UNNESUNNES

Physics CommunicationPhysics Communication

Keterampilan proses sains (SPS) merupakan hal penting dalam pembelajaran abad ke-21. Keterampilan proses sains siswa SMA di banyak kota masih relatif rendah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis keterampilan proses sains yang melibatkan lingkungan atau budaya sekitar siswa sebagai media pembelajaran menggunakan modul praktikum Ethno-STEM. Metode yang digunakan adalah quasi-eksperimental dengan desain one-group pretest-posttest. Subjek penelitian dipilih dari MAN 2 Semarang, total 108 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Pengumpulan data berupa observasi, keterampilan proses sains, dan posttest. Analisis data menggunakan uji validitas, reliabilitas, dan N-gain. Hasil penelitian menunjukkan analisis setiap indikator keterampilan proses sains untuk setiap praktikum, serta adanya peningkatan hasil belajar. Analisis hasil setiap indikator keterampilan proses sains menghasilkan 70,29% (observasi), 58,49% (interpretasi), 53,86% (hipotesis), 75,62% (eksperimen), 75,15% (kolaborasi), dan 62,50% komunikasi. Sementara itu, hasil uji N-Gain yang diperoleh bernilai 0,7 dalam kategori tinggi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan proses sains siswa saat menggunakan modul Ethno-STEM menghasilkan persentase sebagai berikut.70,29% untuk observasi, 58,49% untuk interpretasi, 53,86% untuk hipotesis, 75,62% untuk eksperimen, 75,15% untuk kolaborasi, dan 62,50% untuk komunikasi.Peningkatan hasil belajar terlihat dari nilai N-Gain sebesar 0,7 dalam kategori tinggi.Implementasi modul praktikum Ethno-STEM dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam pengembangan keterampilan proses sains.

Berdasarkan penelitian ini, ada tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang pengintegrasian budaya lokal yang lebih dalam ke dalam modul Ethno-STEM, seperti memanfaatkan alat tradisional atau mitos lokal sebagai konteks pembelajaran. Kedua, penelitian bisa fokus pada penggunaan teknologi digital, seperti aplikasi atau perangkat lunak simulasi, untuk membantu siswa melakukan praktikum secara mandiri meski terbatas oleh waktu atau fasilitas fisik. Ketiga, studi lanjutan dapat mengevaluasi dampak jangka panjang dari modul Ethno-STEM terhadap perkembangan keterampilan proses sains siswa, termasuk kemampuan mereka dalam mengaplikasikan konsep sains ke situasi nyata.

  1. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... stemeducationjournal.springeropen.com/articles/10.1186/s40594-020-00236-1Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site stemeducationjournal springeropen articles 10 1186 s40594 020 00236 1
  2. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... link.springer.com/article/10.1186/s40594-017-0068-1Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site link springer article 10 1186 s40594 017 0068 1
Read online
File size304.76 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test