UNDIRAUNDIRA

AndharaAndhara

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Desa Sumakaju Rt 003 Rw 008, Kecamatan Jonggol, Jawa Barat pada bulan Juni 2022. Tujuannya adalah untuk memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada warga mengenai pemanfaatan pekarangan rumah untuk menambah penghasilan keluarga dengan sasaran adalah warga RT 03 RW 08. Metode yang digunakan dengan ceramah dan praktek perbanyakan vegetatif (macam-macam setek dan cangkok). Evaluasi kegiatan PKM dilakukan dengan cara membandingkan pemahaman warga sebelum dan sesudah kegiatan melalui kuisioner yang diisi setelah pelatihan selesai. Hasilnya 82% sangat mengerti tentang perbanyakan tanaman secara vegetatif. PKM ini 82% sangat menginspirasi peserta. Dan 75% peserta berminat untuk berwirausaha . Antusias perserta 100% menginginkan PKM seperti ini berlanjut. Adapun tema-tema yang diinginkan seperti pembuatan kompos sampah rumah tangga, pembuatan kripik pisang aneka rasa, menaman sayuran dan apotek hidup di halaman, budidaya ikan di rumah.

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelatihan secara signifikan meningkatkan pemahaman (82%) dan inspirasi (82%) peserta terhadap perbanyakan tanaman secara vegetatif.Terdapat minat yang tinggi (75%) dari peserta untuk mengembangkan wirausaha dengan memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber tambahan penghasilan.Peserta juga mengharapkan kegiatan pengabdian masyarakat ini berlanjut dengan topik-topik relevan lainnya, seperti penanganan sampah rumah tangga dan budidaya aneka produk.

Untuk pengembangan lebih lanjut, penelitian selanjutnya dapat fokus pada tiga arah utama. Pertama, penting untuk meneliti dampak jangka panjang dari pelatihan ini, bukan hanya minat awal. Sebuah studi bisa mengukur berapa banyak peserta yang benar-benar memulai usaha dan berapa pendapatan tambahan yang mereka peroleh setelah satu tahun, serta mengidentifikasi kesulitan terbesar yang mereka hadapi. Kedua, karena warga tertarik pada berbagai jenis tanaman, sebuah penelitian komparatif akan sangat bermanfaat untuk mengidentifikasi jenis usaha pekarangan mana yang paling potensial dan cepat menghasilkan keuntungan, apakah itu tanaman hias, sayuran, atau tanaman obat. Hal ini akan membantu calon wirausaha memilih fokus yang lebih tepat sasaran. Ketiga, sejalan dengan minat pada pengelolaan sampah, penelitian bisa menggabungkan konsep kemandirian pangan dan lingkungan. Misalnya, dengan mengkaji seberapa efektif sistem pengolahan sampah organik menjadi kompos mendukung kesuburan tanaman pekarangan, sehingga mengurangi biaya pupuk dan pada akhirnya meningkatkan keuntungan usaha secara berkelanjutan. Gabungan dari ketiga ide ini akan menciptakan ekosistem wirausaha rumahan yang lebih holistik dan tahan lama bagi masyarakat.

  1. #ekonomi kreatif#ekonomi kreatif
  2. #siswa smk#siswa smk
Read online
File size577.95 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-2f0
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test