FAPERTA UNRASFAPERTA UNRAS

Jurnal Saintifik (Multi Science Journal)Jurnal Saintifik (Multi Science Journal)

Ikan lele Sangkuriang merupakan ikan varian dari lele unggulan di masa sekarang yang marak dikembangkan dan saat ini sangat popular di masyarakat. Ikan lele memiliki nilai jual cukup tinggi karena cita rasa yang enak dan memiliki kandungan gizi tinggi. Dalam usaha meningkatkan produksi perikanan air tawar yang perlu diperhatikan adalah kualitas telur dan benih begitu pula dengan induknya, Kegiatan budidaya sering ditemukan permasalahan terhadap telur ikan lele bersifat adesif atau penggumpalan telur yang berakibat telur kekurangan oksigen sehingga menghambat perkembangan embrio. Selain itu telur sering terserang jamur sehingga berakibat telur membusuk. Ekstrak daun ketapang memiliki kasiat mencegah dan mengobati ikan yang terserang penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Daun ketapang mengandung senyawa tanin dan flavonoid yang berfungsi sebagai anti bakteri. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman telur pada dosis larutan daun ketapang terhadap daya tetas telur ikan lele Sangkuriang. Penelitian ini dilaksanakan bulan Agustus sampai September tahun 2021 di Kelurahan Gunung Alam Arga Makmur Kabupaten Bengkulu Utara. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan yaitu A0 = 0 ml (kontrol), A1 = 1 ml larutan daun ketapang, A2 = 3,75 ml larutan daun ketapang, dan A3 = 5 ml larutan daun ketapang. Perlakuan tersebut diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun ketapang dengan dosis 5 ml memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap daya tetas telur ikan lele Sangkuriang sebesar 44,67 %. Perlakuan dengan daya tetas telur terendah dicapai oleh 0 ml sebesar 22,00 %.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian larutan daun ketapang dengan dosis 5 ml memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap daya tetas telur ikan lele Sangkuriang sebesar 44,67%.Dosis 5 ml larutan daun ketapang menjadi perlakuan terbaik karena memberikan daya tetas tertinggi dibandingkan dengan dosis lainnya (1 ml, 3,75 ml, dan kontrol 0 ml).Sebaliknya, perlakuan kontrol tanpa larutan daun ketapang memberikan daya tetas terendah yaitu 22,00%, menunjukkan bahwa daun ketapang efektif meningkatkan daya tetas telur.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan meningkatkan dosis ekstrak daun ketapang di atas 5 ml untuk mengetahui apakah terjadi peningkatan lebih lanjut pada daya tetas atau terdapat efek negatif yang merugikan. Selain itu, perlu dibandingkan efektivitas ekstrak daun ketapang dengan zat antibiotik sintetis yang umum digunakan dalam budidaya ikan dalam mengatasi masalah penggumpalan telur dan infeksi jamur. Selain itu, juga perlu diselidiki mekanisme kerja ekstrak daun ketapang, khususnya senyawa tannin dan flavonoid, dalam melindungi telur dari serangan jamur Saprolegnia sp untuk mengembangkan alternatif pengendali penyakit yang ramah lingkungan.

Read online
File size952.35 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test