UMPUMP
Proceedings Series on Social Sciences & HumanitiesProceedings Series on Social Sciences & HumanitiesKurikulum Merdeka memberikan Capaian Pembelajaran tiap-tiap fase (A-F) untuk masing-masing elemen (menyimak, membaca dan memirsa, berbicara dan mempresentasikan, dan menulis). Dari Capaian Pembelajaran yang telah ditetapkan dalam kurikulum tersebut, guru diberi kebebasan untuk menurunkannya menjadi tujuan pembelajaran dan materi pembelajaran. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia terbagi menjadi dua kemampuan, yaitu kemampuan yang bersifat reseptif dan kemampuan yang bersifat produktif. Untuk pembelajaran sastra di SMA (Fase E dan F), kemampuan reseptif berbentuk apresiasi sastra dan kemampuan produktif berbentuk ekspresi sastra dan kreasi sastra. Apresiasi sastra dapat diwujudkan dalam elemen menyimak, elemen membaca, dan elemen memirsa. Ekspresi sastra dapat diwujudkan dalam bentuk elemen membaca(-kan), elemen mempresentasikan, dan elemen menulis. Kreasi sastra, yang terdiri atas kemampuan re-kreasi dan kreasi itu sendiri, dapat diwujudkan dalam bentuk elemen berbicara (kreasi lisan) dan elemen menulis (kreasi tulis). Pembelajaran apresiasi sastra didasari oleh pengetahuan sastra (konsep-konsep dan sejarah sastra); sedangkan pembelajaran ekspresi sastra dan kreasi sastra didasari oleh apresiasi sastra.
Pengetahuan sastra yang meliputi konsep-konsep dalam sastra—pengertian dan unsur-unsur karya sastra—dan sejarah sastra—karakterisasi karya sastra dalam setiap periode--merupakan dasar dalam pembelajaran apresiasi sastra.Secara teknis, pengetahuan sastra harus dikuasai siswa terlebih dahulu sebelum mengapresiasi karya sastra.Kemampuan apresiasi sastra menjadi dasar pembelajaran ekspresi sastra dan kreasi sastra.
Penelitian lanjutan dapat mengarah kepada eksplorasi lebih mendalam tentang efektivitas Kurikulum Merdeka dalam meningkatkan kemampuan apresiasi sastra siswa SMA melalui metode pembelajaran yang lebih interaktif. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengembangkan model pembelajaran sastra yang lebih relevan dengan kebutuhan siswa di era digital, termasuk penggunaan media digital dalam pembelajaran sastra. Terakhir, studi lanjutan juga dapat fokus pada evaluasi dampak pembelajaran sastra terhadap perkembangan karakter siswa, serta bagaimana pembelajaran sastra dapat berkontribusi pada pembentukan literasi budaya dan emosional siswa.
| File size | 288.83 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
UTMUTM Dalam lirik lagu seringkali dijumpai pemakaian majas agar lagu tersebut menjadi lebih menarik dan indah, salah satu caranya adalah dengan mengungkapkanDalam lirik lagu seringkali dijumpai pemakaian majas agar lagu tersebut menjadi lebih menarik dan indah, salah satu caranya adalah dengan mengungkapkan
UTMUTM Dalam rangka mendukung gerakan cinta Wastra Indonesia, warga Jepara khususnya generasi muda harus memiliki rasa bangga mengenakan pakaian batik untuk melestarikanDalam rangka mendukung gerakan cinta Wastra Indonesia, warga Jepara khususnya generasi muda harus memiliki rasa bangga mengenakan pakaian batik untuk melestarikan
UTMUTM Artikel ini bertujuan mendeskripsikan bentuk majas hiperbola pada puisi Karya Polanco S Achri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptifArtikel ini bertujuan mendeskripsikan bentuk majas hiperbola pada puisi Karya Polanco S Achri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif
UTMUTM Metode-metode tersebut mampu meningkatkan keterlibatan siswa dan relevansi pembelajaran dalam konteks praktis. Namun, pencapaian hasil optimal memerlukanMetode-metode tersebut mampu meningkatkan keterlibatan siswa dan relevansi pembelajaran dalam konteks praktis. Namun, pencapaian hasil optimal memerlukan
UTMUTM Teknologi memungkinkan akses luas ke sumber informasi beragam, seperti platform pembelajaran online, aplikasi edukatif, dan media sosial, yang membantuTeknologi memungkinkan akses luas ke sumber informasi beragam, seperti platform pembelajaran online, aplikasi edukatif, dan media sosial, yang membantu
UTMUTM Sebagaimana contohnya, dalam pemahaman teks berita yang mengedepankan teknologi sebagai pembelajaran. Pembuatan vlog berita diartikan sebagai gabunganSebagaimana contohnya, dalam pemahaman teks berita yang mengedepankan teknologi sebagai pembelajaran. Pembuatan vlog berita diartikan sebagai gabungan
UNIKOMUNIKOM Melalui penggunaan teori hibriditas Homi K. Bhabha (1994) dari buku The Location of Culture, fokus utama penelitian ini adalah menganalisis karakter AnnabethMelalui penggunaan teori hibriditas Homi K. Bhabha (1994) dari buku The Location of Culture, fokus utama penelitian ini adalah menganalisis karakter Annabeth
AMIKVETERANAMIKVETERAN Sumber data yang peneliti gunakan adalah guru kelas, dan siswa kelas III. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti yaitu Observasi, Wawancara, DokumentasiSumber data yang peneliti gunakan adalah guru kelas, dan siswa kelas III. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti yaitu Observasi, Wawancara, Dokumentasi
Useful /
UTMUTM Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat 21 data yang mengandung unsur multikultural meliputi nilai menghormati budaya, suku, dan agama yang berbeda,Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat 21 data yang mengandung unsur multikultural meliputi nilai menghormati budaya, suku, dan agama yang berbeda,
UTMUTM Hal ini mengindikasikan bahwa implementasi teknologi dalam program BIPA dapat secara efektif mengatasi tantangan umum dalam pembelajaran bahasa, sehinggaHal ini mengindikasikan bahwa implementasi teknologi dalam program BIPA dapat secara efektif mengatasi tantangan umum dalam pembelajaran bahasa, sehingga
UMPUMP Metafora tentang IKN dalam pidato Jokowi dipetakan menjadi dua, yaitu IKN adalah investasi dan IKN adalah perubahan peradaban.metafora-metaphora tersebutMetafora tentang IKN dalam pidato Jokowi dipetakan menjadi dua, yaitu IKN adalah investasi dan IKN adalah perubahan peradaban.metafora-metaphora tersebut
UMPUMP Tujuan penelitian ini adalah menyintesis beberapa pendapat pakar berdasarkan pandangan Blommaert tentang kebijakan bahasa dan identitas bahasa. PenelitianTujuan penelitian ini adalah menyintesis beberapa pendapat pakar berdasarkan pandangan Blommaert tentang kebijakan bahasa dan identitas bahasa. Penelitian