UNRIUNRI

Jurnal Administrasi Politik dan SosialJurnal Administrasi Politik dan Sosial

Provinsi Riau merupakan provinsi kedua yang memiliki jalan rusak terbanyak di Indonesia (berdasakan data BPS 2022), yaitu mencapai 633km. Kota Pekanbaru sebagai ibukota Provinsi tentunya memiliki jalan utama penting. Dari 1.277km jalan di Kota Pekanbaru, terdapat 400km jalan rusak. Pada tahun 2023, pemerintah Pekanbaru merencanakan dan melakukan program perbaikan jalan berupa pengaspalaan ulang (overlay). Adapun tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana . Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan untuk pengumpulan data, peneliti menggunakan studi pustaka (library research). Pendekatan yang dipakai menggunakan konsep manajemen pemerintahan (planning). Hasil dari penelitian ini adalah pemerintah kota Pekanbaru sudah melaksanakan manajemen pemerintahan dengan baik, melalui perencanaan perbaikan jalan dengan tambal sulam dan overlay dengan target dan sasaran waktu yang jelas. Namun, dibutuhkan mekanisme pemantauan, evaluasi dan pengawasan dalam melaksanakan perencanaan perbaikan jalan rusak di Kota Pekanbaru.

Pemerintah Kota Pekanbaru melakukan perbaikan jalan rusak melalui dua metode utama, yaitu overlay dan tambal sulam, dengan target perbaikan 280 ruas jalan atau 14% total jaringan pada tahun 2023.Perencanaan mencakup penggunaan Bantuan Keuangan sebesar Rp13,3 miliar untuk tujuh titik jalan, koordinasi antar‑OPD, serta upaya pemeliharaan rutin dan lobbying pendanaan tambahan kepada pemerintah pusat.Untuk meningkatkan efektivitas, diperlukan mekanisme pemantauan, evaluasi, dan pengawasan yang terintegrasi dalam pelaksanaan perencanaan perbaikan jalan.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efektivitas mekanisme monitoring dan evaluasi yang saat ini diterapkan pada program perbaikan jalan di Pekanbaru, dengan pertanyaan bagaimana keberhasilan monitoring mempengaruhi pencapaian target perbaikan; selanjutnya, diperlukan analisis perbandingan biaya dan manfaat antara metode overlay dan tambal sulam dalam jangka panjang untuk menentukan strategi perbaikan yang paling ekonomis; terakhir, pengembangan model keputusan berbasis Sistem Informasi Geografis (GIS) dapat membantu prioritas perbaikan jalan pada kota dengan sumber daya terbatas, sehingga alokasi anggaran menjadi lebih tepat sasaran.

Read online
File size200.98 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test