POLITEKNIKYAKPERMASPOLITEKNIKYAKPERMAS

Journal of Nursing and HealthJournal of Nursing and Health

Mutu sumber daya manusia yaitu menyangkut masalah kemampuan, baik kemampuan fisik (kesehatan) maupun kemampuan non fisik (yang menyangkut kemampuan bekerja, berpikir, mental, dan keterampilan-keterampilan lainnya). Kelelahan kerja pada perawat berakibat pada penurunan kemampuan fisik dan mental serta kehilangan efisiensi kerja. Perawat yang mempunyai kinerja baik merupakan kunci utama dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Tujuan Penelitian mengetahui . Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional, menggunakan sampel keseluruhan (total sampling) yakni 44 perawat pelaksana, dengan uji pada tingkat kemaknaan 95% (α = 0,05). Hasil Penelitian dapat disimpulkan bahwa kelelahan kerja perawat berada pada kategori tidak lelah sebanyak 35 responden (79,5%) responden. Dan kinerja yang sebagian besar termasuk dalam kategori baik yaitu 40 responden (90,9%) responden, dengan nilai p 0,023 < α = 0,05. Kesimpulan hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara kelelahan kerja dengan kinerja perawat di Instalasi Rawat Inap RSU Pancaran Kasih GMIM Manado.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di ruang rawat inap Sebagian besar perawat pelaksana mengalami kelelahan kerja pada kategori tidak lelah.Sebagian besar kinerja perawat pelaksana ada pada kategori kinerja perawat baik.Terdapat hubungan antara kelelahan kerja dengan kinerja perawat di di instalasi rawat inap RSU Pancaran Kasih GMIM Manado.

Mengingat temuan penting mengenai hubungan antara kelelahan kerja dan kinerja perawat, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang sangat berharga untuk memperdalam pemahaman kita dan memberikan solusi praktis. Pertama, akan sangat bermanfaat jika penelitian di masa depan dapat menggali lebih dalam faktor-faktor yang mungkin memengaruhi kekuatan atau sifat hubungan ini. Misalnya, studi kualitatif bisa dilakukan untuk memahami secara mendalam pengalaman perawat yang merasa lelah namun tetap mampu mempertahankan kinerja yang baik, atau sebaliknya, untuk mengidentifikasi strategi koping personal dan dukungan organisasional yang ada. Penelitian ini dapat mencari tahu apakah ada faktor seperti dukungan rekan kerja, otonomi kerja, atau sistem reward yang berperan sebagai penyangga terhadap dampak negatif kelelahan. Kedua, sangat penting untuk mengembangkan dan menguji efektivitas program intervensi yang dirancang khusus untuk mengurangi tingkat kelelahan pada perawat. Ini bisa meliputi evaluasi terhadap jadwal kerja yang fleksibel, implementasi program istirahat wajib, atau penyediaan dukungan psikologis. Misalnya, sebuah studi dapat membandingkan kinerja kelompok perawat yang menerima intervensi manajemen kelelahan dengan kelompok kontrol. Hasilnya diharapkan dapat memberikan rekomendasi berbasis bukti bagi manajemen rumah sakit. Ketiga, untuk memastikan temuan ini memiliki relevansi yang lebih luas, penelitian serupa perlu diperluas cakupannya. Studi di masa depan dapat melibatkan berbagai jenis rumah sakit, baik swasta maupun pemerintah, di berbagai kota, dengan jumlah sampel yang lebih besar. Hal ini akan membantu mengidentifikasi apakah pola hubungan ini konsisten di berbagai lingkungan kerja dan demografi perawat yang berbeda, sehingga rekomendasi kebijakan dapat diterapkan secara lebih universal. Dengan demikian, kita dapat lebih komprehensif mengatasi masalah kelelahan dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan secara berkelanjutan.

  1. PENGARUH STRES KERJA, BURNOUT DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PERAWAT RSD MANGUSADA KABUPATEN BADUNG... doi.org/10.24843/eeb.2019.v08.i05.p04PENGARUH STRES KERJA BURNOUT DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PERAWAT RSD MANGUSADA KABUPATEN BADUNG doi 10 24843 eeb 2019 v08 i05 p04
  2. PENGARUH KOMPENSASI, MOTIVASI DAN KOMITMEN ORGANISASIONAL TERHADAP KINERJA KARYAWAN BAGIAN AKUNTANSI... doi.org/10.14414/tiar.v2i02.97PENGARUH KOMPENSASI MOTIVASI DAN KOMITMEN ORGANISASIONAL TERHADAP KINERJA KARYAWAN BAGIAN AKUNTANSI doi 10 14414 tiar v2i02 97
  1. #pelayanan kesehatan#pelayanan kesehatan
  2. #intervensi manajemen#intervensi manajemen
Read online
File size550.94 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-1YZ
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test