UPPUPP

Riau Jurnal Teknik InformatikaRiau Jurnal Teknik Informatika

Proses pemberian reward kepada penyidik di Ditresnarkoba Polda Gorontalo masih dilakukan secara manual sehingga berpotensi menimbulkan subjektivitas, inkonsistensi, dan membutuhkan waktu yang relatif lama. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) berbasis web untuk mendukung pemberian reward penyidik terbaik menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Simple Additive Weighting (SAW). Sistem dikembangkan menggunakan metode Rapid Application Development (RAD) dengan melibatkan 20 penyidik sebagai alternatif berdasarkan lima kriteria, yaitu Electronic Management Penyidik (EMP), Penyelesaian Kasus, Disiplin, Integritas, dan Kerja Sama Tim. Metode AHP digunakan untuk menentukan bobot kriteria, sedangkan metode SAW digunakan untuk menghitung nilai preferensi dan menyusun peringkat alternatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria EMP memiliki bobot tertinggi sebesar 41,62%, sedangkan hasil perankingan menunjukkan alternatif A2 memperoleh nilai preferensi tertinggi sebesar 0,8923 sehingga direkomendasikan sebagai penyidik terbaik. Sistem yang dikembangkan mampu mengotomatisasi proses pembobotan, perankingan, dan penyusunan laporan, mendukung pengambilan keputusan yang lebih objektif, transparan, dan terukur. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengembangan SPK berbasis web yang mengintegrasikan indikator administratif dan perilaku kerja dalam satu mekanisme evaluasi untuk mendukung pemberian reward penyidik secara lebih komprehensif.

Penelitian ini berhasil mengembangkan Sistem Pendukung Keputusan berbasis web untuk menentukan penyidik terbaik di Ditresnarkoba Polda Gorontalo dengan metode AHP dan SAW.Sistem mampu membuat proses pemberian reward lebih objektif, transparan, dan konsisten.Kriteria EMP memiliki pengaruh terbesar dalam penentuan penyidik terbaik.Penelitian ini masih terbatas pada 20 penyidik, lima kriteria penilaian, dan pembobotan berdasarkan pendapat ahli.Penelitian selanjutnya disarankan melibatkan lebih banyak penyidik, memperluas objek penelitian, menambahkan kriteria penilaian, serta melakukan pengujian penerimaan dan kemudahan penggunaan sistem.

1. Mengembangkan sistem dengan memperluas jumlah alternatif dan kriteria penilaian untuk meningkatkan akurasi rekomendasi. 2. Mengevaluasi efektivitas sistem dalam lingkungan kepolisian lain dengan karakteristik organisasi berbeda. 3. Mengintegrasikan data kualitatif tambahan, seperti inovasi kerja atau kepuasan masyarakat, untuk memperkaya model evaluasi.

  1. Implementasi Metode SAW dan AHP pada Pemilihan Karyawan di Kecamatan Wringin dengan Konfigurasi Whatsapp... doi.org/10.24002/prosidingkonstelasi.v2i1.11179Implementasi Metode SAW dan AHP pada Pemilihan Karyawan di Kecamatan Wringin dengan Konfigurasi Whatsapp doi 10 24002 prosidingkonstelasi v2i1 11179
  2. SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN KARYAWAN TERBAIK MENGGUNAKAN METODE SAW PADA PT. PEGADAIAN | Information... doi.org/10.24076/infosjournal.2023v6i01.1239SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN KARYAWAN TERBAIK MENGGUNAKAN METODE SAW PADA PT PEGADAIAN Information doi 10 24076 infosjournal 2023v6i01 1239
  3. Penerapan metode Analytical Hierarchy Process dan Simple Additive Weighting untuk Pemilihan Supplier... journal.maranatha.edu/index.php/jutisi/article/view/4077Penerapan metode Analytical Hierarchy Process dan Simple Additive Weighting untuk Pemilihan Supplier journal maranatha edu index php jutisi article view 4077
Read online
File size476.08 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test