UNRIUNRI

Jurnal Administrasi Politik dan SosialJurnal Administrasi Politik dan Sosial

Penelitian ini mengkaji implementasi Mal Pelayanan Publik (MPP) Surabaya sebagai inovasi pelayanan publik terintegrasi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus dan metode library research, penelitian ini menganalisis proses terbentuknya, karakteristik, keunggulan, serta dampak dan hambatan MPP Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MPP Surabaya berhasil mengintegrasikan lebih dari 600 jenis layanan dari 43 instansi pusat dan daerah dalam satu lokasi. Keunggulan MPP Surabaya meliputi integrasi layanan, digitalisasi dan otomasi, fasilitas pendukung yang memadai, serta kecepatan dan transparansi pelayanan. Dampak positif yang dihasilkan antara lain kemudahan akses bagi masyarakat, efisiensi biaya dan waktu, serta peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah. Meskipun demikian, implementasi MPP Surabaya juga menghadapi hambatan berupa tantangan komunikasi antar instansi dan permasalahan teknis pada server. Penelitian ini menyimpulkan bahwa MPP Surabaya telah menjadi model inovasi pelayanan publik yang menghasilkan perubahan paradigma birokrasi menjadi lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Mal Pelayanan Publik (MPP) Surabaya merupakan inovasi terintegrasi yang berhasil meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kenyamanan pelayanan publik melalui penggabungan berbagai layanan instansi dalam satu lokasi yang mudah diakses.Dengan menerapkan sistem antrean terpadu, fasilitas ramah pengunjung, dan dukungan teknologi informasi, MPP ini efektif mengurangi waktu serta biaya yang terbuang akibat birokrasi yang tersebar.Keberadaan MPP Surabaya tidak hanya merepresentasikan model pelayanan publik kontemporer, tetapi juga mendorong perubahan paradigma birokrasi menjadi lebih responsif dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.

Untuk penelitian selanjutnya, ada beberapa arah menarik yang bisa dieksplorasi guna memperkaya pemahaman kita tentang Mal Pelayanan Publik (MPP) seperti di Surabaya. Pertama, akan sangat berharga jika kita bisa meneliti lebih jauh mengapa model MPP yang sukses di satu kota belum tentu mudah diterapkan di kota lain. Peneliti bisa mencari tahu faktor-faktor spesifik di setiap daerah, seperti budaya masyarakat atau kebijakan lokal, yang membuat MPP berhasil atau justru kesulitan untuk beradaptasi, sehingga bisa membantu kota-kota lain menyiapkan diri dengan lebih baik. Kedua, penting untuk menggali lebih dalam efektivitas strategi yang sudah dilakukan MPP Surabaya untuk membantu masyarakat yang kurang paham teknologi, seperti para lansia atau warga dengan latar belakang pendidikan yang berbeda. Kita perlu mengukur apakah program-program bantuan digital ini benar-benar meningkatkan kemampuan mereka dalam mengakses layanan digital, dan apakah masih ada kendala yang perlu diatasi agar semua lapisan masyarakat bisa merasakan manfaat penuh dari digitalisasi pelayanan. Terakhir, melihat tantangan koordinasi antar instansi, penelitian mendatang dapat fokus pada bagaimana kerja sama antara berbagai lembaga di MPP benar-benar memengaruhi kualitas dan kecepatan pelayanan. Analisis mendalam tentang dampak dari rapat-rapat koordinasi atau tim kerja bersama bisa menunjukkan cara terbaik untuk menyatukan perbedaan prosedur dan sistem antar instansi, demi menciptakan pelayanan publik yang semakin lancar dan efisien bagi seluruh masyarakat.

  1. Memahami desain metode penelitian kualitatif | Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum. memahami desain... doi.org/10.21831/hum.v21i1.38075Memahami desain metode penelitian kualitatif Humanika Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum memahami desain doi 10 21831 hum v21i1 38075
Read online
File size336.29 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test