STIKOM BALISTIKOM BALI

Jurnal Sistem dan Informatika (JSI)Jurnal Sistem dan Informatika (JSI)

Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi risiko diabetes dengan memanfaatkan rekam medis pasien di Puskesmas Ngali menggunakan algoritma Random Forest. Kasus diabetes melitus terus meningkat, tetapi deteksi dini masih kurang optimal karena gejala awal sulit dikenali dan penggunaan data kesehatan untuk prediksi masih terbatas. Oleh karena itu, dibutuhkan metode pembelajaran mesin untuk membantu memprediksi risiko diabetes secara lebih akurat. Data yang digunakan terdiri dari variabel seperti kadar gula darah, tekanan darah, indeks massa tubuh (BMI), dan usia sebagai variabel prediktor, sedangkan status diabetes digunakan sebagai variabel target. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data, pra-pemrosesan data, pembagian data pelatihan dan pengujian, pengembangan model, dan evaluasi kinerja menggunakan akurasi, presisi, recall, dan F1-score. Hasil menunjukkan bahwa algoritma Random Forest mampu memberikan kinerja klasifikasi yang baik dan stabil dalam memprediksi risiko diabetes. Selain itu, hasil analisis menunjukkan bahwa indeks massa tubuh, kadar gula darah, dan usia merupakan variabel yang paling berpengaruh dalam prediksi diabetes. Dengan demikian, model yang dihasilkan berpotensi digunakan sebagai alat deteksi dini diabetes dan untuk mendukung pengambilan keputusan dalam pelayanan kesehatan.

Penelitian ini berhasil menghasilkan model prediksi yang cukup akurat dan mampu mengidentifikasi faktor-faktor penting yang mempengaruhi risiko diabetes.Model Random Forest menunjukkan kinerja klasifikasi yang baik dalam memprediksi risiko diabetes, dengan indeks massa tubuh, kadar gula darah, dan usia sebagai variabel paling dominan.Penelitian lebih lanjut disarankan untuk meningkatkan jumlah data, menambahkan variabel penelitian, dan mengoptimalkan model untuk meningkatkan hasil prediksi.

Untuk meningkatkan efektivitas model prediksi diabetes, penelitian lanjutan dapat fokus pada tiga aspek. Pertama, memperluas dataset dengan mencakup lebih banyak rekam medis pasien dari berbagai wilayah atau fasilitas kesehatan agar model lebih representatif dan adaptif terhadap variasi demografi. Kedua, menambah variabel prediktor seperti riwayat keluarga, aktivitas fisik, atau pola makan, yang mungkin memengaruhi risiko diabetes tetapi belum dipertimbangkan dalam penelitian ini. Ketiga, menguji algoritma machine learning lainnya seperti XGBoost atau Neural Network untuk membandingkan kinerjanya dengan Random Forest, serta mengeksplorasi teknik ensemble untuk meningkatkan akurasi dan mengurangi bias model. Dengan pendekatan ini, penelitian dapat memberikan solusi yang lebih komprehensif dalam mendukung deteksi dini dan manajemen diabetes.

  1. PREDIKSI RISIKO DIABETES DENGAN METODE NAIVE BAYES: IDENTIFIKASI FAKTOR RISIKO UTAMA DAN EVALUASI AKURASI... ejournal.itn.ac.id/index.php/jati/article/view/14078PREDIKSI RISIKO DIABETES DENGAN METODE NAIVE BAYES IDENTIFIKASI FAKTOR RISIKO UTAMA DAN EVALUASI AKURASI ejournal itn ac index php jati article view 14078
  2. Evaluasi Model Ensemble Learning pada Identifikasi Faktor Risiko Diabetes Mellitus | Jurnal Teknologi... doi.org/10.34010/Jati.V15i2.16238Evaluasi Model Ensemble Learning pada Identifikasi Faktor Risiko Diabetes Mellitus Jurnal Teknologi doi 10 34010 Jati V15i2 16238
Read online
File size393.02 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test