SUNANBONANGSUNANBONANG

Multidisciplinary Journal of Education , Economic and CultureMultidisciplinary Journal of Education , Economic and Culture

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengevaluasi, menganalisis, dan mensintesis secara sistematis penelitian-penelitian sebelumnya mengenai upcycling sebagai alat pemasaran strategis untuk keberlanjutan di industri mode. Penelitian ini menggunakan metodologi tinjauan kritis untuk menilai secara ketat kelebihan, kelemahan, dan validitas metodologis dari literatur yang dipilih, dengan tujuan mengidentifikasi kesenjangan teoretis dan inkonsistensi dalam khazanah pengetahuan saat ini. Temuan utama menunjukkan bahwa meskipun literatur yang ada memiliki kelebihan, seperti cakupan topik yang komprehensif, contoh merek nyata yang praktis, dan pemeriksaan yang jelas terhadap greenwashing, literatur tersebut memiliki beberapa kelemahan kritis yang signifikan. Secara khusus, temuan tersebut menyoroti keterbatasan metodologis yang parah, ketergantungan yang berlebihan pada sumber non-akademis, serta penggabungan yang bermasalah antara pemasaran strategis dengan praktik keberlanjutan yang sejati.

Karya ini memberikan kontribusi berharga terhadap diskursus keberlanjutan di industri mode dengan mensintesis praktik upcycling, strategi pemasaran, dan kekhawatiran tentang greenwashing dalam satu kerangka.Namun, karya ini lebih berfungsi sebagai tinjauan yang ramah industri daripada analisis akademis kritis.Keterbatasan utama karya ini adalah kurangnya investigasi mengenai apakah upcycling sebagai alat pemasaran strategis benar-benar mendorong keberlanjutan atau hanya berfungsi sebagai perbedaan merek untuk konsumen kelas atas sementara sistem fast fashion yang lebih luas tetap tidak berubah.Penulis mengakui bahwa upcycling meningkatkan efisiensi bahan, memperlambat aliran bahan, dan meminimalkan permintaan untuk produk baru, namun tidak menyediakan bukti yang cukup bahwa hal ini terjadi dalam skala yang signifikan.Karya ini akan menjadi jauh lebih kuat dengan metode yang lebih ketat, keterlibatan yang lebih mendalam dengan kontradiksi yang inheren dalam keberlanjutan yang didorong pemasaran, dan pengakuan jujur terhadap keterbatasan upcycling saat ini sebagai solusi di seluruh industri.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada efek rebound dalam industri mode, yaitu apakah promosi upcycling menyebabkan peningkatan konsumsi pakaian baru yang bertentangan dengan tujuan lingkungan. Selain itu, penting untuk menganalisis perilaku konsumen dan motivasi mereka dalam memilih produk upcycled, termasuk faktor sosial, ekonomi, dan psikologis. Terakhir, penelitian juga perlu menggali perspektif pelaku utama di industri tekstil, seperti pekerja dan komunitas marginal, untuk memahami dampak nyata upcycling terhadap kondisi kerja dan keberlanjutan sosial. Dengan menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, penelitian ini dapat memberikan wawasan lebih mendalam tentang potensi dan batasan upcycling sebagai solusi keberlanjutan di industri mode global.

  1. AI Chatbots in English Language Learning: A Critical Review | Journal of Knowledge Learning and Science... jklst.org/index.php/home/en/article/view/208AI Chatbots in English Language Learning A Critical Review Journal of Knowledge Learning and Science jklst index php home en article view 208
Read online
File size99.19 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test