UNPARUNPAR

Jurnal Teknologi Informasi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Bidang Teknik InformatikaJurnal Teknologi Informasi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Bidang Teknik Informatika

Pemilihan pupuk yang tidak sesuai dengan kondisi lahan dan kebutuhan tanaman padi dapat menurunkan produktivitas tanaman. Hal ini dialami oleh petani di Desa Bumiharjo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, yang umumnya menentukan penggunaan pupuk berdasarkan kebiasaan dan pengalaman. Penelitian ini bertujuan untuk membantu petani dalam memilih pupuk padi yang paling tepat melalui implementasi sistem pendukung keputusan berbasis Best–Worst Method (BWM) dan Complex Proportional Assessment (COPRAS). Metode BWM digunakan untuk menentukan bobot setiap kriteria, sementara metode COPRAS diterapkan untuk merangking alternatif pupuk. Kriteria yang digunakan meliputi harga pupuk, dampak lingkungan, kesesuaian tanah, kualitas kandungan nutrisi, efisiensi dan dosis aplikasi, serta ketahanan terhadap hama. Alternatif pupuk yang dianalisis terdiri dari Urea, NPK Phonska, Pupuk Organik, SP-36, ZA, Petroganik, dan KCL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas kandungan nutrisi merupakan kriteria dengan bobot tertinggi. Berdasarkan perhitungan COPRAS, pupuk ZA direkomendasikan sebagai alternatif terbaik dengan nilai utilitas 100,00%, diikuti oleh KCL pada 98,98% dan Petroganik pada 52,73%. Validasi hasil perankingan menggunakan Normalized Discounted Cumulative Gain (NDCG) menghasilkan nilai 0,856, yang termasuk dalam kategori tinggi, mengindikasikan bahwa hasil perankingan memiliki tingkat kedekatan yang tinggi terhadap kondisi ideal. Oleh karena itu, metode BWM dan COPRAS efektif digunakan sebagai sistem pendukung keputusan dalam memilih pupuk padi.

Penelitian ini menggunakan dua metode pengambilan keputusan multikriteria, yaitu BWM dan COPRAS, untuk menentukan pupuk terbaik dalam budidaya tanaman padi.Metode BWM digunakan untuk menentukan bobot kepentingan setiap kriteria, sedangkan metode COPRAS digunakan untuk melakukan perangkingan alternatif pupuk berdasarkan bobot kriteria tersebut.Berdasarkan hasil perhitungan COPRAS, pupuk ZA direkomendasikan sebagai alternatif terbaik, diikuti oleh pupuk KCL dan pupuk Petroganik.Validasi hasil perangkingan menunjukkan bahwa metode COPRAS efektif dan layak digunakan sebagai sistem pendukung keputusan dalam pemilihan pupuk padi.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat memperluas cakupan analisis dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain yang memengaruhi pemilihan pupuk, seperti kondisi iklim mikro dan jenis tanah yang lebih spesifik. Hal ini akan memberikan rekomendasi yang lebih akurat dan sesuai dengan kondisi lahan yang beragam. Kedua, pengembangan model dapat diperluas dengan memasukkan data historis hasil panen dan biaya produksi untuk mengevaluasi dampak ekonomi dari penggunaan pupuk yang direkomendasikan. Dengan demikian, petani dapat membuat keputusan yang lebih rasional berdasarkan pertimbangan ekonomi dan produktivitas. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menguji efektivitas sistem pendukung keputusan ini dalam skala yang lebih luas, melibatkan lebih banyak petani dan wilayah pertanian yang berbeda. Hal ini akan memberikan bukti empiris yang lebih kuat tentang manfaat dan keandalan sistem ini dalam meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan pertanian.

  1. Jurnal Teknologi Informasi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Bidang Teknik Informatika. jurnal teknologi... doi.org/10.47111/JTIJurnal Teknologi Informasi Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Bidang Teknik Informatika jurnal teknologi doi 10 47111 JTI
  2. Sistem Pendukung Keputusan untuk Pemilihan Pupuk Padi Berbasis AHP dan Pembobotan ROC Dengan Pengujian... jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/9218Sistem Pendukung Keputusan untuk Pemilihan Pupuk Padi Berbasis AHP dan Pembobotan ROC Dengan Pengujian jtiik ub ac index php jtiik article view 9218
Read online
File size486.37 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test