STMIKLOMBOKSTMIKLOMBOK

Jurnal Informatika dan Rekayasa ElektronikJurnal Informatika dan Rekayasa Elektronik

Di Indonesia kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama akibat penularan dari gigitan nyamuk Aedes Aegepty. Pada tahun 2016 Kabupaten Bantul mengalami peningkatan kasus DBD. Kabupaten Bantul memiliki jumlah kasus DBD tertinggi di Provinsi DIY. Faktor ketinggian wilayah sangat mempengaruhi perkembangan nyamuk Aedes Aegepty. Aplikasi Global Position System (GPS) mobile digunakan untuk merekam lokasi perkembangbiakan DBD (tempat berkembang biak) dan Sistem Informasi Geografis (SIG) sebagai pemodelan daerah rawan. Analisis data spasial menggunakan teknik scoring, buffer dan overlay. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengawasan dan pengendalian Aedes Aegypti di kawasan perbukitan khusus di kawasan Distrik Dlingo. Metode yang digunakan adalah metode diskriptif yaitu gambaran mengenai faktor keadaan alam Kabupaten Bantul, metode experiment dengan membuat aplikasi GPS mobile, metode investigasi dengan mencari tempat berkembang biak sarang nyamuk dan metode modeling untuk menganalisis spasial breeding place. Hasil dari investigasi daerah Dlingo mempunyai titik breeding place paling sedikit yaitu 11 titik lokasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor ketinggian diatas 100m dpl sangat berpengaruh terhadap perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegepty. Kecamatan Dlingo yang hampir wilayahnya diatas 100 m dpl memiliki tempat berkembang biak nyamuk terkecil dan potensi DBD sangat rendah.

Aplikasi GPS mobile menggunakan pendekatan metodologis yang berbeda dengan peneliti terdahulu untuk memecahkan suatu masalah.Menerapkan ide-ide yang ada di daerah yang baru sehingga masyarakat ikut berperan dalam satu rumah satu jumantik.Menambah pengetahuan kepada masyarakat dengan menggunakan telepon seluler yang belum pernah dilakukan sebelumnya.Aplikasi GPS mobile dengan kombinasi SIG sangat membantu instansi kesehatan dalam membuat peta zona resiko kasus DBD sehingga dapat dilakukan tindakan yang tepat dalam mengatasinya.Daerah Dlingo yang hampir wilayahnya diatas 100m dpl mempunyai titik breeding place paling sedikit yaitu sebelas titik dibanding dengan kecamatan-kecamatan lain di Kabupaten Bantul.Faktor ketinggian sangat mempengaruhi perkembangbiakan nyamuk telah dibuktikan bahwa ketinggian wilayah diatas 100m dpl daerah Kecamatan Dlingo mempunyai titik perkembangbiakan nyamuk (breeding place) paling sedikit.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan memperluas studi ke wilayah lain yang memiliki karakteristik ketinggian serupa dengan Dlingo untuk memvalidasi pengaruh ketinggian terhadap penyebaran DBD. Selain itu, integrasi data iklim seperti curah hujan dan suhu ke dalam model GIS dapat meningkatkan akurasi prediksi zona risiko DBD. Pengembangan sistem pemantauan real-time menggunakan Internet of Things (IoT) untuk mendeteksi keberadaan jentik nyamuk secara otomatis juga layak dieksplorasi sebagai solusi inovatif untuk pengendalian DBD.

Read online
File size821.47 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test