SEANINSTITUTESEANINSTITUTE
INFOKUMINFOKUMPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi akuntabilitas layanan izin bangunan di Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Buton, meliputi prosedur layanan, kepastian biaya, standar waktu, dan responsifitas. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan pencarian data online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, akuntabilitas layanan izin bangunan (PBG) di Kabupaten Buton belum sepenuhnya memadai. Beberapa dimensi yang masih dianggap tidak memadai antara lain: prosedur layanan tidak sesuai dengan SOP, kurangnya sosialisasi perubahan regulasi dari IMB ke PBG, transparansi biaya dan proses masih kurang optimal, serta waktu pemrosesan PBG yang tidak sesuai dengan ketentuan. Responsifitas layanan PUPR Kabupaten Buton tergolong baik karena cepat merespons keluhan masyarakat.
Akuntabilitas layanan izin bangunan (PBG) di Kabupaten Buton secara keseluruhan belum sepenuhnya memadai.Beberapa dimensi yang masih dianggap tidak memadai meliputi.(1) prosedur layanan yang tidak sesuai dengan SOP dan kurangnya sosialisasi perubahan regulasi dari IMB ke PBG, (2) kepastian biaya dan transparansi finansial yang belum optimal meskipun sudah sesuai dengan PERDA, (3) waktu pemrosesan PBG yang tidak sesuai dengan ketentuan dan SOP karena proses adaptasi online serta keterlibatan dua instansi, dan (4) responsifitas layanan PUPR yang tergolong baik karena cepat merespons keluhan masyarakat.
Untuk meningkatkan akuntabilitas layanan PBG di Buton Regency, penelitian lanjutan dapat fokus pada tiga arah: pertama, mengevaluasi dampak transisi dari IMB ke PBG terhadap efisiensi layanan dengan membandingkan data sebelum dan sesudah perubahan regulasi. Kedua, mengkaji potensi otomatisasi proses manual dalam pemeriksaan teknis dan penerbitan PBG untuk mempercepat waktu pemrosesan. Ketiga, meneliti efektivitas strategi sosialisasi regulasi PBG kepada masyarakat, termasuk media yang digunakan dan frekuensi penyampaian informasi, agar masyarakat lebih memahami prosedur baru. Penelitian ini perlu dilakukan dengan pendekatan kuantitatif untuk mengukur tingkat kepuasan masyarakat dan efisiensi administratif setelah implementasi perubahan.
| File size | 415.97 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
STAISKUTIMSTAISKUTIM Tujuan hukum secara filosofis meliputi tiga nilai utama, yaitu keadilan, kemanfaatan, dan kepastian hukum, sebagaimana dikemukakan oleh Gustav Radbruch.Tujuan hukum secara filosofis meliputi tiga nilai utama, yaitu keadilan, kemanfaatan, dan kepastian hukum, sebagaimana dikemukakan oleh Gustav Radbruch.
STAISKUTIMSTAISKUTIM Tradisi ini dianggap sebagai warisan budaya yang memiliki nilai pendidikan dan kearifan lokal, selama tidak bertentangan dengan prinsip syariat Islam.Tradisi ini dianggap sebagai warisan budaya yang memiliki nilai pendidikan dan kearifan lokal, selama tidak bertentangan dengan prinsip syariat Islam.
UPPUPP Kontribusi penelitian ini terletak pada pengembangan SPK berbasis web yang mengintegrasikan indikator administratif dan perilaku kerja dalam satu mekanismeKontribusi penelitian ini terletak pada pengembangan SPK berbasis web yang mengintegrasikan indikator administratif dan perilaku kerja dalam satu mekanisme
PUSDIKRA PUBLISHINGPUSDIKRA PUBLISHING Kegiatan ini menegaskan peran mahasiswa sebagai agen perubahan dan agen transformasi sosial dalam mewujudkan Tridharma Perguruan Tinggi. Kegiatan ini berhasilKegiatan ini menegaskan peran mahasiswa sebagai agen perubahan dan agen transformasi sosial dalam mewujudkan Tridharma Perguruan Tinggi. Kegiatan ini berhasil
PUSDIKRA PUBLISHINGPUSDIKRA PUBLISHING Model pembelajaran hybrid di pesantren modern berhasil mempertahankan keseimbangan identitas melalui pembagian ruang instruksional yang jelas. FormulaModel pembelajaran hybrid di pesantren modern berhasil mempertahankan keseimbangan identitas melalui pembagian ruang instruksional yang jelas. Formula
ILININSTITUTEILININSTITUTE Edukasi dilakukan melalui penyuluhan interaktif dan pembagian brosur. Metode kegiatan meliputi observasi awal, wawancara, serta penyebaran kuesioner. HasilEdukasi dilakukan melalui penyuluhan interaktif dan pembagian brosur. Metode kegiatan meliputi observasi awal, wawancara, serta penyebaran kuesioner. Hasil
PUSDIKRA PUBLISHINGPUSDIKRA PUBLISHING Subjek dalam kajian ini ada 14 murid kelas V yang dipilih sebagai sampel tanpa adanya kelompok pembanding. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara,Subjek dalam kajian ini ada 14 murid kelas V yang dipilih sebagai sampel tanpa adanya kelompok pembanding. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara,
PUSDIKRA PUBLISHINGPUSDIKRA PUBLISHING Hasil menunjukkan bahwa sebagian mahasiswa mengucapkan bunyi dental fricative secara benar, ditunjukkan oleh pola scribble pada spektrogram, sedangkanHasil menunjukkan bahwa sebagian mahasiswa mengucapkan bunyi dental fricative secara benar, ditunjukkan oleh pola scribble pada spektrogram, sedangkan
Useful /
STIA LK DUMAISTIA LK DUMAI Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, seperti guru, staf administrasi, kepala sekolah, dan masyarakat, untuk menciptakan sinergi dalamKegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, seperti guru, staf administrasi, kepala sekolah, dan masyarakat, untuk menciptakan sinergi dalam
SINERGISINERGI Guru memainkan peran penting melalui metode pengajaran naratif dan inovasi kurikulum yang sejalan dengan konteks budaya. Tantangan sistemik—seperti kebijakanGuru memainkan peran penting melalui metode pengajaran naratif dan inovasi kurikulum yang sejalan dengan konteks budaya. Tantangan sistemik—seperti kebijakan
SINERGISINERGI Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana lingkungan pembelajaran yang digamifikasi memengaruhi aspek kognitif, perilaku, dan emosional dalamPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana lingkungan pembelajaran yang digamifikasi memengaruhi aspek kognitif, perilaku, dan emosional dalam
SINERGISINERGI Hal ini dicapai melalui penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk menyederhanakan area penting seperti perencanaan strategis, komunikasi,Hal ini dicapai melalui penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk menyederhanakan area penting seperti perencanaan strategis, komunikasi,