TYARLYTATYARLYTA

JURNAL BIOSAINSTEKJURNAL BIOSAINSTEK

Kompetensi siswa dalam memahami setiap mata pelajaran terutama kimia dan fisika memiliki peran sangat baik bagi ilmu pengetahuan. Hal itu merupakan salah satu tujuan pembelajaran sebagaimana tercantum dalam Standar Kompetensi yang harus dimiliki pada Kelas XI SMK Negeri 4 Kota Ternate pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Rendahnya hasil belajar siswa kelas XI pada aspek pengetahuan maka mendorong penulis untuk melakukan serangkaian observasi dan perbaikan pembelajaran dengan upaya penerapan Pembelajaran Kooperatif Metode Jigsaw. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan aktifitas dan hasil belajar pada siswa Kelas XI SMK Negeri 4 Kota Ternate. Pada perbaikan pembelajaran siklus I, hasil belajar siswa mengalami peningkatan yang signifikan yaitu 67% dari keadaan awal dengan pencapaian nilai rata-rata 75,60. Keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran pun meningkat. Pada siklus II, nilai rata-rata kelas mencapai 69,69 sehingga mendorong penulis kembali melakukan observasi dan perbaikan pembelajaran pada siklus berikutnya. Pada siklus III hasil belajar siswa kembali meningkat sebesar 8,7%, dengan nilai rata-rata kelas mencapai 75,71.

Penerapan Pembelajaran Kooperatif Metode Jigsaw sangat berperan dalam meningkatkan aktifitas dan hasil belajar siswa kelas XI SMK Negeri 4 Kota Ternate.Penerapan metode ini dapat meningkatkan intensitas bertanya dan menjawab pertanyaan, berdiskusi, kepercayaan diri siswa, tanggungjawab dalam menyelesaikan tugas, serta mendorong pemikiran kritis dan ilmiah.Selain itu, metode ini efektif dalam mengurangi perilaku siswa yang mengganggu proses pembelajaran.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menguji efektivitas metode Jigsaw pada mata pelajaran lain di SMK, seperti matematika atau bahasa Inggris, untuk melihat apakah peningkatan prestasi belajar juga terjadi pada bidang studi yang berbeda. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi metode Jigsaw, seperti karakteristik siswa, kemampuan guru dalam mengelola kelas, dan ketersediaan sumber daya pembelajaran. Ketiga, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan metode Jigsaw dengan metode pembelajaran kooperatif lainnya, seperti Student Teams Achievement Divisions (STAD) atau Think-Pair-Share, untuk menentukan metode mana yang paling efektif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di lingkungan SMK. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengembangan model pembelajaran yang inovatif dan efektif di SMK, serta meningkatkan kualitas pendidikan kejuruan di Indonesia.

Read online
File size963.59 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test