ISTNISTN

https://ejournal.istn.ac.id/index.php/sainstechhttps://ejournal.istn.ac.id/index.php/sainstech

Kebutuhan industri untuk memiliki proses manufaktur yang berkelanjutan adalah suatu keharusan yang harus dipenuhi, mengingat tiga pilar, yaitu lingkungan, sosial dan ekonomi. Segala jenis industri pasti akan mengejar keuntungan, dan salah satu cara untuk meningkatkan keuntungan adalah dengan meningkatkan produktivitas proses, tanpa mengorbankan lingkungan dan sumber daya manusia. Untuk alasan ini, manajemen produktivitas green diperlukan untuk menjamin kinerja dimensi yang diukur dalam jangka panjang. Dalam praktik operasional, setiap departemen memiliki ukuran kinerja produktivitas masing-masing. Penelitian ini dibuat untuk merancang manajemen produktivitas yang telah mengintegrasikan tiga dimensi manufaktur green yang meliputi lingkungan, sosial (sumber daya manusia) dan ekonomi. Integrasi pengukuran akan dilakukan dengan menggunakan metodologi produktivitas green dengan mempertimbangkan lima parameter manufaktur, yaitu pendapatan, biaya produksi, residu bahan padat, limbah kimia berbahaya, dan kondisi keselamatan dan kesehatan kerja. Ada lima langkah untuk membangun perhitungan produktivitas berkelanjutan, yang terdiri dari menentukan proses, menetapkan target, memahami pengukuran aktual, menghitung indeks produktivitas berkelanjutan, analisis dan aktivitas perbaikan. Hasil dari penelitian ini adalah untuk mencapai produktivitas yang berkelanjutan, perusahaan perlu meningkatkan rasio produktivitas ekonomi dan dampak sosial lingkungan. Di perusahaan sepatu, dengan mengelola kegiatan 3R (mengurangi, menggunakan kembali, daur ulang), perusahaan dapat mencapai sebagian besar target kinerja berkelanjutan (produktivitas 89,1%, limbah padat 195,9 gram/pasangan, kasus P3K 9 kasus, dan kecelakaan kecil 0 kasus), namun limbah berbahaya masih dekat untuk mencapai target. Kinerja tersebut dapat meningkatkan indeks produktivitas berkelanjutan selama Desember 2018 – Maret 2019. Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi lingkungan akademik dalam mengembangkan penelitian lebih lanjut, serta bagi industri manufaktur untuk mencapai produktivitas green.

Manajemen keberlanjutan dalam perusahaan sepatu dilihat dari tiga dimensi manufaktur hijau, yaitu ekonomi, lingkungan, dan sosial.Dimensi ekonomi diukur dari rasio produktivitas pendapatan terhadap biaya, dimensi lingkungan dievaluasi dari jumlah limbah padat dan limbah berbahaya, serta dimensi sosial dari kasus P3K dan kecelakaan kerja.Pelaksanaan aktivitas 3R (mengurangi, menggunakan kembali, mendaur ulang) berhasil meningkatkan kinerja berkelanjutan, meskipun limbah berbahaya masih belum mencapai target.

Pertama, perlu dilakukan penelitian untuk mengevaluasi bobot masing-masing dimensi keberlanjutan (ekonomi, lingkungan, sosial) dalam konteks industri sepatu, karena dalam penelitian ini bobot ketiganya dianggap sama, padahal di dunia nyata bobot bisa berbeda tergantung pada regulasi, pasar, atau strategi perusahaan. Kedua, perlu dikembangkan model yang mampu mengukur dan mengintegrasikan pemborosan yang berasal dari manusia dan mesin ke dalam indeks produktivitas berkelanjutan, karena penelitian ini belum mempertimbangkan faktor tersebut yang berpotensi besar memengaruhi hasil akhir. Ketiga, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi penerapan sistem dinamika sistem atau simulasi untuk memprediksi dampak jangka panjang dari kebijakan 3R terhadap produktivitas berkelanjutan, sehingga perusahaan dapat merancang strategi perbaikan yang lebih proaktif dan berbasis data.

  1. #industri manufaktur#industri manufaktur
  2. #assembly line#assembly line
Read online
File size550.21 KB
Pages6
Short Linkhttps://juris.id/p-1US
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test