UNIBABWIUNIBABWI
LUNARLUNARPenggunaan bahasa sebagai sarana komunikasi pada hakikatnya melibatkan tantangan, terutama dalam menguasai ekspresi lisan untuk pemahaman yang efektif. Oleh karena itu, pemerolehan keterampilan berbahasa menuntut pendekatan pengajaran yang inovatif. Penelitian ini berupaya untuk meningkatkan motivasi dan kemampuan berbicara siswa dalam bahasa Inggris dengan memperkenalkan Media Kartu Ucapan dalam lingkungan pendidikan Kelas VIII E di SMP Negeri 2 Kota Bengkulu. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif deskriptif, memanfaatkan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dan desain studi kasus. Studi ini melibatkan 34 siswa dari Kelas VIII E sebagai partisipan. Asesmen pre-test dan post-test digunakan sebagai instrumen penelitian, yang mengungkapkan skor pre-test rata-rata sebesar 59,56 dan skor post-test sebesar 87,21. Hasil ini menegaskan efikasi kartu ucapan dalam meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Di antara 34 siswa yang terlibat dalam pembelajaran bahasa Inggris, integrasi kartu ucapan sebagai alat pedagogis terbukti sangat penting. Temuan menunjukkan peningkatan signifikan dalam motivasi berbicara siswa selama pelajaran bahasa Inggris, seperti yang dibuktikan dengan peningkatan dari skor motivasi rata-rata awal sebesar 59,56 menjadi skor post-test sebesar 87,21, yang mengkonfirmasi dampak positif media kartu ucapan terhadap pemerolehan bahasa dan keterlibatan siswa.
Mencapai kelancaran dan keefektifan komunikasi memerlukan penguasaan keterampilan berbicara yang andal dalam bahasa Inggris.Sumber belajar yang memadai sangat penting untuk menguasai bahasa Inggris lisan, dan kartu ucapan terbukti sebagai alat pedagogis yang efektif untuk meningkatkannya.Berdasarkan temuan penelitian, pemberian kartu ucapan kepada siswa berkontribusi signifikan terhadap pengembangan mereka sebagai pembicara bahasa Inggris yang mahir.
Penelitian selanjutnya dapat mengembangkan temuan ini dengan mengeksplorasi beberapa arah yang lebih menantang. Pertama, sejauh mana efektivitas media kartu ucapan jika diterapkan pada konteks yang lebih beragam, seperti pada siswa di sekolah daerah pedesaan dengan akses sumber daya terbatas atau pada tingkatan kelas yang berbeda seperti SMA? Kedua, sangat menarik untuk melakukan studi komparatif antara penggunaan kartu ucapan fisik dengan media pembelajaran digital interaktif seperti video blog atau aplikasi bahasa dalam meningkatkan motivasi dan kemampuan berbicara siswa. Ketiga, penting untuk menyelidiki apakah metode ini memberikan dampak jangka panjang yang tidak hanya terukur dari nilai tes berbicara, tetapi juga mampu meningkatkan keterampilan terkait seperti menulis deskriptif dan pemahaman lintas budaya siswa secara berkelanjutan setelah satu semester pelaksanaan. Penelitian komparatif dan longitudinal ini akan memberikan gambaran yang lebih holistik dan mendalam mengenai keunggulan serta keterbatasan penggunaan media tradisional seperti kartu ucapan di tengah kemajuan teknologi pendidikan.
| File size | 390.1 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
ABULYATAMAABULYATAMA 04. Ini berarti hipotesis dapat diterima. Hal ini menunjukkan bahwa siswa kelas satu SMA 1 Krueng Barona Jaya yang diajar berbicara menggunakan kerja kelompok04. Ini berarti hipotesis dapat diterima. Hal ini menunjukkan bahwa siswa kelas satu SMA 1 Krueng Barona Jaya yang diajar berbicara menggunakan kerja kelompok
ABULYATAMAABULYATAMA Penelitian ini menelaah tentang hubungan antara self-concept dengan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Pelitian ini dilakukan di salah satu sekolahPenelitian ini menelaah tentang hubungan antara self-concept dengan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Pelitian ini dilakukan di salah satu sekolah
ABULYATAMAABULYATAMA Berdasarkan hasil dari penelitian, peneliti menemukan bahwa pembelajaran pemahaman membacara siswa dengan menggunakan tehnik Two Stay Two Stray menunjukkanBerdasarkan hasil dari penelitian, peneliti menemukan bahwa pembelajaran pemahaman membacara siswa dengan menggunakan tehnik Two Stay Two Stray menunjukkan
ABULYATAMAABULYATAMA Penelitian ini dilakukan di SMAN 1 RSBI Lubukpakam pada bulan Maret 2012, dan sebagai populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII yang berjumlahPenelitian ini dilakukan di SMAN 1 RSBI Lubukpakam pada bulan Maret 2012, dan sebagai populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII yang berjumlah
ABULYATAMAABULYATAMA Untuk masing-masing indikator kebiasaan berpikir produktif (regulasi diri, berpikir kritis dan berpikir kreatif) kelas eksperimen maupun kontrol mengalamiUntuk masing-masing indikator kebiasaan berpikir produktif (regulasi diri, berpikir kritis dan berpikir kreatif) kelas eksperimen maupun kontrol mengalami
ABULYATAMAABULYATAMA Metode penelitian dalam penulisan ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Hasil penelitian dalam penulisan ini adalah analisis corak pendidikanMetode penelitian dalam penulisan ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Hasil penelitian dalam penulisan ini adalah analisis corak pendidikan
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Anak dengan hambatan emosi dan perilaku pada umumnya mengalami hambatan seperti cenderung tegang, suka menyendiri, kurang percaya diri, pendiam, gampangAnak dengan hambatan emosi dan perilaku pada umumnya mengalami hambatan seperti cenderung tegang, suka menyendiri, kurang percaya diri, pendiam, gampang
TEUNULEHJOURNALTEUNULEHJOURNAL Instrumen pengumpulan data meliputi kuesioner, daftar periksa, dan pedoman wawancara. Penelitian ini menghasilkan pengembangan buku teks berorientasi berpikirInstrumen pengumpulan data meliputi kuesioner, daftar periksa, dan pedoman wawancara. Penelitian ini menghasilkan pengembangan buku teks berorientasi berpikir
Useful /
ABULYATAMAABULYATAMA Pengumpulan data dilaksanakan dengan cara sebagai berikut: wawancara, kuesioner, observasi, dan perekaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peer CoachingPengumpulan data dilaksanakan dengan cara sebagai berikut: wawancara, kuesioner, observasi, dan perekaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peer Coaching
ABULYATAMAABULYATAMA Sedangkan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster sampling dengan jumlah sampel sebanyak 47 siswa. Instrumen dalam penelitian ini adalahSedangkan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster sampling dengan jumlah sampel sebanyak 47 siswa. Instrumen dalam penelitian ini adalah
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Hal ini menunjukkan bahwa media komik strip digital interaktif efektif digunakan dalam pembelajaran membaca pemahaman literal untuk anak yang mengalamiHal ini menunjukkan bahwa media komik strip digital interaktif efektif digunakan dalam pembelajaran membaca pemahaman literal untuk anak yang mengalami
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan guru, siswa, kepala sekolah, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagianData dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan guru, siswa, kepala sekolah, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian