UMKUNINGANUMKUNINGAN

Just a moment...Just a moment...

Penelitian ini dilaksanakan karena mengingat kegiatan tradisi adat gusaran yang hampir punah, serta banyaknya kaum pemuda-pemudi yang sudah tidak melestarikan tradisi adat gusaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan tradisi adat gusaran, serta analisis semiotika yang ada di tradisi adat gusaran di Kecamatan Cibingbin Kabupaten Kuningan. Metode yang digunakan pada penelitan ini yaitu deskriptif. Tehnik pengumpulan data yang dipakai dalam penelitan ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian adalah 1) pelaksanaan tradisi adat gusaran di Kecamatan Cibingbin Kabupaten Kuningan dibagi menjadi 3 bagian (a) persiapan: menyiapkan sesajen, menyembah (b) Kegiata inti: memandikan anak, merias anak, shalawat, menggosok gigi, member makan anak, member perhiasan (c) penutup: mempersiapka sawer, sawer, doa. Semiotika yang ada dalam tradisi gusaran yaitu: 1 ikon yaitu (kikir), 4 indeks (harumnya asap sesajen, harumya air kopi, rasa air kopi, berdoa), 13 simbol (uang logam, wenghal, huntu, ayam goreng, nasi kuning, kopi pahit, kopi manis, telur, payung, beras, kunyit, benang, wadah makanan).

Dalam pelaksanaan adat budaya gusaran tidak sembarangan orang bisa menjadi seorang paraji atau kuncen gusaran, sebab paraji harus memiliki turunan paraji terdahulu serta sebagai tongkat estapet generasi budaya adat gusaran khususnya di Kecamatan Cibingbin Kabupaten Kuningan.Tata cara dalam adat gusaran di Kecamatan Cibingbin Kabupaten Kuningan terbagi menjadi 3 bagian yaitu.Kegiatan inti yang didalammnya ada beberapa kegiatan diantaranya.memandikan anak perempuan, berhias, salawat dan asrokolan, menggosok gigi, suapan orang tua, memberikan emas pershiasan.Penutup dalam kegiatan terakhir ada beberapa kegiatan diantaranya.Tanda-tanda yang ada dalam kegiatan adat gusaran di Kecamatan Cibingbin Kabupaten Kuningan nyaeta 1 ikon (kikir), 3 indeks (harumnya air kopi manis dan air kopi pahit, harumnya dupa, dan harumnya bunga tujuh jeni).15 simbol yang didalamnya terdapat (gigi, ayam, tumpeng, telur, wadah, beras, kunyit, permen, payung, air putih, air kopi manis, air kopi pahit, bunga tujuh jenis, benang, dan dupa).

Penelitian lanjutan dapat fokus pada upaya pemasyarakatan adat gusaran melalui pendidikan formal atau komunitas lokal, misalnya dengan mengintegrasikan tradisi ini ke dalam kurikulum sekolah atau program pengembangan budaya. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi hubungan antara semiotika adat gusaran dengan nilai-nilai keagamaan atau filosofi lokal yang mendasari praktik tersebut, serta mengkaji dampak modernisasi dan teknologi terhadap keberlanjutan tradisi ini. Penelitian juga bisa membandingkan praktik adat gusaran di wilayah lain untuk melihat variasi atau kesamaan dalam semiotika dan maknanya.

Read online
File size436.1 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test