POLMEDPOLMED

Majalah Iptek Politeknik Negeri Medan PolimediaMajalah Iptek Politeknik Negeri Medan Polimedia

Penggunaan system monitoring sangat dibutuhkan untuk petugas pelayan teknik PT PLN (Persero). Dimana alat ini dirancang untuk mengatasi permasalahan yang sering terjadi pada trafo distribusi serta kendala pada sipelayan teknik. Seperti permasalahan dalam ketepatan nilai, waktu, biaya yang harus dikeluarkan untuk melaksanakan monitoring pada trafo distribusi serta membebani pelayan teknik dikarenakan harus mengunjungi trafo-trafo distribusi pada waktu beban pucak dan waktu luar beban puncak. Oleh sebab itu, alat monitoring trafo distribusi berbasis ESP 32 yang terintegrasi Internet of Things (IoT) dibuat menjadi suatu produk alat yang mampu memonitoring pengukuran arus, tegangan dan daya yang terpakai pada setiap trafo distribusi secara akurat serta mampu mengirimkan informasi secara otomatis. Seluruh system sudah bekerja secara otomatis sehingga tenaga manusia tidak digunakan lagi jika alat ini diterapkan dalam trafo distribusi. Alat ini juga dirancang dengan Internet of Things (IoT) yang mana seluruh system dapat dimonitor dari jarak jauh kapanpun dan dimanapun melalui smartphone.

Berdasarkan perancangan, pembuatan, dan pengujian alat monitoring trafo distribusi berbasis IoT, disimpulkan bahwa perangkat ini memiliki tingkat kesalahan pengukuran yang sangat rendah, dengan rata-rata di bawah 0,5% untuk tegangan, arus, cosphi, frekuensi, dan daya.Pengujian menunjukkan bahwa trafo BR781 mengalami ketidakseimbangan beban yang signifikan, melebihi 20%, serta nilai faktor daya (cosphi) rata-rata 0,65 yang tidak sesuai standar PLN, dengan beban puncak terjadi pada hari Senin.Meskipun demikian, nilai tegangan pada trafo BR781 secara umum masih berada dalam rentang standar PLN dengan rata-rata 230 Volt.

Penelitian selanjutnya dapat berfokus pada pengembangan lebih lanjut dari sistem monitoring ini agar tidak hanya mendeteksi anomali, tetapi juga mampu melakukan prediksi. Pertanyaan penelitian yang menarik adalah bagaimana data arus, tegangan, dan faktor daya yang dikumpulkan secara real-time dapat digunakan untuk membangun model prediktif guna mengidentifikasi potensi kegagalan trafo atau memperkirakan ketidakseimbangan beban yang akan melampaui batas toleransi dalam jangka waktu tertentu. Dengan demikian, PLN dapat beralih dari pemeliharaan reaktif menjadi prediktif, mengurangi waktu henti dan biaya operasional. Selain itu, mengingat sistem saat ini hanya sebatas monitoring, perlu ditelusuri potensi integrasi mekanisme kontrol otomatis. Bagaimana jika sistem ini diperluas untuk tidak hanya memberi notifikasi, tetapi juga secara aktif melakukan intervensi, misalnya melalui pengaturan beban dinamis atau pengaktifan kapasitor bank untuk koreksi faktor daya secara otomatis ketika terdeteksi nilai cosphi yang rendah? Studi ini bisa mengeksplorasi efektivitas dan keandalan sistem kontrol otomatis yang terintegrasi IoT. Terakhir, untuk implementasi yang lebih luas, riset dapat menyelidiki tantangan dan peluang skalabilitas sistem ini. Bagaimana sistem monitoring IoT yang dirancang untuk satu trafo dapat dikembangkan dan diintegrasikan secara efisien ke dalam jaringan trafo distribusi yang lebih besar, bahkan terhubung dengan infrastruktur smart grid yang sudah ada, dengan mempertimbangkan aspek keamanan data dan manajemen big data yang dihasilkan?.

  1. JurnalArika : Jurnal Teknik Industri. desain alat monitoring beban gardu distribusi real time metode... ojs3.unpatti.ac.id/index.php/arika/article/view/1998JurnalArika Jurnal Teknik Industri desain alat monitoring beban gardu distribusi real time metode ojs3 unpatti ac index php arika article view 1998
Read online
File size469.77 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test