LINTASBUDAYANUSANTARALINTASBUDAYANUSANTARA

Jurnal Kajian Budaya dan HumanioraJurnal Kajian Budaya dan Humaniora

Media massa media baru/media sosial adalah produsen pesan dimana khalayak mengkonsumsi pesan yang disampaikan media massa juga media baru, tentu saja tidak semua pesan yang diproduksi media layak dan baik untuk dikonsumsi dan karena itu, maka upaya menyikapi pengaruh buruk dan hegemoni media, saat ini berkembang pemikiran tentang media literasi. Kemampuan melek media diharapkan dapat mengendalikan kepentingan dan pengaruh media massa dalam kehidupan individu, keluarga dan masyarakat serta membantu kita merancang tindakan dalam menangani pengaruh tersebut. Seorang pengguna media yang mempunyai literasi media akan berupaya memberi reaksi dan menilai sesuatu pesan media dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Kajian literasi media menyediakan pengetahuan, informasi dan statistik tentang media dan budaya, serta memberi pengguna media dengan satu set peralatan untuk berpikir dengan kritis terhadap idea, produk atau citra yang disampaikan dan dijual oleh media massa sehingga khalayak memiliki posisi tawar mana yang layak dan tidak untuk dikonsumsi.

Khalayak yang aktif namun tidak memiliki literasi dapat berujung pada tindakan brutal.Sebaliknya, kelompok media watch merupakan khalayak aktif dengan tingkat literasi tinggi yang secara konsisten menerbitkan hasil pemantauannya dan mengkritisi media.Kedua kelompok ini menunjukkan pentingnya peningkatan literasi media untuk membentuk partisipasi publik yang kritis.

Penelitian selanjutnya dapat menguji sejauh mana program pelatihan literasi media dapat meningkatkan kesadaran kritis dan mengurangi sikap pasif di antara khalayak massa Indonesia; studi ini sebaiknya menggunakan desain eksperimental dengan kelompok kontrol dan mengukur perubahan persepsi sebelum dan sesudah intervensi. Selain itu, penting untuk meneliti bagaimana platform media sosial berperan dalam praktik media watch, khususnya dalam memfasilitasi publikasi hasil pemantauan dan respons terhadap konten media; pendekatan kualitatif berbasis wawancara mendalam dengan aktivis media watch serta analisis konten digital dapat memberikan gambaran komprehensif. Selanjutnya, penelitian dapat memfokuskan pada pengaruh narasi hegemonik media terhadap tren fashion dan persepsi citra tubuh pada remaja Indonesia, dengan menggabungkan survei psikologis dan analisis visual iklan serta program televisi. Ketiga arah studi ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman tentang dinamika literasi media, akuntabilitas media, dan dampak budaya media, serta memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih tepat bagi lembaga pendidikan dan regulator. Dengan memperhatikan keterbatasan metodologi sebelumnya, seperti sampel terbatas dan kurangnya data longitudinal, penelitian berikutnya sebaiknya memperluas cakupan geografis dan periode observasi untuk menghasilkan temuan yang lebih generalisasi.

  1. #hak cipta#hak cipta
  2. #program literasi#program literasi
Read online
File size126.59 KB
Pages6
Short Linkhttps://juris.id/p-23H
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test