit dan mengalami pembengkakan dan terbentuknyu void setelah