UMELMANDIRIUMELMANDIRI

Jurnal Hukum Ius PublicumJurnal Hukum Ius Publicum

Kejahatan semakin bervariasi, banyak kejahatan yang berkembang dalam layanan pinjaman online. Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam industri ini adalah praktik pengancaman desk collection yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu ketika konsumen mengalami kredit macet atau gagal membayar pinjaman sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati. Permasalahan yang diangkat dalam studi kasus ini mencerminkan bahwa pengaruh gaya hidup rutinitas seseorang dalam menjalani hidupnya mampu memotivasi seseorang melakukan pinjaman online, dimana banyak di antaranya yang masih sering terjebak dengan perusahaan yang menawarkan layanan pinjaman online secara mudah dan cepat tanpa memperhatikan resiko-resiko yang mungkin saja dapat terjadi. Tujuan utama dari penulisan ini adalah untuk menganalisis seberapa jauh dampak perlakuan buruk yang dilakukan oleh oknum desk collector terhadap debitur. Juga untuk melindungi dan mencegah masyarakat lain kemudian menjadi korban dari praktik pengancaman dalam industri pinjaman online. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif teks analitik dengan jenis penelitian kualitatif dengan mencari dan mengkaji berbagai bacaan dan tulisan ilmiah sebelumnya dan penyebaran kuesioner yang bersifat open question, dengan ruang lingkup penelitian dibatasi pada kasus tindak kejahatan desk collector dalam upaya penagihan utang kepada debitur pinjaman online.

Layanan pinjaman online memang menguntungkan dan menjadi alternatif bagi sebagian masyarakat yang sedang membutuhkan pinjaman dengan proses yang cepat dan mudah.Namun segala hal pasti memiliki resiko, termasuk penggunaan layanan pinjaman online tersebut, dimana tetap adanya resiko gagal bayar yang memungkinkan untuk terjadi pada konsumen/debitur itu sendiri.Dalam menangani permasalahan kredit macet, perusahaan layanan pemberi pinjaman (lender) juga menyediakan cara yang strategis dengan tujuan untuk menerima kembali dana yang telah dipinjamkan, dengan kehadiran kolektor yang dapat berupa desk collector, field collector, maupun debt collector dengan tugas utamanya melakukan penagihan kepada debitur.

Penelitian selanjutnya dapat meneliti sejauh mana program literasi keuangan yang diberikan kepada masyarakat dapat menurunkan kerentanan debitur terhadap ancaman desk collector, dengan mengukur perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku peminjam setelah mengikuti pelatihan. Selanjutnya, studi dapat mengevaluasi pengaruh penerapan regulasi yang lebih ketat, seperti standar operasional prosedur wajib dan sanksi pidana yang lebih berat, terhadap perilaku kolektor dan frekuensi tindakan pengancaman, melalui perbandingan data sebelum dan sesudah regulasi diberlakukan. Selain itu, penelitian dapat menggali efektivitas mekanisme perlindungan data pribadi digital, misalnya enkripsi dan kebijakan privasi yang diwajibkan pada platform pinjaman online, dalam mencegah penyebaran informasi pribadi oleh desk collector serta dampaknya terhadap tingkat victimisasi. Ketiga arah kajian ini diharapkan dapat memberikan dasar ilmiah bagi pembuat kebijakan dan pelaku industri fintech untuk menciptakan lingkungan pinjaman yang lebih aman dan adil. Metode yang dapat dipakai antara lain survei kuantitatif terhadap nasabah yang telah mengalami ancaman, wawancara mendalam dengan pihak regulator, serta analisis konten pada kebijakan privasi platform digital. Hasil penelitian diharapkan dapat mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang memperparah atau meredam praktik pengancaman, sehingga dapat dirumuskan rekomendasi kebijakan yang lebih tepat sasaran.

  1. Jurnal LITIGASI. desk collector fintech ilegal perlindungan korban litigasi jurnal menu home current... doi.org/10.23969/litigasi.v21i2.3103Jurnal LITIGASI desk collector fintech ilegal perlindungan korban litigasi jurnal menu home current doi 10 23969 litigasi v21i2 3103
Read online
File size955.74 KB
Pages29
Short Linkhttps://juris.id/p-2ay
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test