PUSDIKRA PUBLISHINGPUSDIKRA PUBLISHING

Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian MasyarakatCenter of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat

Keberagaman sosial, ekonomi, dan keagamaan di Desa Tebing Linggahara, Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu, merupakan modal sosial yang perlu dirawat agar tidak menimbulkan gesekan di tengah masyarakat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan oleh Kelompok KKN Reguler Institut Agama Islam Daar Al Uluum (IAIDU) Asahan Angkatan XXXVIII pada Sabtu, 18 Juli 2026, dengan tujuan menguatkan pemahaman dan komitmen masyarakat dalam menjaga ukhuwah Islamiyah dan kerukunan sosial. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) melalui tahapan discovery, dream, design, destiny, serta refleksi dan evaluasi, yang diwujudkan dalam bentuk silaturahmi akbar, tausiyah keagamaan, dialog interaktif, dan penandatanganan komitmen bersama. Kegiatan diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri atas tokoh agama, tokoh masyarakat, perangkat desa, dan warga. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai nilai taaruf, tafahum, taawun, dan takaful, terjalinnya dialog terbuka antarwarga dan pemerintah desa, serta tersusunnya komitmen bersama untuk menjaga persaudaraan dan toleransi. Kegiatan ini menegaskan peran mahasiswa sebagai agen perubahan dan agen transformasi sosial dalam mewujudkan Tridharma Perguruan Tinggi.

Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai nilai-nilai ukhuwah Islamiyah, memperkuat semangat kerukunan dan toleransi di tengah keberagaman sosial, serta menghasilkan komitmen bersama antara masyarakat, tokoh agama, dan pemerintah desa untuk terus menjaga keharmonisan sosial.Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sekaligus penguatan peran mahasiswa sebagai agen perubahan dan agen pemberdayaan di tengah masyarakat.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar Pemerintah Desa Tebing Linggahara menjadikan komitmen bersama yang telah disepakati sebagai acuan dalam menjaga kerukunan sosial secara berkelanjutan. Tokoh agama dan pengurus masjid dapat menjadikan majelis taklim sebagai forum rutin untuk menguatkan nilai-nilai ukhuwah dan kerukunan. Kelompok KKN pada periode berikutnya dapat melanjutkan dan mengembangkan program penguatan ukhuwah dan kerukunan dengan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat, termasuk generasi muda dan kelompok perempuan. Institut Agama Islam Daar Al Uluum Asahan terus mendukung program pengabdian kepada masyarakat berbasis penguatan moderasi beragama dan kerukunan sosial di berbagai lokasi KKN.

  1. Ukhūwah Islāmiyyah sebagai Pilar Moderasi Beragama dan Solidaritas Sosial di Era Modern | Aksioreligia.... doi.org/10.59996/aksioreligia.v3i2.942Ukhwah IslAmiyyah sebagai Pilar Moderasi Beragama dan Solidaritas Sosial di Era Modern Aksioreligia doi 10 59996 aksioreligia v3i2 942
  2. Ukhuwah Islamiyah dan Perananan Masyarakat Islam dalam Mewujudkan Perdamaian: Studi Literatur | Iryani... ji.unbari.ac.id/index.php/ilmiah/article/view/688Ukhuwah Islamiyah dan Perananan Masyarakat Islam dalam Mewujudkan Perdamaian Studi Literatur Iryani ji unbari ac index php ilmiah article view 688
  3. Penerapan Prinsip Ukhuwah Islamiyah: Serikat Tolong Menolong Al-Amin Dusun X Desa Bandar Setia | Jurnal... jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/97Penerapan Prinsip Ukhuwah Islamiyah Serikat Tolong Menolong Al Amin Dusun X Desa Bandar Setia Jurnal jurnal id index php jupin article view 97
Read online
File size638.59 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test