USKUSK

Buletin Pengabdian Bulletin of Community ServicesBuletin Pengabdian Bulletin of Community Services

Gampong Alue Naga Kota Banda Aceh merupakan sebuah gampong yang memiliki sungai dan berbatasan langsung dengan laut, sehingga gampong ini berpotensi untuk menghasilkan tiram. Limbah cangkang tiram biasanya dibuang ke pinggiran sungai, ke dalam sungai, atau dibuang kembali ke tempat budidaya tiram. Hal tersebut mengakibatkan pencemaran darat maupun perairan. Pencemaran ini dapat menyebabkan sungai menjadi dangkal dan jika terus menerus dilakukan dapat mengakibatkan bencana alam seperti banjir. Oleh karena itu, pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan terkait produksi limbah cangkang tiram menjadi serbuk cangkang tiram sebagai bahan yang lebih bernilai jual seperti pakan ternak. Kegiatan ini juga melibatkan CV Natural Aceh Food sebagai wadah masyarakat untuk memasarkan produk yang dihasilkan. Edukasi dan pelatihan diikuti oleh ibu-ibu tim produksi tiram di Gampong Alue Naga. Proses produksi serbuk cangkang tiram berjalan lancar dan waktu yang dibutuhkan untuk memecah cangkang tiram sebanyak 8 kg hanya ±5 menit menggunakan alat pemecah cangkang tiram. Serbuk cangkang tiram yang dihasilkan sebanyak 7,7 kg. Sehingga dihasilkan produk limbah cangkang tiram guna mengurangi sampah cangkang tiram dan pemberdayaan ibu-ibu petani tiram dalam rangka meningkatkan pendapatan masyarakat di Gampong Alue Naga.

Kegiatan pelatihan produksi serbuk cangkang tiram di Gampong Alue Naga berhasil meningkatkan antusiasme dan partisipasi masyarakat, khususnya ibu-ibu, meskipun terdapat tantangan dalam pembersihan cangkang.Proses pengolahan 8 kg cangkang tiram bersih menjadi 7,7 kg serbuk dapat dilakukan secara efisien dalam waktu singkat.Dengan demikian, pengolahan limbah cangkang tiram ini tidak hanya berpotensi mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru untuk meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.

Penelitian lanjutan sangat penting untuk mengembangkan potensi limbah cangkang tiram di Gampong Alue Naga secara lebih optimal. Pertama, perlu dilakukan studi komprehensif untuk mengidentifikasi dan mengimplementasikan metode pembersihan cangkang tiram yang lebih efisien dan otomatis, mengingat proses manual saat ini dinilai cukup sulit dan memakan waktu. Ini bisa mencakup eksplorasi penggunaan teknologi pra-pembersihan atau desinfeksi yang ramah lingkungan untuk memastikan kualitas bahan baku serbuk yang lebih tinggi, sekaligus mengurangi tenaga kerja yang intensif. Kedua, diversifikasi aplikasi produk serbuk cangkang tiram menjadi area penelitian yang menjanjikan. Selain pakan ternak dan potensi Food Grade CaCO₃, perlu dievaluasi secara mendalam kemungkinan pemanfaatan serbuk ini sebagai bahan baku alternatif dalam industri konstruksi, misalnya sebagai aditif semen atau agregat ringan, atau bahkan dalam pengembangan material fungsional seperti adsorben limbah cair dan padat dengan efisiensi yang lebih tinggi. Studi kelayakan teknis dan ekonomis untuk setiap aplikasi baru ini akan sangat bermanfaat. Ketiga, untuk memastikan keberlanjutan program pemberdayaan ini, riset perlu fokus pada pengembangan model bisnis yang lebih robust dan skalabel bagi masyarakat Gampong Alue Naga. Ini bisa melibatkan analisis rantai pasok dari hulu ke hilir, peningkatan kapasitas pemasaran produk, serta eksplorasi potensi kolaborasi dengan sektor industri yang lebih besar untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan dan meningkatkan pendapatan masyarakat secara signifikan. Investigasi terhadap faktor-faktor sosial-budaya yang memengaruhi partisipasi masyarakat dalam program ini juga penting untuk merancang strategi intervensi yang lebih efektif di masa depan.

Read online
File size781.23 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test