STAIALHIKMAHPARIANGANSTAIALHIKMAHPARIANGAN

Journal International Inspire Education TechnologyJournal International Inspire Education Technology

Perkembangan pesat teknologi pendidikan (EdTech) seringkali memprioritaskan kemampuan teknis dan mengesampingkan dasar-dasar filosofis dan etis dari pembelajaran. Hal ini menjadi masalah khususnya dalam konteks pendidikan Islam, yang dibangun berdasarkan integrasi holistik antara etika (Akhlaq), sains, dan iman. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kerangka desain konseptual untuk platform EdTech yang berlandaskan pada prinsip-prinsip filosofi pendidikan Islam. Dengan menggunakan metodologi penelitian berbasis desain, studi ini melakukan analisis kualitatif terhadap literatur pendidikan Islam klasik dan kontemporer untuk mengekstrak prinsip-prinsip pedagogis inti. Hasilnya menghasilkan Kerangka Integrasi Pengetahuan dan Etika (IKEF), sebuah model desain yang menanamkan pertimbangan etis ke dalam arsitektur platform, kurikulum, dan interaksi pengguna. Fitur kunci yang berasal dari IKEF termasuk modul simulasi dilema etis, portofolio reflektif elektronik, dan pemetaan konten yang secara intrinsik menghubungkan konsep ilmiah dengan prinsip-prinsip Al-Quran yang relevan, mencerminkan kesatuan Tawhidik pengetahuan. Studi ini menyimpulkan bahwa platform EdTech yang dirancang dari dasar filosofis Islam dapat menciptakan lingkungan pembelajaran transformasional yang tidak hanya menumbuhkan kompetensi intelektual, tetapi juga karakter etis dan kesadaran spiritual, melampaui sekadar transfer informasi.

Temuan utama penelitian ini adalah formulasi dan validasi Kerangka Integrasi Pengetahuan dan Etika (IKEF), sebuah kerangka kerja komprehensif dan dapat diterapkan untuk merancang teknologi pendidikan yang berlandaskan pada filsafat Islam.Kerangka ini melampaui pendekatan yang dominan untuk secara dangkal mengintegrasikan konten agama ke dalam platform sekuler yang ada.Keunikan kerangka ini terletak pada reimajinasinya yang struktural terhadap lingkungan pembelajaran digital, di mana prinsip-prinsip inti seperti kesatuan pengetahuan (Tawhidik Epistemologi) dan sentralitas pembinaan karakter (Pedagogi Berpusat Akhlaq) menentukan arsitektur fundamental sistem, mulai dari organisasi konten dan metode pedagogis hingga antarmuka pengguna dan fitur komunitas.Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak hanya mungkin, tetapi juga dapat dicapai secara sistematis untuk menerjemahkan tradisi filosofis yang kaya dan holistik menjadi model koheren dan praktis untuk inovasi teknologi modern.

Berdasarkan hasil penelitian, saran-saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah sebagai berikut:. . 1. Pengembangan prototipe atau produk minimum yang dapat digunakan (MVP) dari platform pembelajaran yang didasarkan pada prinsip-prinsip kerangka IKEF. Kolaborasi multidisiplin antara sarjana Islam, pendidik, desainer pengalaman pengguna, dan insinyur perangkat lunak diperlukan untuk memastikan prototipe ini secara filosofis kuat dan teknologi tangguh.. . 2. Penciptaan dan validasi instrumen penilaian baru. Karena IKEF bertujuan untuk hasil belajar yang melampaui keuntungan kognitif, seperti pengembangan akhlak dan kesadaran spiritual, diperlukan metrik baru untuk mengukur efektivitasnya. Penelitian harus fokus pada desain alat dan rubrik yang dapat secara valid dan andal menilai dimensi holistik pembelajaran dalam lingkungan digital.. . 3. Pengujian kerangka IKEF dalam berbagai konteks budaya dan pendidikan di dunia Muslim. Studi masa depan harus menguji kelayakan dan adaptabilitas prinsip-prinsip kerangka ini dalam berbagai konteks lokal, menjelajahi cara-cara berbeda di mana prinsip-prinsipnya mungkin diekspresikan.. . 4. Penelitian longitudinal untuk melacak dampak jangka panjang lingkungan pembelajaran berbasis IKEF terhadap perkembangan intelektual, moral, dan spiritual siswa.. . 5. Penerapan pendekatan filosofis dan metodologis penelitian ini ke domain teknologi lainnya. Para peneliti dapat mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip inti IKEF, seperti Epistemologi Tawhidik dan Pedagogi Berpusat Akhlaq, dapat menginformasikan desain alat digital lainnya, termasuk platform media sosial, algoritma rekomendasi konten, dan sistem kecerdasan buatan. Hal ini akan berkontribusi pada gerakan yang lebih luas untuk menciptakan ekosistem teknologi yang dirancang secara sengaja untuk mendukung kemakmuran manusia.

  1. The effect of self-education on teachers’ competitiveness | Gorodnycha | Journal of Education and... edulearn.intelektual.org/index.php/EduLearn/article/view/21134The effect of self education on teachersAo competitiveness Gorodnycha Journal of Education and edulearn intelektual index php EduLearn article view 21134
  2. A systematic review of Self-Directed Learning: empirical evidence from STEM teaching and learning | ASYHARI... pasithee.library.upatras.gr/review/article/view/4501A systematic review of Self Directed Learning empirical evidence from STEM teaching and learning ASYHARI pasithee library upatras gr review article view 4501
  3. Transdisciplinarity as a Learning Challenge: Student Experiences and Outcomes in an Innovative Course... ieeexplore.ieee.org/document/9998574Transdisciplinarity as a Learning Challenge Student Experiences and Outcomes in an Innovative Course ieeexplore ieee document 9998574
  4. The Development of a Learning Activity Model for Promoting Digital Technology and Digital Content Development... doi.org/10.18178/ijiet.2023.13.8.1926The Development of a Learning Activity Model for Promoting Digital Technology and Digital Content Development doi 10 18178 ijiet 2023 13 8 1926
  1. #perangkat lunak#perangkat lunak
  2. #instrumen penilaian#instrumen penilaian
Read online
File size338.18 KB
Pages21
Short Linkhttps://juris.id/p-2j8
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test