AKSAQILAJURNALAKSAQILAJURNAL

Aksaqila International Humanities and Social Sciences [AIHSS] JournalAksaqila International Humanities and Social Sciences [AIHSS] Journal

Diplomasi pertahanan, yang lebih dikenal sebagai diplomasi militer, merupakan penggunaan kekuatan militer secara non-kekerasan untuk memajukan hubungan diplomatik suatu negara dan mempromosikan agenda internasionalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik penggunaan diplomasi pertahanan oleh Amerika Serikat dan India dalam misi perdamaian, khususnya yang berada di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini menganalisis studi kasus melalui tinjauan literatur. Temuan penelitian menyoroti pentingnya diplomasi pertahanan dalam mencapai kepentingan nasional melalui misi perdamaian serta mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang memengaruhi efektivitasnya, seperti kapasitas dan kemampuan militer, kerja sama antarlembaga, serta perumusan strategi diplomatik. Hasil penelitian memberikan wawasan penting mengenai peran diplomasi pertahanan dalam konteks hubungan internasional dan potensinya dalam meningkatkan efektivitas diplomasi.

Misi perdamaian oleh Amerika Serikat dan India menunjukkan peran penting keterlibatan militer dalam mencapai tujuan diplomatik yang lebih luas.Amerika Serikat memanfaatkan kontribusi finansial dan dukungan logistik untuk membentuk tujuan misi PBB serta meningkatkan reputasi dan pengaruh internasionalnya, sementara India menunjukkan komitmennya terhadap prinsip-prinsip PBB serta keinginannya memperkuat diplomasi dan daya lunak melalui kontribusi personel militer yang signifikan.Kedua negara sama-sama menggunakan diplomasi pertahanan untuk mendorong kerja sama, menyelesaikan konflik, dan mempromosikan stabilitas global.

Pertama, perlu dikaji bagaimana perbedaan struktur birokrasi pertahanan dan dinamika politik domestik di Amerika Serikat dan India memengaruhi keputusan untuk terlibat dalam misi perdamaian, mengingat bahwa faktor institusional menjadi pertimbangan penting dalam komitmen militer. Kedua, penting untuk meneliti dampak jangka panjang dari partisipasi dalam misi perdamaian terhadap kapasitas militer nasional, khususnya dalam konteks pelatihan, modernisasi, dan kesiapan operasional pasukan dari negara-negara yang mengirimkan banyak personel seperti India dibandingkan dengan negara yang lebih berperan secara finansial seperti Amerika Serikat. Ketiga, perlu diteliti bagaimana peningkatan keterlibatan perempuan dalam misi perdamaian, seperti yang diprakarsai oleh India, memengaruhi efektivitas operasi dan dinamika interaksi dengan komunitas lokal, serta apakah model ini dapat direplikasi oleh negara lain untuk meningkatkan legitimasi dan penerimaan sosial terhadap misi perdamaian.

  1. #united states#united states
  2. #digital communication#digital communication
Read online
File size361.79 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-2hT
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test