POLTEKKESACEHPOLTEKKESACEH

NASUWAKES: Jurnal Kesehatan IlmiahNASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah

Persentase penderita sindrom metabolik cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan determinan kejadian sindrom metabolik. Penelitian observasional dengan desain cross-sectional dilakukan pada 310 responden di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Analisis data menggunakan regresi logistik menunjukkan adanya hubungan antara umur, stres kerja sedang, stres kerja berat, beban kerja, serta gaya hidup dengan kejadian Sindrome Metabolik. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel dominan yang memengaruhi kejadian Sindrome Metabolik adalah umur, stres kerja sedang, dan stres kerja berat, yang menunjukkan bahwa responden dengan stres kerja sedang memiliki risiko 9,72 kali, dan responden dengan stres kerja berat memiliki risiko 25,33 kali mengalami sindrome metabolik dibandingkan responden yang tidak mengalami stres kerja.

Prevalensi sindrom metabolik pada karyawan/ti RSUDZA sebesar 5,16%.Faktor-faktor yang secara signifikan memengaruhi kejadian sindrom metabolik adalah umur, stres kerja, beban kerja, dan gaya hidup.Penelitian ini menekankan pentingnya intervensi untuk mengurangi risiko sindrom metabolik pada karyawan/ti RSUDZA melalui modifikasi gaya hidup dan manajemen stres.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian kualitatif untuk menggali lebih dalam pengalaman dan persepsi karyawan/ti RSUDZA terkait stres kerja dan gaya hidup tidak sehat, sehingga dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi sindrom metabolik. Kedua, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk mengidentifikasi pola perkembangan sindrom metabolik pada karyawan/ti RSUDZA dari waktu ke waktu, serta untuk mengevaluasi efektivitas intervensi yang dilakukan. Ketiga, penelitian intervensi yang melibatkan program edukasi kesehatan dan modifikasi gaya hidup dapat dilakukan untuk menguji efektivitas program tersebut dalam menurunkan risiko sindrom metabolik pada karyawan/ti RSUDZA. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan program pencegahan dan penanganan sindrom metabolik yang lebih efektif dan terarah di lingkungan RSUDZA.

Read online
File size611.92 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test