STIKOM BALISTIKOM BALI

Jurnal Sistem dan Informatika (JSI)Jurnal Sistem dan Informatika (JSI)

Penelitian ini mengevaluasi kinerja jaringan komputer pada Laboratorium Komputer SMA Negeri 1 Ciawi menggunakan pendekatan Quality of Service (QoS) berbasis standar TIPHON. Pengukuran dilakukan pada lima lokasi mencakup empat laboratorium komputer dengan skema Point-to-Point Protocol over Ethernet (PPPoE) dan satu ruang guru dengan skema hotspot. Parameter yang diukur meliputi throughput, delay, packet loss, dan jitter. Kebaruan penelitian terletak pada integrasi data Received Signal Strength Indicator (RSSI) dengan analisis QoS serta perbandingan langsung kedua skema pada kondisi ISP yang identik. Hasil penelitian menunjukkan kualitas jaringan secara umum berkategori baik hingga sangat baik dengan nilai QoS antara 81,25–100%. Throughput menjadi parameter pembatas utama, khususnya pada Laboratorium Komputer 1 yang hanya mencapai 17,64% dari kapasitas 100 Mbps. Ditemukan anomali korelasi negatif antara RSSI dan performa QoS: Laboratorium Komputer 4 dengan sinyal terlemah (−63 dBm) justru mencatatkan performa terbaik (QoS 100%, throughput 78,46 Mbps), sementara Laboratorium Komputer 3 dengan sinyal terkuat (−49 dBm) mencatatkan jitter tertinggi (89,67 ms).

Penelitian ini mengevaluasi kinerja jaringan PPPoE pada laboratorium SMAN 1 Ciawi menggunakan standar TIPHON dengan mengintegrasikan analisis RSSI dan gap analysis.Secara umum, kualitas jaringan berada pada kategori baik hingga sangat baik, namun ditemukan ketidakmerataan signifikan antar lokasi meskipun menggunakan skema dan kapasitas ISP yang identik.Temuan utama penelitian adalah ditemukannya anomali korelasi negatif antara kekuatan sinyal RSSI dan performa QoS.Lokasi dengan sinyal terlemah justru mencatatkan performa terbaik, sementara lokasi dengan sinyal terkuat mengalami fluktuasi jitter tertinggi.Anomali ini membuktikan bahwa kondisi fisik serta spesifikasi teknis perangkat lokal (seperti kapasitas CPU dan memori) merupakan faktor yang lebih dominan dibandingkan kekuatan sinyal dalam menentukan kualitas QoS jaringan PPPoE di lingkungan sekolah.Perbandingan frekuensi 2,4 GHz dan 5 GHz juga mengonfirmasi bahwa spektrum frekuensi bukan penentu tunggal kualitas jaringan.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengaruh variasi kapasitas bandwidth ISP terhadap kinerja QoS di lingkungan sekolah, khususnya dalam skenario beban puncak. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang implementasi teknologi AI untuk optimasi pengelolaan bandwidth secara dinamis berdasarkan pola penggunaan jaringan. Penelitian ketiga bisa mengeksplorasi dampak heterogenitas perangkat jaringan (seperti usia dan spesifikasi router) terhadap kualitas layanan, terutama dalam konteks migrasi ke infrastruktur berbasis Optical Line Terminal (OLT).

  1. Real-time Wi-Fi network performance evaluation | Sultan | International Journal of Informatics and Communication... ijict.iaescore.com/index.php/IJICT/article/view/20513Real time Wi Fi network performance evaluation Sultan International Journal of Informatics and Communication ijict iaescore index php IJICT article view 20513
Read online
File size387.75 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test