UTUUTU

Jurnal Pengabdian Agro and Marine IndustryJurnal Pengabdian Agro and Marine Industry

Sistem monokultur perkebunan kelapa sawit sering membuat petani kecil rentan terhadap fluktuasi harga Tandan Buah Segar (TBS), biaya pupuk yang tinggi, dan masalah gulma. Untuk mengatasi tantangan ini, sistem integrasi sapi-kelapa sawit (SISKA) merupakan solusi inovatif yang menjanjikan. Artikel layanan masyarakat ini bertujuan untuk menguraikan potensi, manfaat, dan risiko yang dihadapi petani dalam menerapkan sistem integrasi kelapa sawit dan ternak. Dengan memanfaatkan limbah perkebunan sawit sebagai pakan ternak dan kotoran ternak sebagai pupuk organik, integrasi ini tidak hanya meningkatkan pendapatan petani dari kedua sektor (kelapa sawit dan ternak), tetapi juga menciptakan sistem pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Penerapan Sistem Integrasi Sawit-Sapi (SISKA) terbukti menjadi pendekatan agribisnis yang sangat potensial untuk meningkatkan kesejahteraan petani sawit, terutama bagi petani rakyat yang selama ini bergantung pada satu sumber pendapatan.Hasil pengamatan lapangan menunjukkan bahwa integrasi ini mampu meningkatkan pendapatan petani secara signifikan, menekan penggunaan pupuk kimia dan herbisida, serta menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang.SISKA sangat layak dikembangkan lebih lanjut, meskipun masih ada tantangan seperti keterbatasan modal, kapasitas SDM petani, risiko kesehatan ternak, dan manajemen penggembalaan.Dengan kolaborasi yang lebih erat antara petani, pemerintah daerah, akademisi, penyuluh, dan perusahaan perkebunan, integrasi sawit-sapi dapat menjadi model pertanian berkelanjutan yang ideal di Indonesia.

Untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan penerapan Sistem Integrasi Sawit-Sapi (SISKA) di Desa Teupin Panah, diperlukan kolaborasi yang kuat antara petani, pemerintah daerah, akademisi, penyuluh, dan perusahaan perkebunan. Petani perlu berbagi informasi dan pengalaman secara kooperatif untuk memperkuat kapasitas kelompok tani. Pemerintah daerah harus memberikan pelatihan dan sosialisasi yang intensif dan berkelanjutan, serta memperkuat akses pembiayaan bagi petani. Perusahaan perkebunan diharapkan menunjukkan kontribusi nyata dalam mendukung implementasi SISKA melalui kemitraan pemasaran, penyediaan bibit unggul, dan edukasi bersama bagi petani. Dengan sinergi yang terarah dan berkesinambungan, implementasi SISKA dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat desa dan menjadi model pengembangan ekonomi pedesaan yang kuat dan berkelanjutan.

Read online
File size678.74 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test