AN NADWAHAN NADWAH

Aktualita: Jurnal Penelitian Sosial KeagamaanAktualita: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan

Manusia merupakan ciptaan Allah SWT. Yang sempurna. Kesempurnaan itu terletak pada akalnya. Selain dengan akalnya, manusia juga memiliki otak sebagai pusat kontrol seluruh aktivitas manusia. Artikel ini bertujuan untuk membahas konsep Ulul Albab dalam perspektif Neurosains. Istilah Ulul Albab ditemukan sebanyak 16 kali dalam al-Quran yang bermakna “manusia berakal sedangkan tentang Neurosains yaitu ilmu yang mempelajari otak manusia. Dalam kajian literatur Neurosains yang dekat dari itu ialah terdapat pada otak prefrontal, adapun jenis penelitian dan pendekatan penelitian ini berbentuk studi literatur. Studi literatur merupakan pendekatan yang digunakan untuk menghimpun informasi atau sumber yang terkait dengan topik suatu penelitian. Dalam penelitian ini, peneliti mencari data dari jurnal, artikel, atau buku yang relevan mengenai Pembelajaran berbasis neurosains dalam alQuran.

Dalam perspektif neurosains, konsep Ulul Albab dalam Al-Quran dapat dikaitkan dengan fungsi otak prefrontal yang mengendalikan kemampuan berpikir tingkat tinggi.Fungsi otak ini mencakup pemahaman mendalam, pengambilan keputusan bijaksana, dan kendali emosi, yang semuanya merefleksikan karakteristik Ulul Albab sebagai orang yang berakal.Dengan demikian, kajian ini menunjukkan bahwa Al-Quran telah mengakui pentingnya fungsi kognitif otak untuk mencapai kebijaksanaan dan keseimbangan dalam hidup.

Penelitian selanjutnya bisa mengajukan pertanyaan bagaimana cara mengukur aktivitas otak prefrontal pada individu yang dianggap memiliki karakteristik Ulul Albab melalui penelitian eksperimental. Selain itu, menarik untuk meneliti apakah ada pola aktivitas otak yang spesifik pada praktisi spiritual yang mencapai tingkatan insane kamil yang sering diasosiasikan dengan Ulul Albab, untuk melihat koneksi antara pengalaman spiritual dan biologi otak. Tidak hanya itu, ide penelitian juga dapat diarahkan ke bidang pendidikan, dengan merancang model pembelajaran yang secara khusus menggabungkan prinsip Ulul Albab dan pemahaman neurosains. Model ini bertujuan untuk secara praktis meningkatkan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual siswa secara seimbang, sebagaimana dicerminkan oleh konsep Ulul Albab yang holistik. Pendekatan ini akan mengubah wawasan dari sekadar kajian teoretis menjadi aplikasi nyata di dunia pendidikan. Dengan demikian, penelitian di masa depan tidak hanya mengkonfirmasi hubungan antara konsep agama dan sains otak, tetapi juga menawarkan metode praktis untuk mengembangkan potensi manusia secara integral.

  1. Menyusuri Hakikat Kebenaran: Kajian Epistemologi atas Konsep Intuisi dalamTasawuf al-Ghazali | At-Ta'dib.... doi.org/10.21111/at-tadib.v7i2.71Menyusuri Hakikat Kebenaran Kajian Epistemologi atas Konsep Intuisi dalamTasawuf al Ghazali At Tadib doi 10 21111 at tadib v7i2 71
  2. DOI Name 10.3389 Values. name values index type timestamp data serv crossref desc prefix frontiers research... doi.org/10.3389DOI Name 10 3389 Values name values index type timestamp data serv crossref desc prefix frontiers research doi 10 3389
  3. Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam. konsep akal bertingkat al farabi teori neurosains relevansinya pendidikan... ejournal.uika-bogor.ac.id/index.php/TAWAZUN/article/view/2757Tawazun Jurnal Pendidikan Islam konsep akal bertingkat al farabi teori neurosains relevansinya pendidikan ejournal uika bogor ac index php TAWAZUN article view 2757
  1. #ulul albab#ulul albab
  2. #studi kelayakan#studi kelayakan
Read online
File size318.12 KB
Pages13
Short Linkhttps://juris.id/p-2eD
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test