UIN BUKITTINGGIUIN BUKITTINGGI

Jurnal Fuaduna : Jurnal Kajian Keagamaan dan KemasyarakatanJurnal Fuaduna : Jurnal Kajian Keagamaan dan Kemasyarakatan

Marginalisasi nilai-nilai agama di tengah sekularisasi, materialisme, dan individualisme melahirkan kebutuhan akan bentuk spiritualitas yang tidak hanya berorientasi pada transformasi batin, tetapi juga mampu merespons tanggung jawab sosial kontemporer. Meskipun diskursus tentang spiritualitas Islam modern sering menekankan kesalehan individual dan pengalaman mistik, dimensi etis dan sosial dari spiritualitas Sufi masih relatif kurang mendapat perhatian. Artikel ini mengkaji konsep socio-Sufism M. Fethullah Gülen sebagai kerangka yang mengintegrasikan etika Sufi dengan keterlibatan sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis landasan konseptual socio-Sufism Gülen, menjelaskan bagaimana pembinaan spiritual ditransformasikan menjadi tanggung jawab sosial, serta mengkaji relevansinya bagi revitalisasi spiritualitas dalam masyarakat modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa socio-Sufism Gülen dibangun melalui relasi dinamis antara tazkiyah al-nafs sebagai pembentukan spiritual internal, hizmet sebagai ekspresi etis spiritualitas melalui pelayanan, dan praksis sosial kolektif sebagai perwujudan nilai-nilai spiritual. Integrasi tersebut mentransformasikan Sufisme dari praktik spiritual yang semata-mata berorientasi ke dalam diri menjadi bentuk kehidupan keagamaan yang berorientasi pada keterlibatan etis, dengan kesalehan personal dan tanggung jawab sosial yang saling memperkuat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa socio-Sufism Gülen menawarkan kerangka konseptual yang relevan untuk merevitalisasi spiritualitas dengan menghubungkan transformasi moral internal, keterlibatan sosial, dan tanggung jawab etis dalam menghadapi tantangan masyarakat modern.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep socio-Sufism M.Fethullah Gülen menawarkan kerangka konseptual yang relevan untuk merevitalisasi spiritualitas dengan menghubungkan transformasi moral internal, keterlibatan sosial, dan tanggung jawab etis dalam menghadapi tantangan masyarakat modern.Melalui integrasi antara tazkiyah al-nafs (pembentukan spiritual internal), hizmet (pelayanan sebagai ekspresi etis), dan praksis sosial kolektif, Sufisme diubah dari praktik spiritual yang eksklusif menjadi bentuk kehidupan keagamaan yang berorientasi pada keterlibatan etis.Penelitian ini menunjukkan bahwa socio-Sufism Gülen dapat menjadi model untuk mengembangkan spiritualitas yang responsif terhadap dinamika modernitas sekaligus memperkuat peran agama sebagai kekuatan moral dan sosial.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak socio-Sufism pada kohesi komunitas dalam masyarakat multikultural, seperti di Indonesia, dengan fokus pada bagaimana prinsip dialog dan toleransi diterapkan dalam praktik sehari-hari. Selain itu, studi tentang adaptasi socio-Sufism di berbagai konteks budaya dapat memberikan wawasan baru mengenai fleksibilitas pendekatan ini dalam menghadapi tantangan lokal. Terakhir, penelitian tentang peran pendidikan dalam membentuk nilai-nilai socio-Sufism, seperti melalui kurikulum yang mengintegrasikan etika Sufi dengan tanggung jawab sosial, dapat menjadi arah studi yang relevan untuk menguatkan hubungan antara spiritualitas dan kesejahteraan masyarakat.

  1. Transformasi Identitas Religius dan Spiritualitas dalam Era Sekularisasi: Perspektif Sosiologi Agama... doi.org/10.55606/concept.v3i4.1678Transformasi Identitas Religius dan Spiritualitas dalam Era Sekularisasi Perspektif Sosiologi Agama doi 10 55606 concept v3i4 1678
  2. Revitalizing Spirituality through Socio-Sufism: M. Fethullah Gülen's Integration of Sufi Ethics... ejournal.uinbukittinggi.ac.id/fuaduna/article/view/11289Revitalizing Spirituality through Socio Sufism M Fethullah Gylens Integration of Sufi Ethics ejournal uinbukittinggi ac fuaduna article view 11289
Read online
File size442.9 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test