BERKALAHAYATIBERKALAHAYATI

Berkala Penelitian HayatiBerkala Penelitian Hayati

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh ekstrak biji labu kuning terhadap morfologi dan motilitas mencit setelah pemberian 2-ME. Tiga puluh ekor mencit jantan, berumur 56–63 hari dengan berat 23–27 g digunakan sebagai hewan percobaan dan dibagi menjadi 5 kelompok (2 kelompok kontrol dan 3 kelompok perlakuan), masing-masing 6 ekor. Kelompok pertama adalah K0 yang diberi 0,1 mL aquades melalui gavage selama 40 hari setiap hari, dan kemudian K1 diberi 0,05 mL 2-ME 200 mg/kg secara intraperitoneal setiap hari selama 5 hari, dan dilanjutkan dengan pemberian aquades. Kelompok perlakuan diberi 2-ME pada 5 hari pertama, kemudian dilanjutkan dengan pemberian ekstrak biji labu kuning melalui gavage. Ekstrak biji Cucurbita moschata diberikan dalam tiga dosis: 0,5; 1,0; dan 2,0 g/kg BB selama 35 hari. Sperma dikumpulkan dari kauda epididimis. Parameter kualitas sperma adalah morfologi dan motilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak biji Cucurbita moschata dosis 0,5–1,0 g/kg BB tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan dan kemudian dosis 2,0 g/kg BB meningkatkan proses pemulihan morfologi dan motilitas dengan perbedaan signifikan p < 0,05. Kesimpulannya adalah ekstrak biji Cucurbita moschata meningkatkan proses pemulihan morfologi dan motilitas mencit.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian ekstrak etanol biji labu kuning dosis 2,0 g/kg BB meningkatkan proses pemulihan morfologi dan motilitas spermatozoa mencit setelah terpapar senyawa 2-metoksietanol.

Penelitian lanjutan dapat berfokus pada identifikasi senyawa aktif dalam biji labu kuning yang bertanggung jawab atas peningkatan kualitas sperma, serta mekanisme molekuler yang terlibat dalam proses pemulihan tersebut. Studi dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas ekstrak biji labu kuning dengan senyawa atau terapi lain yang diketahui memiliki efek positif pada kualitas sperma. Selain itu, perlu diteliti efek ekstrak biji labu kuning pada parameter kesuburan lain, seperti fragmentasi DNA sperma dan tingkat kehamilan. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menguji efektivitas dan keamanan penggunaan ekstrak biji labu kuning pada manusia dengan masalah infertilitas, termasuk penentuan dosis optimal dan potensi efek samping. Eksplorasi formulasi ekstrak biji labu kuning yang berbeda, seperti nanoemulsi atau liposom, dapat dilakukan untuk meningkatkan bioavailabilitas dan efektivitasnya.

  1. #ekstrak etanol#ekstrak etanol
  2. #ekstrak etanol gracilaria#ekstrak etanol gracilaria
Read online
File size384.09 KB
Pages4
Short Linkhttps://juris.id/p-29o
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test