POLMEDPOLMED

Jurnal Ilmiah Madiya (Masyarakat Mandiri Berkarya)Jurnal Ilmiah Madiya (Masyarakat Mandiri Berkarya)

Biaya pakan merupakan komponen terbesar dalam usaha ternak bebek petelur dan sering menjadi faktor pembatas keberlanjutan usaha peternak skala kecil. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menerapkan teknologi tepat guna berupa mesin pencacah sayuran hijau untuk meningkatkan efisiensi usaha ternak bebek. Mitra kegiatan adalah peternak bebek petelur skala rumah tangga dengan populasi ±300 ekor yang selama ini mengganti sebagian pakan pabrikan dengan sayuran hijau afkir dari pasar. Permasalahan utama mitra adalah rendahnya tingkat konsumsi pakan hijauan akibat pemberian sayuran secara utuh serta ketiadaan alat pencacah. Metode pelaksanaan meliputi survei dan analisis situasi, perancangan dan pembuatan mesin pencacah, uji operasi, pelatihan pengoperasian dan perawatan, serta evaluasi dampak penerapan teknologi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mesin pencacah sayuran hijau berkapasitas ±100 kg/jam dengan penggerak motor listrik 1 HP mampu meningkatkan efisiensi pemanfaatan pakan hijauan. Dampaknya adalah penurunan biaya pakan pabrikan sebesar ±25% dan peningkatan produksi telur sekitar 4–5%. Kegiatan ini membuktikan bahwa penerapan teknologi tepat guna yang sederhana, mudah dioperasikan, dan sesuai kebutuhan mitra dapat meningkatkan efisiensi usaha ternak bebek serta memperkuat kemandirian ekonomi peternak.

Penerapan teknologi tepat guna berupa mesin pencacah sayuran hijau terbukti mampu meningkatkan efisiensi usaha ternak bebek mitra.Teknologi ini memungkinkan optimalisasi pemanfaatan pakan hijauan sebagai substitusi parsial pakan pabrikan, sehingga terjadi penurunan biaya pakan harian secara signifikan.Selain itu, penggunaan pakan hijauan yang telah dicacah meningkatkan ketercernaan dan konsumsi pakan, yang berdampak positif terhadap performa produksi ternak.Hasil evaluasi menunjukkan bahwa setelah penerapan mesin pencacah, konsumsi pakan pabrikan menurun hingga 25%, diikuti dengan peningkatan produksi telur sekitar 4–5% dan kenaikan pendapatan bersih mitra.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk memperluas pemahaman mengenai optimalisasi usaha ternak bebek. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai pengaruh variasi ukuran cacahan sayuran hijau terhadap efisiensi pencernaan dan penyerapan nutrisi pada bebek. Penelitian ini dapat mengidentifikasi ukuran cacahan yang paling optimal untuk memaksimalkan manfaat pakan hijauan. Kedua, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan formulasi pakan alternatif yang menggabungkan hijauan dengan sumber protein lokal lainnya, seperti bungkil kedelai atau limbah perikanan, untuk mengurangi ketergantungan pada pakan pabrikan impor. Ketiga, penting untuk mengkaji aspek ekonomi dan sosial dari penerapan teknologi pencacah sayuran hijau secara lebih komprehensif, termasuk analisis biaya-manfaat, dampak terhadap pendapatan peternak, dan potensi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini dapat memberikan informasi yang berguna bagi pengambilan kebijakan dan pengembangan program pemberdayaan peternak yang lebih efektif.

Read online
File size782.34 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test