UNTADUNTAD

FORISTEKFORISTEK

Perusahaan Listrik Negara (PT.PLN Persero) adalah satu perusahaan yang diberi wewenang oleh pemerintah untuk menangani kelistrikan di Indonesia. Saluran distribusi merupakan komponen penting dalam penyaluran daya listrik, oleh karenanya rugi-rugi daya pada saluran distribusi harus kecil agar daya listrik yang diterima harus mendekati daya listrik yang dikirimkan. Penelitian ini membahas tentang rugi-rugi daya listrik dan ketidakseimbangan beban pada saluran distribusi primer tegangan menengah 20 kV di penyulang GI Gorontalo Baru (GOBAR). Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan melalui pengambilan data pengukuran arus beban tiap fasa, arus netral (N), dan tahanan penghantar netral (RN) dari tujuh penyulang dengan total 297 transformator distribusi. Data diolah menggunakan persamaan ketidakseimbangan beban dan perhitungan rugi daya aktif. Analisis dilakukan dengan membandingkan nilai ketidakseimbangan terhadap standar PLN (SK ED PLN No. 0017.E/DIR/2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah trafo pada penyulang GI GOBAR yang memiliki nilai ketidakseimbangan melebihi batas standar atau dalam kategori buruk sebanyak 71 trafo dan Besar rugi-rugi daya yang dialami oleh GI GOBAR adalah sebesar 1423,01 kW pada luar waktu beban puncak dan untuk waktu beban puncak sebesar 3051,115 kW. Dilihat dari kerugian tersebut, sehingga penyeimbangan beban antar fasa menjadi langkah penting dalam meningkatkan efisiensi dan keandalan sistem distribusi tenaga listrik.

Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa.Persentase ketidakseimbangan beban pada penyulang GI GOBAR memiliki nilai yang bervariatif, berdasarkan PLN (SK ED PLN No.E/DIR/2014) Ketidakseimbangan beban memiliki beberapa kriteria dimana nilai < 10% dalam kriteria baik, pada nilai 10% - < 20% dalam kriteria cukup, 20% - < 25% dalam kriteria kurang dan ≥ 25% dalam kriteria buruk, maka jumlah trafo pada penyulang GI GOBAR yang memiliki nilai ketidakseimbangan melebihi batas standar atau dalam kategori buruk sebanyak 71 trafo.Maka dari itu, perlu adanya pemeliharaan atau perlu diseimbangkan bebannya.Besar rugi-rugi daya yang dialami oleh PLN adalah sebesar 1423,01 kW pada luar waktu beban puncak dan untuk waktu beban puncak sebesar 3051,115 kW.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak penerapan teknik penyeimbangan beban secara real-time terhadap pengurangan rugi daya di penyulang GI GOBAR. Selain itu, perlu dilakukan analisis lebih lanjut mengenai hubungan antara arus netral dan penurunan umur pakai transformator distribusi. Terakhir, penelitian juga dapat mengeksplorasi potensi penggunaan teknologi smart grid untuk memantau dan mengoptimalkan aliran beban secara dinamis di jaringan distribusi tenaga listrik.

  1. The ANALISIS KETIDAKSEIMBANGAN BEBAN DAN RUGI DAYA AKIBAT ARUS NETRAL DI PENYULANG GI GORONTALO BARU... doi.org/10.54757/fs.v16i1.825The ANALISIS KETIDAKSEIMBANGAN BEBAN DAN RUGI DAYA AKIBAT ARUS NETRAL DI PENYULANG GI GORONTALO BARU doi 10 54757 fs v16i1 825
Read online
File size495.38 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test