POLIBANPOLIBAN

POSITIF : Jurnal Sistem dan Teknologi InformasiPOSITIF : Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi

Saat ini, berbagai kerangka kerja digunakan untuk menerapkan Tata Kelola Teknologi Informasi (ITG). Karena sifat ITG yang dinamis dan terus berkembang, terdapat permintaan yang meningkat untuk persiapan, perencanaan, dan pengembangan proses yang lebih efisien. Dalam konteks ini, memiliki kerangka kerja pendukung merupakan prioritas utama. Oleh karena itu, penulis bermaksud menyelidiki bagaimana integrasi kerangka kerja ITIL ke dalam pendekatan Continual Service Improvement dapat meningkatkan ITG. Upaya ini akan diperkuat dengan penerapan pendekatan operasional yang lebih adaptif dan disederhanakan berupa Agile Project Management dengan metodologi Scrum. Tujuannya adalah mempercepat kemajuan ITG dan membuatnya lebih responsif serta efisien dalam memaksimalkan kualitas layanan di berbagai organisasi.

Integrasi kerangka Agile Project Management dengan metode Scrum dalam penerapan Tata Kelola Teknologi Informasi yang mengadopsi kerangka ITIL dapat mempermudah restrukturisasi perusahaan.Fleksibilitas Scrum memiliki potensi besar dalam pembangunan dan implementasi Tata Kelola Teknologi Informasi untuk peningkatan layanan pelanggan.Meskipun berbeda, kerangka ITIL dan PMP saling melengkapi dalam implementasi Tata Kelola Teknologi Informasi untuk restrukturisasi organisasi perusahaan dan peningkatan layanan pelanggan.

Pertama, perlu diteliti bagaimana integrasi Scrum dengan ITIL dapat diterapkan secara efektif di sektor publik, khususnya instansi pemerintahan yang memiliki tantangan unik dalam birokrasi dan layanan masyarakat. Kedua, penting untuk mengeksplorasi peran Single Point of Contact dalam meningkatkan kepuasan pelanggan di lingkungan organisasi yang menerapkan Agile, dengan fokus pada metrik kinerja dan resolusi masalah secara real-time. Ketiga, perlu dikaji perbandingan efektivitas kombinasi pendekatan prediktif dan adaptif antara Scrum dan PMP dalam proyek-proyek transformasi digital yang mencakup restrukturisasi organisasi, agar dapat dirumuskan model hybrid yang optimal. Penelitian-penelitian ini dapat mengungkap praktik terbaik dalam penerapan tata kelola TI modern, mengevaluasi dampak langsung terhadap kualitas layanan, serta mengembangkan kerangka kerja yang lebih fleksibel dan responsif terhadap perubahan. Dengan fokus pada konteks lokal dan kompleksitas organisasi, hasilnya dapat memberikan panduan strategis bagi perusahaan di era Industri 4.0. Penelitian lanjutan juga perlu melibatkan data kuantitatif dan kualitatif dari berbagai industri untuk memastikan generalisasi temuan. Pendekatan campuran (mixed methods) dapat digunakan untuk memahami dinamika tim, hambatan budaya organisasi, serta pengaruh struktur manajemen terhadap keberhasilan implementasi. Model yang dihasilkan harus mampu beradaptasi terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan pelanggan yang cepat. Penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini yang masih bersifat konseptual dan deskriptif, serta membuka jalan bagi pengembangan sistem tata kelola TI yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

  1. #tata kelola#tata kelola
  2. #audit tata kelola#audit tata kelola
Read online
File size445.01 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-20u
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test