UNUKASEUNUKASE
Nusantara Journal of Education and Social ScienceNusantara Journal of Education and Social SciencePenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis aplikasi web Powtoon terhadap hasil belajar siswa kelas VII pada materi bahasan barisan dan deret aritmetika di MTs-SA Darussalim Bati-Bati. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII sebanyak 48 siswa yang terdistribusi dalam dua kelas. Sampel penelitian ini adalah 48 siswa yang terbagi menjadi kelas eksperimen yakni kelas VII-A sejumlah 24 orang dan kelas kontrol (VII-B) sejumlah 24 orang yang diambil dengan Teknik purposive sampling Maksimal (maximum variation sampling). Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif kuasi eksperimen menggunakan desain nonequivalent control group dalam bentuk pretest dan posttest yang menggunakan dua kelas sampel penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui hasil observasi dan tes. Pretest diberikan sebelum perlakuan untuk mengukur pemahaman awal siswa sedangkan posttest diberikan setelah diberikan perlakuan untuk mengukur pemahaman akhir siswa. Teknik analisis data hasil belajar siswa dengan menggunakan uji statistik One-Way ANOVA (Analysis of Variance). Hasil uji ANOVA Nilai signifikansi yang diperoleh (0,0001) jauh lebih kecil dari tingkat signifikansi yang umum digunakan (α = 0,05). Artinya, terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa pada kedua kelompok. Dengan demikian, pembelajaran berbasis aplikasi Powtoon memberikan dampak yang positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa dibandingkan dengan pembelajaran konvensional.
Pembelajaran berbasis aplikasi Powtoon efektif meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VII MTs-SA Darussalim Bati-Bati pada materi Aritmetika Sosial.Siswa yang belajar dengan Powtoon menunjukkan peningkatan hasil belajar yang signifikan dibandingkan metode konvensional.Penggunaan animasi dan visual membuat siswa lebih antusias, aktif, dan mudah memahami konsep abstrak sehingga kepercayaan diri serta motivasi mereka meningkat.
Bagaimana jika peneliti selanjutnya menguji apakah Powtoon tetap efektif untuk materi geometri atau aljabar yang lebih kompleks? Bolehkah guru menggabungkan Powtoon dengan kuis interaktif langsung di kelas untuk melihat apakah hasil belajar menjadi lebih optimal? Apakah keberhasilan Powtoon juga berlaku jika digunakan dalam pembelajaran daring secara jangka panjang, misalnya selama satu semester penuh?.
| File size | 342.74 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
OJSOJS Membaca merupakan suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui mediaMembaca merupakan suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media
EDUPEDEDUPED Data penelitian ini di peroleh dengan cara 1) Observasi; 2) Tes; dan 3) Dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa:Data penelitian ini di peroleh dengan cara 1) Observasi; 2) Tes; dan 3) Dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa:
EDUPEDEDUPED Selain itu, persentase ketuntasan kelas XII sebesar 42%, sebaliknya yang belum tuntas sebesar 58%. Problematika pembelajaran daring pada mata pelajaranSelain itu, persentase ketuntasan kelas XII sebesar 42%, sebaliknya yang belum tuntas sebesar 58%. Problematika pembelajaran daring pada mata pelajaran
EDUPEDEDUPED Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dengan menggunakan metode inquiri. Subjek dari penelitian ini siswa kelas X IPS 1Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dengan menggunakan metode inquiri. Subjek dari penelitian ini siswa kelas X IPS 1
MAHADEWAMAHADEWA Penerapan model discovery learning meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia peserta didik kelas X P MIPA 4. Langkah-langkah implementasi mencakup stimulasi,Penerapan model discovery learning meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia peserta didik kelas X P MIPA 4. Langkah-langkah implementasi mencakup stimulasi,
UMSUMS Formulir yang dikembangkan cukup jelas bagi responden sehingga kesalahan isi terkait konten utama relatif sedikit. Kesalahan yang sering dilakukan respondenFormulir yang dikembangkan cukup jelas bagi responden sehingga kesalahan isi terkait konten utama relatif sedikit. Kesalahan yang sering dilakukan responden
MAHADEWAMAHADEWA Kriteria keberhasilan adalah sebagai berikut: (1) nilai rata-rata ulangan harian minimal sebesar KKM=70, dan (2) ketuntasan belajar klasikal minimal 85%.Kriteria keberhasilan adalah sebagai berikut: (1) nilai rata-rata ulangan harian minimal sebesar KKM=70, dan (2) ketuntasan belajar klasikal minimal 85%.
KOMPETIFKOMPETIF Pengembangan program pelatihan terintegrasi yang menekankan peningkatan pengetahuan layanan, produk, serta keterampilan komunikasi terbukti diperlukanPengembangan program pelatihan terintegrasi yang menekankan peningkatan pengetahuan layanan, produk, serta keterampilan komunikasi terbukti diperlukan
Useful /
RCSDEVELOPMENTRCSDEVELOPMENT Meskipun berhasil, durasi pelatihan yang singkat dan ukuran sampel yang kecil diidentifikasi sebagai keterbatasan. Untuk menjamin keberlanjutan, disarankanMeskipun berhasil, durasi pelatihan yang singkat dan ukuran sampel yang kecil diidentifikasi sebagai keterbatasan. Untuk menjamin keberlanjutan, disarankan
RCSDEVELOPMENTRCSDEVELOPMENT Workshop pembuatan sabun kertas berbahan ekstrak daun kemangi dan serai terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani sayur Desa Janti,Workshop pembuatan sabun kertas berbahan ekstrak daun kemangi dan serai terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani sayur Desa Janti,
RCSDEVELOPMENTRCSDEVELOPMENT Peserta memperoleh wawasan tentang kandungan gizi dan potensi nira sawit sebagai bahan baku produk olahan, termasuk gula merah, sirup, dan bioetanol. HasilPeserta memperoleh wawasan tentang kandungan gizi dan potensi nira sawit sebagai bahan baku produk olahan, termasuk gula merah, sirup, dan bioetanol. Hasil
MAHAPRAJNASTABMAHAPRAJNASTAB Data primer dikumpulkan melalui survei langsung terhadap mahasiswa dan mahasiswi. Pengukuran Innovative Behavior terdiri dari 10 indikator. BerdasarkanData primer dikumpulkan melalui survei langsung terhadap mahasiswa dan mahasiswi. Pengukuran Innovative Behavior terdiri dari 10 indikator. Berdasarkan