STIKIMSTIKIM
Jurnal Ilmu Kesehatan MasyarakatJurnal Ilmu Kesehatan MasyarakatBus Trans tidak hanya berdampak positif bagi masyarakat tetapi memiliki dampak negatif. Adanya pengemudi yang ugal-ugalan saat berkendara, berbelok dengan tajam, bus menguasai jalan dan sebagainya, hal tersebut menimbulkan rasa tidak nyaman bagi pengguna jalan umum dan dapat menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor – faktor apa yang mempengaruhi perilaku aman berkendara pengemudi bus trans. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah pengemudi bus trans, penentuan sampel menggunakan rumus slovin didapatkan jumlah 55 sampel. Penentuan sampel dengan metode sampel random sampling. Instrumen penelitian ini kuesioner yang telah diuji validitas dan reabilitasnya. Analisis yang dilakukan yaitu analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan antara masa kerja (nilai p = 0,769), dukungan keluarga (nilai p = 0,42), dan kondisi kendaraan (0,564) dengan perilaku aman berkendara. Hanya faktor pengetahuan yang memiliki hubungan bermakna dengan perilaku aman berkendara (nilai p = 0,011). Rekomendasi penelitian ini, diharapkan bagi perusahaan untuk tetap meningkatkan kegiatan sosialisasi dan edukasi, serta meningkatkan pengawasan berkala terhadap pengemudi. Pengemudi diharapkan selalu mematuhi tata tertib lalu lintas dan SOP yang sudah diberlakukan di perusahaan.
Penelitian ini menunjukkan bahwa hanya faktor pengetahuan yang berhubungan dengan perilaku aman berkendara pada pengemudi Bus Trans.Faktor-faktor lain seperti masa kerja, dukungan keluarga, dan kondisi kendaraan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.Oleh karena itu, penting untuk terus meningkatkan edukasi dan sosialisasi mengenai keselamatan berkendara kepada pengemudi.Perusahaan juga perlu meningkatkan pengawasan berkala terhadap pengemudi dan memastikan pengemudi selalu mematuhi tata tertib lalu lintas dan SOP yang berlaku.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi perilaku aman berkendara pengemudi bus trans, seperti kepribadian, tingkat stres, atau budaya keselamatan di perusahaan. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam persepsi dan pengalaman pengemudi terkait keselamatan berkendara, serta faktor-faktor yang memotivasi atau menghambat mereka untuk berperilaku aman. Ketiga, penelitian intervensi dapat dilakukan untuk menguji efektivitas berbagai program pelatihan atau strategi peningkatan keselamatan berkendara bagi pengemudi bus trans. Penelitian ini dapat melibatkan pengembangan modul pelatihan yang interaktif, penerapan sistem reward dan punishment, atau peningkatan komunikasi dan koordinasi antara pengemudi, manajemen perusahaan, dan pihak berwenang. Dengan demikian, diharapkan dapat ditemukan solusi yang lebih komprehensif dan efektif untuk meningkatkan keselamatan berkendara bus trans dan mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas.
| File size | 323.86 KB |
| Pages | 9 |
| Short Link | https://juris.id/p-2mu |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
BERPUSIBERPUSI Enam (6) guru tingkat menengah dari sebuah sekolah umum berpartisipasi dalam studi kasus tunggal ini, yang bertujuan memahami pandangan guru terhadap programEnam (6) guru tingkat menengah dari sebuah sekolah umum berpartisipasi dalam studi kasus tunggal ini, yang bertujuan memahami pandangan guru terhadap program
HTPHTP Lansia yang bersikap negatif lebih beresiko 6 kali untuk tidak memanfaatkan pelayanan posyandu lansia dibandingkan dengan lansia yang bersikap positifLansia yang bersikap negatif lebih beresiko 6 kali untuk tidak memanfaatkan pelayanan posyandu lansia dibandingkan dengan lansia yang bersikap positif
UPERTISUPERTIS Terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan pemanfaatan posyandu lansia dengan p = 0,000. Diharapakan peran aktif dari keluarga, kaderTerdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan pemanfaatan posyandu lansia dengan p = 0,000. Diharapakan peran aktif dari keluarga, kader
SALNESIASALNESIA Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan KBPP melalui pemberdayaan ibu hamil dengan media digital booklet. Rancangan mekanisme pelaksanaan kegiatanKegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan KBPP melalui pemberdayaan ibu hamil dengan media digital booklet. Rancangan mekanisme pelaksanaan kegiatan
UKIPUKIP Konsep keinginan kewirausahaan terus menjadi fokus penelitian di bidang kewirausahaan karena tingginya keinginan kewirausahaan dapat menjadi gaya penggerakKonsep keinginan kewirausahaan terus menjadi fokus penelitian di bidang kewirausahaan karena tingginya keinginan kewirausahaan dapat menjadi gaya penggerak
MARANATHAMARANATHA Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa dukungan keluarga berhubungan dengan perilaku seksual pasien HIV/AIDS (p=0,013), namun tidak berhubungan denganHasil analisis statistik menunjukkan bahwa dukungan keluarga berhubungan dengan perilaku seksual pasien HIV/AIDS (p=0,013), namun tidak berhubungan dengan
UPERTISUPERTIS Hubungan Berat Badan Tidak Normal Dengan Kejadian Amenore Pada Remaja Putri. Survei di AS menjelaskan sekitarHubungan Berat Badan Tidak Normal Dengan Kejadian Amenore Pada Remaja Putri. Survei di AS menjelaskan sekitar
CERICCERIC Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional, dengan jumlah sampel sebanyak 84 responden yang berasal dari dua rumah sakit. Hasil penelitian menunjukkanPenelitian ini menggunakan rancangan cross sectional, dengan jumlah sampel sebanyak 84 responden yang berasal dari dua rumah sakit. Hasil penelitian menunjukkan
Useful /
UPERTISUPERTIS Aroma terfavorit adalah perlakuan P0 (tanpa penambahan tepung wijen), sedangkan rasa paling disukai panelis terdapat pada perlakuan P2 (76% tepung terigu,Aroma terfavorit adalah perlakuan P0 (tanpa penambahan tepung wijen), sedangkan rasa paling disukai panelis terdapat pada perlakuan P2 (76% tepung terigu,
IAESCOREIAESCORE Analisis data menunjukkan bahwa jangkauan baca optimal sangat dipengaruhi oleh daya pancar pembaca dan gain antena, di mana antena dengan gain tinggi memberikanAnalisis data menunjukkan bahwa jangkauan baca optimal sangat dipengaruhi oleh daya pancar pembaca dan gain antena, di mana antena dengan gain tinggi memberikan
IAESCOREIAESCORE Kedua metode tersebut dievaluasi menggunakan data transaksi pada perusahaan material konstruksi, menghasilkan akurasi tinggi yang melebihi metode berbasisKedua metode tersebut dievaluasi menggunakan data transaksi pada perusahaan material konstruksi, menghasilkan akurasi tinggi yang melebihi metode berbasis
IAESCOREIAESCORE Hasil yang diperoleh dengan memasukkan pengaruh aliran daya reaktif menunjukkan pengurangan kesalahan yang signifikan dalam ATC linier.metode ini didasarkanHasil yang diperoleh dengan memasukkan pengaruh aliran daya reaktif menunjukkan pengurangan kesalahan yang signifikan dalam ATC linier.metode ini didasarkan