IKTIOLOGIIKTIOLOGI

Jurnal Iktiologi IndonesiaJurnal Iktiologi Indonesia

Tujuan penelitian ini adalah menentukan substitusi tepung ikan dengan tepung maggot yang menghasilkan respon terbaik terhadap retensi nutrisi, komposisi karkas dan efisiensi pakan ikan bandeng. Bobot individu ikan yang digunakan dalam percobaan berkisar antara 0,84-0,87 gram, dengan padat penebaran 1 ekor per 3 liter media. Percobaan dilakukan di akuarium dengan ukuran panjang x lebar x tinggi: 50 cm x 40 cm x 50 cm yang dilengkapi dengan pompa resirkulasi. Percobaan dilakukan selama 40 hari. Pakan diberikan sebanyak 10% biomassa per hari dengan frekuensi pemberian pakan tiga kali per hari pada pukul 07.00, 12.00, dan 17.00. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan dan tiga kali ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah substitusi tepung ikan dengan tepung maggot sebesar 0%, 25%, 50%, 75% dan 100%. Parameter penelitian meliputi retensi protein, retensi lemak, retensi energi, komposisi karkas dan efisiensi pakan. Kualitas pakan dievaluasi berdasarkan hasil analisis proximat, komposisi asam amino dan asam lemak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi tepung ikan dengan tepung maggot memberikan respon yang sama (p≥0,05) terhadap retensi protein, retensi lemak dan retensi energi, kandungan protein, serat kasar dan BETN karkas serta efisiensi pakan. Kandungan lemak pada tubuh ikan bandeng semakin meningkat dengan semakin meningkatnya kandungan lemak pakan. Dalam pemeliharaan ikan bandeng, penggunaan 100% maggot dapat menggantikan tepung ikan sebagai sumber protein.

Tingkat substitusi tepung ikan dengan tepung maggot memberikan respon yang sama terhadap komposisi kimiawi tubuh, retensi protein, lemak, dan energi serta rasio efisiensi pakan.Pakan pemeliharaan ikan bandeng sebagai sumber protein dapat digunakan tepung maggot sebagai pengganti tepung ikan.

1) Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang penggunaan tepung maggot terhadap kesehatan dan kualitas daging ikan bandeng. 2) Mempelajari perbandingan kinerja tepung maggot dengan sumber protein alternatif lain seperti tepung kacang hijau atau biji kapok. 3) Mengembangkan formulasi tepung maggot yang dioptimalkan untuk spesies ikan air tawar dan laut berbeda, dengan mempertimbangkan kebutuhan nutrisi spesifik masing-masing spesies.

Read online
File size384.49 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test