UNTADUNTAD

FORISTEKFORISTEK

Gangguan pada jaringan distribusi tegangan menengah 20 kV berpengaruh signifikan terhadap meningkatnya losses daya serta menurunnya keandalan sistem penyaluran tenaga listrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis penyebab losses daya akibat gangguan pada jaringan distribusi 20 kV dengan menerapkan metode Fault Tree Analysis (FTA) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), serta didukung oleh simulasi menggunakan perangkat lunak ETAP. Metode FTA digunakan untuk menentukan akar permasalahan gangguan berdasarkan keterkaitan sebab dan akibat dalam sistem distribusi, sedangkan FMEA digunakan untuk menilai tingkat risiko setiap mode kegagalan melalui perhitungan Risk Priority Number (RPN). Selanjutnya, simulasi ETAP dilakukan untuk mengevaluasi losses daya aktif dan reaktif serta kondisi profil tegangan sebelum dan sesudah dilakukan perbaikan teknis. Hasil analisis menunjukkan bahwa losses daya disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain kerusakan isolator, konduktor atau kabel listrik, sambungan kabel, transformator distribusi, gangguan lingkungan, serta kegagalan peralatan proteksi seperti fuse dan recloser. Berdasarkan nilai RPN, komponen dengan risiko tertinggi diprioritaskan untuk dilakukan perbaikan. Hasil simulasi ETAP membuktikan bahwa pengaturan tap transformator, penggantian penampang kabel, dan pemasangan kapasitor bank mampu mengurangi losses daya serta memperbaiki kualitas tegangan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan acuan dalam peningkatan efisiensi dan keandalan sistem distribusi tenaga listrik.

Berdasarkan analisis dan simulasi, beberapa tindakan teknis yang direkomendasikan untuk menekan losses daya antara lain pemeliharaan rutin jaringan, pemangkasan vegetasi yang berpotensi mengganggu konduktor dengan ukuran yang lebih besar, penyesuaian ulang tap trafo sesuai kondisi beban, serta pemasangan kapasitor bank sebagai kompensasi daya reaktif.Seluruh rekomendasi terbukti mampu meningkatkan efisiensi dan mengurangi losses daya pada sistem distribusi.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pemeliharaan rutin komponen-komponen kritis seperti kabel, transformator, dan sambungan. Selain itu, perlu dilakukan penyesuaian tap transformator secara berkala untuk menjaga kestabilan tegangan. Pemasangan kapasitor bank pada titik-titik beban dengan kebutuhan daya reaktif besar juga disarankan untuk meningkatkan faktor daya dan menurunkan rugi daya. Pemantauan jaringan menggunakan perangkat lunak seperti ETAP perlu dilakukan secara berkala untuk mengevaluasi kondisi jaringan ketika terjadi perubahan beban atau konfigurasi sistem. Kegiatan inspeksi lapangan harus ditingkatkan terutama pada lokasi yang rawan gangguan. Metode FTA dan FMEA tetap dapat digunakan sebagai dasar perencanaan pemeliharaan agar penanganan dapat difokuskan pada komponen paling kritis. Koordinasi antara tim operasi, pemeliharaan, dan perencanaan juga diperlukan untuk memastikan rekomendasi teknis dapat dijalankan secara optimal dan berkesinambungan.

  1. Teknik Industri. menjaga keandalan sistem plts metode failure mode effect analysis fmea jurnal teknik... e-journal.trisakti.ac.id/index.php/tekin/article/view/13958Teknik Industri menjaga keandalan sistem plts metode failure mode effect analysis fmea jurnal teknik e journal trisakti ac index php tekin article view 13958
Read online
File size685.82 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test