UTUUTU

Jurnal Pengabdian Agro and Marine IndustryJurnal Pengabdian Agro and Marine Industry

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas petani sawit di Gampong Teupin Panah, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat dalam menentukan strategi penjualan Tandan Buah Segar (TBS) yang lebih menguntungkan. Masalah yang dihadapi petani meliputi harga jual TBS yang rendah, ketergantungan tinggi pada tengkulak, rantai pemasaran yang panjang, dan terbatasnya akses informasi harga pasar. Kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif dengan tahapan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan langsung di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman petani tentang strategi penjualan TBS, kemampuan menentukan waktu panen dan menjaga kualitas TBS, serta akses dan pemanfaatan informasi harga pasar. Perubahan perilaku penjualan TBS juga terjadi, di mana petani mulai membandingkan harga sebelum menjual, mengurangi ketergantungan pada tengkulak, dan mempertimbangkan penjualan langsung ke pabrik kelapa sawit (PKS). Dampak kegiatan ini adalah peningkatan harga jual TBS, efisiensi biaya pemasaran, dan margin keuntungan petani. Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan bahwa penguatan kapasitas petani merupakan strategi efektif dalam meningkatkan kesejahteraan petani sawit rakyat.

Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat di Gampong Teupin Panah, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat, dapat disimpulkan bahwa program penguatan kapasitas petani sawit dalam menentukan strategi penjualan Tandan Buah Segar (TBS) memberikan dampak positif terhadap pengetahuan, keterampilan, dan perilaku petani dalam sistem pemasaran.Kegiatan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan berhasil meningkatkan pemahaman petani mengenai mekanisme harga TBS, sistem pasar, serta pentingnya strategi pemasaran yang lebih efisien.Terdapat peningkatan kemampuan petani dalam menentukan waktu panen yang tepat, menjaga kualitas TBS, serta memanfaatkan informasi harga pasar sebagai dasar pengambilan keputusan penjualan.Terjadi perubahan perilaku penjualan TBS, di mana petani mulai membandingkan harga sebelum menjual, mengurangi ketergantungan terhadap tengkulak, serta mulai mempertimbangkan penjualan melalui PKS atau kelompok tani.Perubahan ini berdampak pada penguatan posisi tawar petani dalam rantai pemasaran.Kegiatan pengabdian memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan petani, melalui efisiensi biaya pemasaran, peningkatan harga jual, serta meningkatnya margin keuntungan petani.Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan bahwa penguatan kapasitas petani merupakan strategi efektif dalam meningkatkan kesejahteraan petani sawit rakyat.

Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian ini, beberapa saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut: 1. Bagi Petani: Petani diharapkan terus menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh, khususnya dalam hal penentuan waktu panen, menjaga kualitas TBS, serta aktif mencari dan membandingkan informasi harga sebelum menjual hasil panen. Untuk mengatasi rendahnya harga jual yang sering diterima petani, disarankan agar petani tidak hanya bergantung pada satu pembeli, tetapi melakukan perbandingan harga antar pengepul, koperasi, maupun pabrik. Selain itu, petani perlu meningkatkan kualitas TBS sesuai standar pabrik karena kualitas buah yang baik akan memberikan harga jual yang lebih tinggi. 2. Bagi Kelompok Tani: Kelompok tani perlu diperkuat fungsinya sebagai lembaga ekonomi petani, terutama dalam pengumpulan hasil panen, pemasaran kolektif, dan akses informasi harga, sehingga posisi tawar petani semakin meningkat. Salah satu solusi untuk mengatasi lemahnya posisi tawar petani adalah dengan menerapkan sistem penjualan bersama (collective marketing) sehingga volume TBS yang dijual lebih besar dan memiliki daya tawar yang lebih kuat terhadap pembeli. Kelompok tani juga dapat berperan sebagai pusat informasi harga dan sarana negosiasi dengan pabrik kelapa sawit. 3. Bagi Pemerintah Gampong dan Daerah: Pemerintah diharapkan dapat mendukung penyediaan akses informasi harga TBS yang transparan dan mudah diakses petani, serta mendorong kemitraan antara petani dan pabrik kelapa sawit untuk memperpendek rantai distribusi. Selain itu, pemerintah perlu memperkuat pengawasan terhadap praktik tata niaga TBS agar petani memperoleh harga yang lebih adil sesuai ketentuan yang berlaku. Dukungan terhadap pembentukan dan pengembangan koperasi petani sawit juga penting sebagai upaya mengurangi ketergantungan petani terhadap tengkulak. 4. Bagi Kegiatan Pengabdian Selanjutnya: Kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan cakupan yang lebih luas, termasuk penguatan aspek kelembagaan, akses permodalan, serta digitalisasi informasi pasar untuk mendukung efisiensi pemasaran TBS. Program pengabdian berikutnya juga dapat diarahkan pada pendampingan pembentukan koperasi pemasaran, pengembangan sistem informasi harga berbasis digital, serta peningkatan kemampuan petani dalam melakukan analisis pasar dan negosiasi harga sehingga petani memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menghadapi fluktuasi harga TBS.

Read online
File size1.95 MB
Pages29
DMCAReport

Related /

ads-block-test