APTKLHIAPTKLHI
Indonesian Journal of Forestry ResearchIndonesian Journal of Forestry ResearchRotan dan bambu lebih mudah dilengkungkan daripada kayu secara manual. Pertanyaan selanjutnya, apakah hal ini disebabkan oleh perilaku pelunakan komponen kimia atau struktur anatominya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memahami perilaku pelunakan dan sifat viskoelastik kayu, rotan, dan bambu yang merupakan bahan berlignoselulosa. Material yang digunakan dalam percobaan adalah sampel kayu jati (Tectona grandis L.f.) cepat tumbuh berumur 9 tahun, rotan (Calamus sp.), dan bambu andong berumur 3 tahun (Gigantochloa pseudoarundinaceae (Steud.) Widjaja). Sampel diambil dari bagian bawah, tengah dan atas untuk kayu dan rotan, sedangkan untuk bambu dipotong dari ruas ke-1 sampai ke-20. Pengujian lentur statis dilakukan pada kondisi segar sebagai kontrol, kering udara, dan dilunakkan dengan pemanasan gelombang mikro (MW) selama satu menit untuk menentukan modulus patah (MOR) dan modulus elastisitas (MOE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai MOR dan MOE kayu, rotan, dan bambu meningkat dari kondisi segar ke kering udara, dan menurun dengan MW.
Hasil ini menunjukkan bahwa rotan lebih mudah dilengkungkan, diikuti oleh bambu, kemudian kayu.Sifat hidrotermal komponen kimia secara signifikan mempengaruhi perubahan kekuatan (MOR) dan sifat elastis (MOE).Namun, perbedaan dari kekuatan lentur kayu, rotan, dan bambu tersebut lebih disebabkan oleh perbedaan struktur anatomi.
Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi pengaruh variasi waktu pemanasan gelombang mikro terhadap sifat mekanis bahan lignoselulosa, membandingkan respons pelunakan berbagai jenis kayu/tanaman keras (seperti kelapa sawit atau aren) dengan karakteristik struktur anatomi yang berbeda, serta mengkaji efek jangka panjang dari proses pelunakan terhadap ketahanan bahan terhadap faktor lingkungan seperti kelembaban dan suhu ekstrem. Studi ini penting untuk membantu pengembangan teknik pelestarian kayu alternatif tanpa merusak struktur biologisnya.
- Radware Bot Manager Captcha. radware manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human... doi.org///10.1088/1755-1315/374/1/011001Radware Bot Manager Captcha radware manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human doi 10 1088 1755 1315 374 1 011001
- Radware Bot Manager Captcha. radware manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human... iopscience.iop.org/article/10.1088/1755-1315/359/1/012013Radware Bot Manager Captcha radware manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human iopscience iop article 10 1088 1755 1315 359 1 012013
| File size | 832.07 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
ARITEKINARITEKIN Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan lentur baja karbon rendah 698 MPa pada jarak tumpuan 160 mm dengan defleksi 1,1 mm, kekuatan lentur kayu usukHasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan lentur baja karbon rendah 698 MPa pada jarak tumpuan 160 mm dengan defleksi 1,1 mm, kekuatan lentur kayu usuk
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengaruh abu sekam padi (ASP) sebagai bahan pozzolan dan serat bambu sebagai material penguat pada beton normal danBerdasarkan hasil penelitian mengenai pengaruh abu sekam padi (ASP) sebagai bahan pozzolan dan serat bambu sebagai material penguat pada beton normal dan
JOURNAL IASSSFJOURNAL IASSSF Penelitian lanjutan sebaiknya mencakup penilaian siklus hidup proyek pilot, analisis model pembiayaan seperti obligasi hijau, serta studi etnografis danPenelitian lanjutan sebaiknya mencakup penilaian siklus hidup proyek pilot, analisis model pembiayaan seperti obligasi hijau, serta studi etnografis dan
PROSPECTPUBLISHINGPROSPECTPUBLISHING Edukasi yang disampaikan berisi cara Pemerintah Provinsi NTB dalam menyusun kebijakan daerah yang berangkat dari Forum Internasional UNFCCC. PemerintahEdukasi yang disampaikan berisi cara Pemerintah Provinsi NTB dalam menyusun kebijakan daerah yang berangkat dari Forum Internasional UNFCCC. Pemerintah
UNILAUNILA atroviolacea), tali (G. apus), kuning (Bambusa vulgaris var. striata), dan bambu ampel (B. vulgaris Scharad), dipilih untuk karbonisasi. Proses karbonisasiatroviolacea), tali (G. apus), kuning (Bambusa vulgaris var. striata), dan bambu ampel (B. vulgaris Scharad), dipilih untuk karbonisasi. Proses karbonisasi
UNILAUNILA Data dianalisis dengan analisis sidik ragam dan uji BNT pada taraf nyata 5%. Hasil menunjukkan bahwa penyimpanan entres jati dalam media pelepah pisangData dianalisis dengan analisis sidik ragam dan uji BNT pada taraf nyata 5%. Hasil menunjukkan bahwa penyimpanan entres jati dalam media pelepah pisang
UNEJUNEJ JSEAHR adalah jurnal yang direview oleh peer dan dikelola bersama oleh Pusat Hak Asasi Manusia, Multikulturalisme, dan Migrasi (CHRM2) Universitas JemberJSEAHR adalah jurnal yang direview oleh peer dan dikelola bersama oleh Pusat Hak Asasi Manusia, Multikulturalisme, dan Migrasi (CHRM2) Universitas Jember
UPIUPI Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan lentur gabungan single lap lebih tinggi dibandingkan dengan gabungan double strap butt dari komposit poliestirHasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan lentur gabungan single lap lebih tinggi dibandingkan dengan gabungan double strap butt dari komposit poliestir
Useful /
ARITEKINARITEKIN Tidak diketahuinya secara tepat kekuatan tarik baja karbon penampang silindris dan baja karbon penampang segiempat sebagai masalah yang dihadapi. TujuanTidak diketahuinya secara tepat kekuatan tarik baja karbon penampang silindris dan baja karbon penampang segiempat sebagai masalah yang dihadapi. Tujuan
ARITEKINARITEKIN Hasil pengujian menunjukkan bahwa campuran aspal AC-WC mengalami penurunan pada nilai stabilitas sebesar 21,37% dan nilai flow mengalami peningkatan sebesarHasil pengujian menunjukkan bahwa campuran aspal AC-WC mengalami penurunan pada nilai stabilitas sebesar 21,37% dan nilai flow mengalami peningkatan sebesar
UNILAUNILA Simpanan karbon pada tegakan jauh lebih dominan daripada seresah, dengan kontribusi 99,37% terhadap total karbon, karena seresah mengalami dekomposisiSimpanan karbon pada tegakan jauh lebih dominan daripada seresah, dengan kontribusi 99,37% terhadap total karbon, karena seresah mengalami dekomposisi
UNILAUNILA Faktor umur, pendidikan, lama bergabung pada kelompok, jenis pekerjaan, jenis kelamin, kelengkapan persyaratan dan kelengkapan sarana dan prasarana tidakFaktor umur, pendidikan, lama bergabung pada kelompok, jenis pekerjaan, jenis kelamin, kelengkapan persyaratan dan kelengkapan sarana dan prasarana tidak