ITBMITBM

Jurnal Riset Diwa Bahari (JRDB)Jurnal Riset Diwa Bahari (JRDB)

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian pakan maggot yang difermentasi terhadap sintasan dan pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus) sebagai upaya meningkatkan efisiensi pakan pada budidaya perikanan. Maggot dikenal sebagai sumber pakan alternatif yang kaya protein, namun proses fermentasi diperlukan untuk meningkatkan ketercernaan dan ketersediaan nutrisi. Penelitian ini dilaksanakan selama enam minggu di Institut Akuakultur Moncongloe dengan metode percobaan eksperimental menggunakan Desain Acak Lengkap (CRD) yang terdiri dari empat perlakuan, yaitu A (maggot tanpa fermentasi sebagai kontrol), B (maggot yang difermentasi dengan SLS), C (maggot yang difermentasi dengan EM4), dan D (maggot yang difermentasi dengan Yakult), masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Parameter utama yang diukur meliputi sintasan dan pertumbuhan berat mutlak ikan nila. Berdasarkan hasil penelitian, data sintasan tertinggi diperoleh pada perlakuan B dengan nilai 86,7%, diikuti oleh perlakuan C dan D masing-masing 83,3%, serta perlakuan A (kontrol) sebesar 73,3%. Sementara itu, parameter pertumbuhan berat mutlak menunjukkan nilai tertinggi pada perlakuan B sebesar 5,92 g, diikuti perlakuan C sebesar 5,79 g, perlakuan D sebesar 5,58 g, dan perlakuan A sebesar 5,29 g. Hasil analisis varians (ANOVA) mengungkapkan bahwa pemberian pakan maggot yang difermentasi tidak berpengaruh signifikan terhadap sintasan ikan nila, namun berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan berat mutlaknya. Perlakuan maggot yang difermentasi dengan SLS (perlakuan B) menunjukkan hasil yang lebih unggul dibandingkan perlakuan lain, menandakan bahwa jenis fermentasi tertentu dapat meningkatkan efektivitas pakan dalam mendukung pertumbuhan ikan nila. Dengan demikian, penelitian ini memberikan bukti ilmiah bahwa fermentasi maggot, khususnya dengan menggunakan SLS, merupakan metode potensial untuk meningkatkan kualitas pakan ikan, sehingga dapat diterapkan sebagai inovasi dalam pengembangan budidaya perikanan yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Penggunaan pakan maggot kering yang difermentasi dengan SLS, EM4, dan Yakult meningkatkan sintasan dan pertumbuhan ikan nila, dengan EM4 memberikan nilai sintasan tertinggi karena kandungan probiotiknya.fermentasi juga meningkatkan pertumbuhan berat dan panjang ikan sementara kualitas air tetap optimal, mendukung hasil tersebut.secara keseluruhan, fermentasi pakan dengan probiotik dapat meningkatkan efisiensi budidaya melalui peningkatan sintasan, pertumbuhan, dan kualitas lingkungan budidaya.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki dosis optimal dan lama fermentasi masing‑masing SLS, EM4, serta Yakult untuk memaksimalkan profil nutrisi maggot dan kinerja pertumbuhan ikan, sehingga dapat ditetapkan pedoman penggunaan yang lebih tepat. Selain itu, penting untuk mengevaluasi dampak jangka panjang pemberian pakan maggot terfermentasi terhadap kesehatan ikan, respon imun, serta komposisi mikrobiota usus, guna memastikan keamanan dan manfaat kesehatan tambahan. Selanjutnya, perbandingan kinerja pakan maggot terfermentasi dengan sumber protein alternatif lain seperti larva serangga lain atau bahan nabati pada kondisi kualitas air yang beragam dapat mengungkap ketahanan sistem budidaya dan potensi integrasi strategi pakan berkelanjutan.

  1. #kualitas air#kualitas air
  2. #kappaphycus alvarezii#kappaphycus alvarezii
Read online
File size603.27 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-2jt
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test