SENIRUPAIKJSENIRUPAIKJ

Jurnal NATARJurnal NATAR

Studi tentang sense of place dan place attachment sampai sekarang masih santer dibicarakan. Sekurang-kurangnya dari referensi yang dibaca ada tiga disiplin ilmu yang mempunyai perhatian terhadap hal ini, yakni antropologi sosial, lingkungan dan psikolosi sosial dan human geography. Dalam esai tersebut dijelaskan bahwa antropologi tertarik pada kehidupan alami sehari-hari, pengalaman hidup dan hubungan yang terjalin melalui interaksi sehari-hari. Fokus pada bahasan dalam esai ini terletak pada pendekatan antropologi yang dipadukan dengan konsep mengenai sense of place dan place attachment dalam kasus Festival Tengok Bustaman. Beberapa referensi penelitian yang diambil dari jurnal yang menggunakan konsep sense of place dan place attachment yang kebanyakan didapat dari studi urban planning, arsitek, maupun psikologi sosial lebih banyak menekankan aspek kuantitatif terutama dengan mengedepankan penggunaan kuesioner. Tulisan ini akan lebih banyak mengelaborasi dari pendekatan etnografi untuk mendukung argumen mengenai sense of place dan place attachment menggunakan medium kesenian. Hasil kajian menunjukkan kesenian bisa lebih maju dan progresif jika dikembangkan dengan menyesuaikan konteksnya, dalam kasus ini upaya-upaya yang dilakukan oleh Kolektif Hysteria dan warga Kampung Bustaman.

Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dari 10 narasumber dan kasus yang dialami Kolektif Hysteria melalui Tengok Bustaman IV diketahui ada 7 hal yang mempengaruhi sense of place terhadap kampung bekerja cukup baik.Tempat lahir, waktu yang dihabiskan, memori, pengalaman, keterlibatan dalam kegiatan, rasa hormat yang didapat berjalin kelindan dengan studi mengenai place attachment.Pun place making juga menjadi bagian tak terpisahkan dan sekaligus strategi kultural mereka untuk meneguhkan identitas, menguatkan solidaritas, pernyataan politis, dan menghadirkan nilai-nilai kebaikan dan tujuan kampung yang terabaikan karena kesibukan sehari-hari mencari nafkah.

Untuk penelitian selanjutnya, dapatkah kita mengeksplorasi lebih dalam tentang bagaimana seni dapat berperan dalam merestorasi dan memperkuat rasa keterikatan warga terhadap lingkungan mereka? Penelitian ini dapat dilakukan dengan metodologi partisipatif yang melibatkan warga dalam setiap tahap pembuatannya. Selain itu, penting untuk meneliti peran kearifan lokal dan budaya setempat dalam membangun sense of place yang lebih kuat. Akhirnya, apakah strategi yang diterapkan oleh Kolektif Hysteria dapat diterapkan di komunitas lain yang menghadapi tantangan serupa dalam mempertahankan identitas dan keberadaan mereka di era urbanisasi?.

Read online
File size1.86 MB
Pages24
DMCAReport

Related /

ads-block-test