UNSIMARUNSIMAR
AgropetAgropetPenelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas cendawan Penicillium sp. sebagai biopestisida terhadap penggerek buah kakao (C. cramerella Snellen) di laboratorium dan di lapang. Luaran penelitian berupa didapatkan informasi potensi Penicillium sp. sebagai agensia pengendali penggerek buah kakao C. cramerella yang selanjutnya dapat digunakan sebagai sumber acuan dalam program pengendalian OPT di pertanaman kakao secara terpadu. Penelitian dilaksanakan di laboratorium IAD Universitas Sintuwu Maroso Poso dan perkebunan kakao Kec. Poso Pesisir dan Lage yang berlangsung selama 6 bulan. Perlakuan yang dicobakan terdiri dari 7 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penicillium sp isolat lokal Poso yang didapatkan dari rhizosfer tanaman jagung dan dari kadafer di perkebunan kakao dapat menyebabkan mortalitas larva instar terakhir dan pupa PBK pada uji bioassay di laboratorium dan cendawan ini memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bioinsektisida karena dapat menurunkan persentase buah kakao terserang PBK yang diaplikasikan di kebun kakao di dataran rendah dan dataran menengah/sedang masing-masing sebesar 62,96 hingga 88% dan sebesar 36,53 hingga 90,7%.
Penicillium sp isolat lokal Poso adalah jenis cendawan entomopatogen yang potensial dijadikan sebagai bioinsektisida karena dapat menyebabkan mortalitas larva dan pupa PBK serta dapat menekan persentase kerusakan buah kakao di lapang.Kombinasi penggunaan pupuk organik dan penggunaan agensia hayati (Penicillium sp) secara nyata menekan tingkat kerusakan buah akibat serangan PBK sebesar 62,96 hingga 88% pada dataran rendah dan sebesar 36,53 hingga 90,7% pada dataran menengah/sedang.
Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan formulasi bioinsektisida berbasis cendawan Penicillium sp yang lebih efektif dan stabil di lapangan. Selain itu, diperlukan studi lebih lanjut mengenai faktor lingkungan yang mempengaruhi efektivitas cendawan ini sebagai agensia pengendali hama. Penelitian juga dapat menguji kombinasi Penicillium sp dengan agensia hayati lain untuk meningkatkan efektivitas pengendalian hama PBK secara terpadu.
| File size | 1.51 MB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD The results showed that the creative thinking abilities of class XI students of SMA Negeri 7 Palu in the categories of Fluency, Flexibility, Elaboration,The results showed that the creative thinking abilities of class XI students of SMA Negeri 7 Palu in the categories of Fluency, Flexibility, Elaboration,
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD Hasil penelitian menunjukkan persen pemulihan diazinon pada sampel mustard green sebesar 98,80 %–100,41 %. HF‑LPME yang dikombinasikan dengan HPLC‑DADHasil penelitian menunjukkan persen pemulihan diazinon pada sampel mustard green sebesar 98,80 %–100,41 %. HF‑LPME yang dikombinasikan dengan HPLC‑DAD
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD Hasil analisis respon siswa terhadap modul pembelajaran menunjukkan bahwa 29% siswa merespon sangat praktis, 64,4% siswa merespon praktis, 6% siswa meresponHasil analisis respon siswa terhadap modul pembelajaran menunjukkan bahwa 29% siswa merespon sangat praktis, 64,4% siswa merespon praktis, 6% siswa merespon
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD ) Griff. ) berpotensi sebagai tabir surya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi isolat senyawa flavonoid dari daun wungu dan menentukan nilai SPF.) Griff. ) berpotensi sebagai tabir surya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi isolat senyawa flavonoid dari daun wungu dan menentukan nilai SPF.
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD SPCC - SD material is classified as low carbon steel based on its carbon content. 5-unit flat washers were identified with sample codes A, B, C, D, andSPCC - SD material is classified as low carbon steel based on its carbon content. 5-unit flat washers were identified with sample codes A, B, C, D, and
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD This type of research was experimental designs with one group pretest-posttest design. The study used 2 classes, namely class XA as replication class 1This type of research was experimental designs with one group pretest-posttest design. The study used 2 classes, namely class XA as replication class 1
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD Hal ini dapat dibuktikan dengan dua indikator. nilai rata-rata siklus dan ketuntasan klasik siklus. Untuk nilai rata-rata, satu siklus memiliki nilai rata-rataHal ini dapat dibuktikan dengan dua indikator. nilai rata-rata siklus dan ketuntasan klasik siklus. Untuk nilai rata-rata, satu siklus memiliki nilai rata-rata
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD REM terdiri dari 17 unsur yang diklasifikasikan menjadi REM ringan, REM menengah, dan REM berat. Artikel ini berfokus pada REM ringan, yang banyak diterapkanREM terdiri dari 17 unsur yang diklasifikasikan menjadi REM ringan, REM menengah, dan REM berat. Artikel ini berfokus pada REM ringan, yang banyak diterapkan
Useful /
UIIIUIII Secara keseluruhan, buku ini merupakan kontribusi yang penting bagi para akademisi dan pembuat kebijakan dengan menawarkan refleksi yang tajam namun penuhSecara keseluruhan, buku ini merupakan kontribusi yang penting bagi para akademisi dan pembuat kebijakan dengan menawarkan refleksi yang tajam namun penuh
BIOTROPBIOTROP Percobaan dirancang dalam faktorial 3 × 5 dengan desain split‑plot randomized complete block design (RCBD), dimana faktor utama (A) adalah frekuensiPercobaan dirancang dalam faktorial 3 × 5 dengan desain split‑plot randomized complete block design (RCBD), dimana faktor utama (A) adalah frekuensi
UNSAPUNSAP Teknik penelitian dalam melaksanakan analisis adalah dengan menggunakan teknik analisis teks yang peneliti gunakan untuk menganalisis unsur intrinsik dalamTeknik penelitian dalam melaksanakan analisis adalah dengan menggunakan teknik analisis teks yang peneliti gunakan untuk menganalisis unsur intrinsik dalam
UNSIMARUNSIMAR 759.200/MT. Sedangkan penggunaan pupuk organik pada tahun pertama akan terjadi penurunan produksi 20 persen dari panen sebelumnya. Berdasarkan hasil penelitian,759.200/MT. Sedangkan penggunaan pupuk organik pada tahun pertama akan terjadi penurunan produksi 20 persen dari panen sebelumnya. Berdasarkan hasil penelitian,