UIIIUIII
Muslim Politics ReviewMuslim Politics ReviewPada Maret 2022, Pengadilan Tinggi Karnataka India memutuskan bahwa penggunaan hijab oleh siswa Muslim bukanlah praktik keagamaan yang esensial dalam Islam. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai otoritas untuk menafsirkan hukum Islam, karena para hakim secara efektif menentukan apa yang secara sah merupakan Islam dan apa yang tidak. Untuk melacak silsilah dari mode-mode mengelola agama ini, makalah ini mengkaji tiga momen yang terhubung—kasus hijab Karnataka, debat Majelis Konstituante India 1946-1949, dan kodifikasi hukum Islam oleh pemerintah kolonial Inggris—sebagai contoh di mana otoritas negara muncul dalam register yudisial, konstitusional, dan kolonial. Di berbagai situs ini, dengan menggunakan metode genealogis, artikel ini menunjukkan bagaimana negara terus-menerus mereorganisasi tradisi hukum dan etika Islam ke dalam bentuk-bentuk yang dapat dikelola, menghasilkan subjek Muslim yang mengatur dirinya sendiri. Saya berpendapat bahwa kemampuan pengadilan untuk mendefinisikan dan membatasi norma-norma Islam secara struktural melekat dalam tata bahasa negara modern dan logika pemerintahannya, yang diwariskan dan dikonfigurasi ulang dari teknik-teknik kolonial dalam mendefinisikan dan mengatur agama.
Putusan Pengadilan Tinggi Karnataka mengenai hijab menunjukkan bagaimana negara sekuler menggunakan kekuasaan yudisial untuk mendefinisikan dan mengatur agama, yang memaksa Muslim untuk menavigasi paradoks di mana mereka harus menjadi warga negara sambil menekankan identitas religius mereka.Otoritas negara atas agama ini bukanlah hal baru, tetapi secara historis bersumber dari praktik hukum kolonial yang diteruskan oleh negara India pascakolonial, yang membatasi hukum Islam dan mengukuhkan kekuasaan interpretifnya sendiri.Akibatnya, negara-bangsa modern memaksa ekspresi religius melalui kerangka kerja liberal-sekuler, dan dalam konteks mayoritas Hindu di India, hal ini secara tidak proporsional mendisiplinkan subjek Muslim, membuat navigasi politik menjadi klaim konstitusional dan sekaligus sebuah pernyataan teologis.
Penelitian ini membuka jalan untuk beberapa kajian lanjutan yang lebih mendalam. Pertama, kita bisa meneliti bagaimana masyarakat Muslim di India sendiri berdiskusi dan menentukan apa yang paling penting dalam agama mereka, tanpa harus mengikuti aturan dari pengadilan atau pemerintah. Penelitian ini bisa fokus pada percakapan di lingkungan sekolah, tempat ibadah, atau dalam keluarga untuk memahami bagaimana mereka menjaga keyakinan di tengah tekanan hukum. Kedua, penting juga untuk melihat cara-cara kreatif yang digunakan warga Muslim dalam mengekspresikan keyakinan mereka di ruang publik sebagai bentuk perlawanan yang damai. Misalnya, dengan mempelajari bagaimana pemilihan busana, kegiatan sosial, atau praktik ibadah harian bisa menjadi cara mereka menegosiasikan identitas di sekolah atau tempat kerja. Selain itu, penelitian selanjutnya bisa menghubungkan pola pemerintahan agama saat ini dengan kebijakan ekonomi yang diwarisi dari masa kolonial. Pertanyaannya, bagaimana aturan lama tentang pajak atau tanah ternyata juga mempengaruhi cara negara saat ini ikut campur dalam urusan pribadi seperti pernikahan dan warisan umat Islam. Ini akan memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang bagaimana kekuasaan negara bekerja, tidak hanya melalui hukum tetapi juga melalui kebijakan ekonomi. Dengan mengeksplorasi tiga arah ini, pemahaman kita tentang hubungan yang rumit antara negara, agama, dan kehidupan masyarakat sehari-hari di India akan jauh lebih kaya dan relevan.
| File size | 237.69 KB |
| Pages | 31 |
| Short Link | https://juris.id/p-2bk |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
UIIIUIII Penegasan kembali Muslim ini telah didokumentasikan bahkan di tempat-tempat di mana Muslim merupakan minoritas, seperti Singapura. Berdasarkan dua surveiPenegasan kembali Muslim ini telah didokumentasikan bahkan di tempat-tempat di mana Muslim merupakan minoritas, seperti Singapura. Berdasarkan dua survei
UIIIUIII Secara keseluruhan, buku ini merupakan kontribusi yang penting bagi para akademisi dan pembuat kebijakan dengan menawarkan refleksi yang tajam namun penuhSecara keseluruhan, buku ini merupakan kontribusi yang penting bagi para akademisi dan pembuat kebijakan dengan menawarkan refleksi yang tajam namun penuh
UIIIUIII Tantangan yang dihadapi meliputi regulasi negara, simbolisme religius, dan dinamika post‑konflik yang memengaruhi posisi gender. Dengan demikian, penelitianTantangan yang dihadapi meliputi regulasi negara, simbolisme religius, dan dinamika post‑konflik yang memengaruhi posisi gender. Dengan demikian, penelitian
IAIN KERINCIIAIN KERINCI Sosialisasi ini membuat staf perpustakaan SMA N 12 Medan memahami pentingnya media sosial Instagram sebagai alat promosi.mereka kini mampu membuat kontenSosialisasi ini membuat staf perpustakaan SMA N 12 Medan memahami pentingnya media sosial Instagram sebagai alat promosi.mereka kini mampu membuat konten
STIAB JINARAKKHITASTIAB JINARAKKHITA The study sample consisted of thirty students selected using a saturated sampling technique. The findings show that interactive learning positively andThe study sample consisted of thirty students selected using a saturated sampling technique. The findings show that interactive learning positively and
UMPUMP bahasa negara sebagai proses ideologis, sociolinguistic truism, rezim sociolinguistic memiliki definisi bahasa secara mandiri, dan adanya perbedaan antarabahasa negara sebagai proses ideologis, sociolinguistic truism, rezim sociolinguistic memiliki definisi bahasa secara mandiri, dan adanya perbedaan antara
UMPUMP Penelitian ini bertujuan mengkaji kekhasan muatan kearifan lokal dalam redaksi branding Kampung Batik Laweyan sebagai upaya memperkuat identitas budayaPenelitian ini bertujuan mengkaji kekhasan muatan kearifan lokal dalam redaksi branding Kampung Batik Laweyan sebagai upaya memperkuat identitas budaya
UINUIN Berdasarkan hal itu, artikel ini secara kritis menganalisis perkembangan litigasi dan peradilan saat ini serta reformasi hukum dan proses kebijakan yangBerdasarkan hal itu, artikel ini secara kritis menganalisis perkembangan litigasi dan peradilan saat ini serta reformasi hukum dan proses kebijakan yang
Useful /
UIIIUIII Komponen-komponen ini didahului oleh diplomasi ekonomi yang gencar oleh China, terutama selama masa kepresidenan Joko Widodo (2014-2024), yang semakinKomponen-komponen ini didahului oleh diplomasi ekonomi yang gencar oleh China, terutama selama masa kepresidenan Joko Widodo (2014-2024), yang semakin
UIIIUIII By examining the contents of 67 Friday prayers sermons from 67 mosques in Semarang, Central Java, in-depth interviews with ʿulamāʾ, and journalisticBy examining the contents of 67 Friday prayers sermons from 67 mosques in Semarang, Central Java, in-depth interviews with ʿulamāʾ, and journalistic
UINUIN Kesiapan pihak-pihak dalam merumuskan qanun menjadi faktor utama penghilangan hukuman rajam, potong tangan, dan hukuman mati dalam Qanun Jinayat Aceh.Kesiapan pihak-pihak dalam merumuskan qanun menjadi faktor utama penghilangan hukuman rajam, potong tangan, dan hukuman mati dalam Qanun Jinayat Aceh.
UNSIMARUNSIMAR Namun, hanya sebagian kecil petani (2,86% SD, 11,43% SLTP, dan 20,00% SLTA) yang mengetahui gejala keracunan Fe pada padi sawah. Gejala keracunan Fe menurutNamun, hanya sebagian kecil petani (2,86% SD, 11,43% SLTP, dan 20,00% SLTA) yang mengetahui gejala keracunan Fe pada padi sawah. Gejala keracunan Fe menurut