URINDOURINDO
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)Keselamatan pasien merupakan inti dari mutu pelayanan kesehatan. Layanan yang berkualitas yang diberikan perawat kepada pasien tidak terlepas dari perilaku caring. Caring merupakan manifestasi dari perhatian kepada orang lain, berpusat pada orang lain, menghormati harga diri dan kemanusiaan, komitmen untuk mencegah terjadinya sesuatu yang memburuk, memberi perhatian dan konsen, menghormati kepada orang lain dan kehidupan manusia, cinta dan ikatan, otoritas dan keberadaan, selalu bersama, empati, pengetahuan, penghargaan, dan menyenangkan. Caring yang diberikan oleh perawat dapat mempercepat kesembuhan serta menghilangkan stres, kekhawatiran, dan perasaan buruk lainnya yang dialami pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara budaya organisasi, perilaku caring perawat, dan budaya keselamatan pasien di RSKB Columbia Asia Pulomas. Desain penelitian yang digunakan adalah korelasional kuantitatif dengan pendekatan cross‑sectional. Sampel terdiri dari 104 perawat pelaksana di ruang rawat inap yang dipilih secara random. Analisis data menggunakan uji chi‑square dan regresi logistik. Hasil menunjukkan nilai ρ = 0,00 (p < 0,05), mengindikasikan hubungan signifikan antara budaya organisasi dan budaya keselamatan pasien, serta antara perilaku caring dan budaya keselamatan pasien. Analisis multivariat dengan regresi linier berganda menghasilkan nilai 0,00 untuk kedua variabel independen, menegaskan bahwa budaya organisasi positif dapat meningkatkan perilaku caring, yang selanjutnya memperkuat budaya keselamatan pasien. Penelitian ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi rumah sakit dalam mengembangkan budaya organisasi dan perilaku caring perawat untuk meningkatkan keselamatan pasien.
Penelitian ini menemukan adanya hubungan positif yang signifikan antara budaya organisasi, perilaku caring perawat, dan budaya keselamatan pasien di RSKB Columbia Asia Pulomas.Budaya organisasi yang positif meningkatkan perilaku caring, yang pada gilirannya memperkuat budaya keselamatan pasien.Oleh karena itu, upaya memperkuat budaya organisasi menjadi kunci utama dalam meningkatkan keselamatan pasien di rumah sakit.
Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki peran mediasi pemberdayaan perawat dalam hubungan antara budaya organisasi dan budaya keselamatan pasien, dengan pendekatan longitudinal untuk melihat perubahan seiring waktu. Selain itu, diperlukan studi campuran yang mengeksplorasi pengaruh komponen spesifik perilaku caring—seperti empati, pengetahuan, dan penghargaan—terhadap dimensi berbeda budaya keselamatan pasien, sehingga dapat mengidentifikasi faktor paling berpengaruh. Terakhir, evaluasi efektivitas intervensi budaya organisasi, misalnya program pelatihan kepemimpinan dan komunikasi terbuka, dapat dilakukan pada beberapa rumah sakit untuk menilai dampaknya terhadap peningkatan perilaku caring dan hasil keselamatan pasien, sehingga memberikan bukti empiris bagi kebijakan manajerial di sektor kesehatan.
| File size | 499.99 KB |
| Pages | 21 |
| DMCA | Report |
Related /
LLDIKTI13LLDIKTI13 Kedua jenis motivasi ini bisa menjadi kekuatan untuk meningkatkan kinerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan motivasi dengan kinerja petugasKedua jenis motivasi ini bisa menjadi kekuatan untuk meningkatkan kinerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan motivasi dengan kinerja petugas
ABHINAYAABHINAYA Tinjauan literatur ini menemukan bahwa penggunaan IPASS sebagai format serah terima terbukti efektif, terlihat dari berkurangnya kesalahan atau miskomunikasiTinjauan literatur ini menemukan bahwa penggunaan IPASS sebagai format serah terima terbukti efektif, terlihat dari berkurangnya kesalahan atau miskomunikasi
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Sampel dalam penelitian ini berjumlah 48 orang yang diambil secara total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner (pengetahuan, motivasi, kepemimpinan)Sampel dalam penelitian ini berjumlah 48 orang yang diambil secara total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner (pengetahuan, motivasi, kepemimpinan)
MYJOURNALMYJOURNAL Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana teknologi informasi dan efektivitas komunikasi memengaruhi kepuasan kerja, bagaimana kepuasan kerja memengaruhiPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana teknologi informasi dan efektivitas komunikasi memengaruhi kepuasan kerja, bagaimana kepuasan kerja memengaruhi
ICIICI Hasil: Dari proses uji kelayakan, delapan artikel jurnal teridentifikasi yang menunjukkan penerapan komunikasi efektif dalam konteks keselamatan pasien,Hasil: Dari proses uji kelayakan, delapan artikel jurnal teridentifikasi yang menunjukkan penerapan komunikasi efektif dalam konteks keselamatan pasien,
STIESTIE Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh patient experience berdasarkan variabel komunikasi perawat (p=0,010), tidak terdapat pengaruhHasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh patient experience berdasarkan variabel komunikasi perawat (p=0,010), tidak terdapat pengaruh
BELITUNG RAYABELITUNG RAYA Namun, belum ada data mengenai efikasi diri mahasiswa magang dalam melakukan RJP. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengetahuan danNamun, belum ada data mengenai efikasi diri mahasiswa magang dalam melakukan RJP. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengetahuan dan
UNIGHAUNIGHA Kinerja aparatur pemerintahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pidie tersebut dilihat dari tiga indikator yaitu Responsibilitas, ProduktifitasKinerja aparatur pemerintahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pidie tersebut dilihat dari tiga indikator yaitu Responsibilitas, Produktifitas
Useful /
UKSWUKSW Penelitian ini mengisi kesenjangan tersebut dengan menginvestigasi dampak penggunaan SPV dalam konteks perencanaan pajak terhadap nilai perusahaan. KarenaPenelitian ini mengisi kesenjangan tersebut dengan menginvestigasi dampak penggunaan SPV dalam konteks perencanaan pajak terhadap nilai perusahaan. Karena
STIESTIE Hasil: sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan tentang pemeriksaan pap smear dalam kategori kurang 17 responden (42,5%) sikap wanita mengenaiHasil: sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan tentang pemeriksaan pap smear dalam kategori kurang 17 responden (42,5%) sikap wanita mengenai
BELITUNG RAYABELITUNG RAYA Tema kedua adalah Perawatan Pasien Selama COVID-19, dengan subtema: Perawatan Pasien ICU COVID-19 dan Profesi Keperawatan. Tema ketiga adalah BeradaptasiTema kedua adalah Perawatan Pasien Selama COVID-19, dengan subtema: Perawatan Pasien ICU COVID-19 dan Profesi Keperawatan. Tema ketiga adalah Beradaptasi
BELITUNG RAYABELITUNG RAYA There were statistically significant differences in body temperature between the experiment and control group (p=0. 013). Conclusion: Aloe Vera BarbadensisThere were statistically significant differences in body temperature between the experiment and control group (p=0. 013). Conclusion: Aloe Vera Barbadensis