UNIVAL CILEGONUNIVAL CILEGON

ChemproChempro

Kota-kota besar di Indonesia menghasilkan puluhan ton sampah setiap harinya, terutama sampah organik dari rumah tangga. Produksi sampah ini diperkirakan akan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Hal ini juga terjadi di Kota Cilegon, dengan semakin banyaknya sampah organik, maka diperlukan suatu proses pengolahan untuk meningkatkan efisiensi produk yang dihasilkan dari sampah sayur. Salah satu alternatifnya adalah dengan mengolah sampah organik menjadi pupuk organik cair dengan penambahan bioaktivator, misalnya EM4. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi sampah sayur organik dengan mengolahnya menjadi pupuk organik cair. Analisis kualitas nutrisi POC meliputi pH dan warna serta analisis Nitrogen, Fosfor, dan Kalium dengan metode Kjehdal, spektrofotometri UV-Vis, dan spektroskopi serapan atom. Dalam pembuatan POC ini, volume EM4 dan lama waktu fermentasi akan divariasikan. Hasil penelitian menunjukkan efektivitas penggunaan EM4 yang tepat yaitu EM4 sebanyak 15 mL dengan lama fermentasi 15 hari menghasilkan kadar N, P, dan K masing-masing sebesar 0,174%, 0,110%, dan 0,314%.

Penambahan volume EM4 yang berlebihan dapat menurunkan kandungan NPK pada Pupuk Organik Cair (POC) karena pertumbuhan mikroorganisme mencapai kesetimbangan.Waktu fermentasi yang lebih lama juga menyebabkan penurunan kandungan NPK, mengingat EM4 bekerja secara efisien tanpa memerlukan durasi yang panjang.Penggunaan EM4 sebanyak 15 mL dengan lama fermentasi 15 hari terbukti paling efektif, menghasilkan kadar NPK sebesar 0,174%.

Penelitian berikutnya dapat dikembangkan dengan mengeksplorasi bioaktivator alternatif selain EM4 untuk melihat apakah ada mikroba lokal yang lebih efektif atau lebih murah dalam mengolah limbah sayuran. Selain itu, penting untuk menyelidiki bagaimana pengaruh komposisi bahan baku yang berbeda terhadap kualitas akhir pupuk, karena penelitian ini menunjukkan jenis sayuran memengaruhi kadar fosfor dan kalium. Sebuah penelitian bisa membandingkan pupuk yang dibuat dari limbah sayuran daun hijau dengan limbah sayuran buah atau umbi-umbian untuk menemukan formulasi paling ideal. Terakhir, untuk membuktikan manfaat sebenarnya, perlu dilakukan uji coba lapang dengan menerapkan pupuk organik cair hasil optimal ini pada tanaman pertanian. Uji coba ini bisa mengukur parameter seperti pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, dan bobot panen, serta membandingkannya dengan penggunaan pupuk kimia atau pupuk organik lain yang sudah ada di pasaran. Dengan demikian, kita dapat mengetahui tidak hanya efektivitasnya di laboratorium tetapi juga dampak ekonomi dan praktisnya di lapangan bagi petani.

  1. Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Sayuran dengan Menggunakan Bioaktivator EM4 | Jurnal Teknologi... ojs.unimal.ac.id/index.php/jtk/article/view/9466Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Sayuran dengan Menggunakan Bioaktivator EM4 Jurnal Teknologi ojs unimal ac index php jtk article view 9466
  1. #pupuk organik cair#pupuk organik cair
  2. #kombinasi pupuk organik#kombinasi pupuk organik
Read online
File size348.55 KB
Pages6
Short Linkhttps://juris.id/p-27B
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test